Dear Anak Rantau, Sudahkah Kamu Bikin Orangtua Tenang Hari Ini?

- Artikel menyoroti pentingnya anak rantau menjaga komunikasi dengan orangtua agar mereka tidak merasa cemas dan tetap tenang meski terpisah jarak.
- Ditekankan beberapa cara menjaga hubungan, seperti selalu responsif terhadap panggilan, menjadwalkan waktu pulang, serta terbuka dalam berbagi kabar dan aktivitas.
- Pesan utama artikel adalah menjaga kedekatan emosional dengan orangtua melalui perhatian kecil dan komunikasi rutin agar hubungan tetap hangat walau hidup mandiri di perantauan.
Meninggalkan rumah orangtua untuk merantau adalah pengalaman hidup yang sangat berharga. Tantangan anak rantau banyak. Bukan hanya tentang menjaga diri dan mengatur keuangan dengan baik. Dirimu juga kudu mampu tetap merawat hubungan dengan orangtua di kampung halaman.
Tentu di pihak ayah dan ibumu bakal lebih ekstra lagi dalam berusaha selalu keep contact denganmu. Namun, orangtua sering mengalami kesulitan kalau di pihak anak sepertimu justru seakan-akan makin menjauh. Anak muda selalu banyak akalnya dan kadang menyepelekan hubungan dengan orangtua.
Kamu gak boleh seolah-olah menjadi tak terjangkau oleh orangtua yang berada jauh darimu. Sadari bahwa dirimu bisa seperti sekarang juga tak lepas dari perjuangan orangtua selama ini. Jangan membuatnya cemas. Jaga hubungan baik kalian meski berjauhan dengan cara berikut.
1. Jangan pernah mematikan smartphone tanpa alasan yang jelas

Buat apa kamu punya smartphone jika orang terdekat seperti orangtua sampai susah menghubungimu? Bahkan bila gadgetmu sering mati karena kehabisan baterai, jangan teledor lagi. Segera isi ulang dayanya sebelum baterai sangat tipis.
Selain agar smartphone tetap berfungsi sebagai alat komunikasi, cara ini juga menjaga umur baterai lebih lama. Atau, bawa powerbank kalau dirimu sering bepergian. Andai kamu harus mematikan smartphone, kabari dulu orangtua. Katakan alasan dirimu mesti mematikannya dulu dan kira-kira berapa lama.
2. Atau, sengaja mengabaikan telepon dan pesan

Gawaimu gak mati. Namun, perangkat itu tetap tak berguna buat menjaga komunikasimu dengan orangtua apabila kamu sendiri abai. Dirimu tidak menjawab panggilan orangtua meski mendengarnya dan tak sedang tanggung melakukan sesuatu.
Lebih dari satu pesan dari orangtua masuk, kamu memilih untuk terus bercanda dengan kawan-kawan. Bersikaplah bijaksana dengan berempati pada orangtuamu yang pasti cemas jika dirimu begitu. Jangan menunda-nunda mengangkat telepon atau membalas pesan selama kamu bisa.
3. Jadwalkan kepulangan meski kesibukan lagi tinggi

Sampai kapan pun, jika kesibukan selalu dinomorsatukan kamu tak akan punya waktu untuk hal-hal lainnya. Tidak terkecuali sekadar pulang ke rumah orangtua. Memang soal pulang harus diluangkan. Gak apa-apa dirimu cuma bisa pulang sebentar daripada tidak sama sekali.
Terlebih jika sebenarnya tak ada kendala biaya transportasi. Waktunya pulang ya pulang saja. Selama kamu selalu memakai waktu dengan disiplin, kesibukan apa pun seharusnya tak sampai merampas kesempatan bertemu orangtua. Jika pun terpaksa sekali dirimu tidak dapat pulang, kabari orangtua dan jadwalkan ulang secepatnya.
4. Gak usah kebanyakan alasan menolak kunjungan orangtua ke kos-kosan

Katakanlah kamu benar-benar tak bisa pulang. Rencana kepulangan pertama batal, dirimu sudah merencanakannya untuk minggu berikutnya. Namun, lagi-lagi kamu ternyata gak bisa mudik. Tidak apa-apa apabila kesibukanmu memang sedang setinggi itu.
Orangtua pun pasti berusaha memahami. Hanya saja, jangan sekali-kali dirimu menolak rencana orangtua yang hendak menengokmu di kos-kosan. Gak usah beralasan kamu tak ada di kos-kosan karena sering kerja kelompok di luar.
Tetap sampaikan apa saja kesibukanmu sekarang dan biarkan orangtua datang. Kamu dapat menitipkan kunci kamar pada penjaga kos, teman kos, atau taruh di tempat tertentu dan beri tahu orangtua. Toh, semalam apa pun dirimu akan tetap pulang sehingga bisa bertemu serta ngobrol dengan mereka walau sebentar.
5. Tetap terbuka, jangan menutupi apa pun dari orangtua

Hanya karena kamu sudah bertambah dewasa dan berani tinggal jauh dari orangtua, bukan lantas boleh tertutup sekali pada mereka. Tetaplah menjadi anak yang sepolos dulu dalam hal keterbukaan di depan orangtua. Sebab selama orangtua masih ada, mereka merasa punya tanggung jawab besar atas dirimu.
Lagi pula, sikap menyembunyikan ini itu dari orangtua dapat merusak rasa percaya mereka padamu. Kamu gak bisa terus meminta orangtua buat memercayaimu. Kalau sikapmu saja mencurigakan seperti itu, tentu orangtua menjadi waswas. Sikap tertutup pada orang terdekat juga akan mempersulitmu mendapatkan pertolongan ketika kamu membutuhkannya.
6. Orangtua curigaan, sering-sering laporan disertai bukti

Orangtuamu tipe yang gampang curiga ke anak sendiri? Memang ada tipe orangtua begini. Mereka bukannya gak percaya sama kamu. Mereka hanya mudah overthinking karena sebenarnya mengkhawatirkanmu.
Misalnya, pas orangtua menelepon, smartphone-mu di kamar. Sementara kamu lagi bercanda seru dengan teman-teman sambil menonton televisi di ruang bersama kos-kosan. Orangtua curiga kamu lagi asyik dengan pacar.
Ketika nanti dirimu kembali ke kamar, video call saja. Kalau perlu sambil kamu di tengah kawan-kawan kos. Supaya orangtua benar-benar melihat kamu tak mungkin berusaha membohongi mereka.
Butuh kedewasaan untukmu yang selama ini tinggal bareng orangtua dapat terus menjaga komunikasi kalian setelah berjauhan. Kasihan orangtua kalau makin lama dirimu seperti makin jauh dan asing bagi mereka. Kamu sendiri juga dapat mendadak kesepian parah hingga merasa kehilangan support system jika terus menjauh dari orangtua. Jarak fisik boleh jauh, tapi hati harus tetap dekat.



![[QUIZ] Pilih Momen Upin & Ipin, Ini Red Flag Kamu dalam Komunikasi](https://image.idntimes.com/post/20250603/episode-sedia-menyelamat-c0d0e1c0fbd0a39d8731a6d0f7ecfdf5-f7ec24f8ad3405c2dd85b17a7a7e7c7e.jpg)


![[QUIZ] Pilih Foto Paling Horor, Aslinya Ini Cara Kamu Menunjukkan Rasa Kecewa](https://image.idntimes.com/post/20260204/pexels-ron-lach-8487215_df72fcbf-9029-4b13-a543-d053db79fd84.jpg)





![[QUIZ] Pilih Cara Ehsan Marah, Ini Alasan Kamu Sering Pamer](https://image.idntimes.com/post/20250531/1000002978-b8bac0077b69de900bb7fa0a9fedbf01-00f2ee96cce8850117298fa6f1f6891c.jpg)





![[QUIZ] Pilih Karakter Upin dan Ipin, Apa Sikapmu yang Gampang Bikin Orang Marah?](https://image.idntimes.com/post/20260309/whatsapp-image-2026-03-09-at-09_012f021f-b388-4d24-a20e-61d93efb88cd.jpeg)
