Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tya Magdalena Bicara Soal Parenting: Anak Butuh Lihat Orangtua Bahagia
Tya Magdalena dan Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)
  • Tya Magdalena menekankan orangtua, terutama ibu, perlu merawat diri terlebih dahulu agar merasa utuh dan mampu menularkan nilai serta kebahagiaan kepada anak.
  • Ia menjaga hubungan dengan pasangan karena anak mencontoh suasana rumah; keduanya juga bekerja sama dan melibatkan anak untuk memperlihatkan perjuangan orangtua.
  • Tya menerapkan didikan tegas demi masa depan anak, sekaligus memberi kebebasan memilih kesukaan mereka dan berusaha mempertahankan identitas dirinya sebagai ibu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Beberapa tahun lalu, Tya Magdalena atau Paopao mulai dikenal banyak orang lewat konten-kontennya di YouTube bersama Last Day Production. Kini, ia beralih dari youtuber menjadi seorang pebisnis, yaitu perempuan di balik brand Hotto. Bukan hal yang mudah untuk Tya menyeimbangkan kehidupannya pribadinya dengan dunia kerja.

Oleh sebab itu, ia berinisiatif membuat sebuah komunitas yang disebut Thank You Mom Club, wadah bagi ibbu untuk lebih memperhatikan dan mengenal dirinya sendiri. Lewat sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa” yang menjadi bagian dari rangkaian Thank You Mom Club, Tya membagikan bagaimana parenting yang ia terapkan ke anaknya. Bukan sekadar mendidik tetapi juga mengajak sesama orangtua untuk merawat diri sendiri terlebih dulu.

1. Penting bagi ibu untuk merawat dirinya juga selain anak

Tya Magdalena dan Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)

"Tips parenting aku adalah take care of the mom first. Ketika kita merasa full, kita punya value, itu adalah sesuatu yang bisa kita tawarkan dan kita ajarkan ke anak kita," kata Tya saat ditemui IDN Times di PIK, Jakarta Utara, pada Sabtu (8/8/2026).

Ibu dua anak ini percaya kunci parenting yang bagus terletak pada kesadaran bahwa orangtua juga butuh merawat diri mereka masing-masing. Selama ini, orangtua disibukkan dengan berbagai kebutuhan dan aktivitas anak, sampai lupa bahwa mereka juga punya permasalahan masing-masing.

Inilah yang ditekankan oleh Tya Magdalena. Ia ingiin setiap ibu belajar untuk memperhatikan dirinya masing-masing. Ia percaya bahwa ibu yang bahagia juga bisa membahagiakan anak dan keluarganya.

2. Jaga hubungan baik dengan pasangan karena orangtua adalah cerminan anak

Tya Magdalena dan Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)

Tya memandang orangtua adalah cerminan bagi anak. Sebabnya, ia selalu berusaha menjaga hubungan dengan pasangan. Ia tidak ingin anak tumbuh dewasa dengan hal-hal yang akan 'melukai'nya.

"Yang kedua adalah pasti better relationship with the partner, our husband of course. So they can see, mereka bisa portray apa yang dia lihat di rumah sehari-hari. Kedamaian itu mereka perlu," kata Tya.

Ia dan suaminya juga kerap saling bekerja sama. Baik Tya atau pasangan, sering membawa anak-anak mereka ke tempat kerja. Ini juga salah satu caranya memperlihatkan bagaimana dirinya sebagai orangtua terus berjuang memberikan hidup yang baik untuk anak-anak.

3. Ia memberi kebebasan pada anak untuk memilih apa yang mereka sukai

Tya Magdalena dan Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)

Selalu ada warisan yang bisa diteladani dan diturunkan dari orangtua ke anak. Setelah menjadi ibu, Tya sadar bahwa ia didik dengan cara yang cukup keras. Namun, hal itu tetap ia terapkan juga ke anak-anaknya.

"Aku percaya kalau aku keras ke anakku, biarkan mereka membenciku, it's okay. Aku bisa terima itu as long as they can have a better life, have a better future, gitu. Mungkin itu salah satu pengorbanannya ya sebagai mom," tuturnya.

Namun di sisi lain, Tya juga menerapkan apa yang sudah ia dapatkan dari ayahnya. Tya merasa selalu diberi kebebasan untuk memilih dan ia ingin anaknya juga merasakan hal yang serupa.

Tentunya, tidak mudah menjadi orangtua yang ideal. Meski tahu apa saja yang menjadi struggle-nya, Tya masih menanam pengharapan dan keinginan untuk tidak kehilangan jati dirinya. Ia ingin anak-anaknya nanti bisa mencontoh ibunya, yang terus berjuang untuk tidak kehilangan identitas dirinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article