Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Waktu Paling Tepat mulai Masukkan Anak ke Daycare?
ilustrasi daycare (unsplash.com/Benson Low)

Memasukkan anak ke daycare sering jadi keputusan yang tidak sederhana, apalagi kalau ini pengalaman pertama. Banyak orang tua mulai mempertimbangkan daycare bukan hanya karena kebutuhan bekerja, tapi juga karena ingin anak punya lingkungan sosial sejak dini. Di sisi lain, muncul kekhawatiran apakah anak sudah cukup siap secara emosional dan fisik untuk berada di luar rumah dalam waktu lama.

Tidak ada satu jawaban pakem kapan waktunya, namun, ada beberapa patokan dari sisi perkembangan anak yang bisa membantu menentukan waktu yang lebih ideal. Dengan memahami faktor-faktor ini, keputusan yang diambil tidak hanya praktis, tetapi juga tetap mendukung tumbuh kembang anak. Berikut penjelasan mengenai waktu paling tepat mulai masukkan anak ke daycare.

1. Usia 12 sampai 18 bulan lebih mudah diajak menyesuaikan diri

ilustrasi daycare (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Di rentang usia ini, anak mulai menunjukkan ketertarikan pada hal-hal di luar lingkaran kecilnya. Mereka tidak lagi hanya fokus pada orang tua, tetapi mulai memperhatikan orang lain, suara baru, dan aktivitas di sekitarnya dengan rasa ingin tahu yang cukup besar. Kondisi ini membuat lingkungan daycare terasa seperti tempat baru yang menarik, bukan sekadar tempat asing yang membingungkan.

Selain itu, di usia ini anak sudah mulai punya kebiasaan harian yang lebih terlihat, meskipun belum selalu teratur. Misalnya, sudah ada jam-jam tertentu saat anak biasanya makan, tidur, atau aktif bermain, sehingga kegiatannya tidak sepenuhnya random seperti saat masih bayi. Hal ini membantu anak mengikuti aktivitas di daycare tanpa harus beradaptasi dari nol.

2. Usia di bawah 12 bulan masih terlalu bergantung dengan orangtua

ilustrasi daycare (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Kalau anak masuk daycare sebelum usia satu tahun, tantangan utamanya ada di sisi emosional. Bayi masih sangat mengandalkan kehadiran orang yang sama untuk merasa aman, sehingga perubahan tempat dan pengasuh bisa terasa cukup berat. Reaksi seperti menangis lebih lama atau sulit tenang sering muncul karena anak belum memahami bahwa perpisahan itu hanya sementara.

Selain itu, kondisi fisik bayi juga belum sekuat anak yang lebih besar. Lingkungan baru berarti bertemu lebih banyak orang dan paparan yang berbeda dari rumah, sehingga risiko sakit biasanya lebih tinggi di awal. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tapi memang perlu kesiapan ekstra dari segi pendampingan dan penyesuaian.

3. Usia di atas 18 bulan biasanya lebih cepat nyambung

ilustrasi daycare (unsplash.com/AMONWAT DUMKRUT)

Saat anak sudah melewati usia 18 bulan, kemampuan memahami situasi mulai berkembang. Anak pelan-pelan mengerti bahwa orang tua pergi bukan berarti menghilang, sehingga momen ditinggal tidak selalu direspons dengan tangisan panjang. Ini yang bikin banyak anak di usia ini terlihat lebih cepat merasa nyaman di daycare.

Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan karena di usia ini anak juga mulai punya kebiasaan yang cukup kuat di rumah. Cara makan, waktu tidur, sampai cara bermain sudah terbentuk, sehingga perubahan mendadak bisa membuat mereka menolak. Jadi, meskipun terlihat lebih siap, tetap perlu pengenalan bertahap supaya anak tidak merasa dipaksa.

Pada akhirnya, keputusan soal waktu paling tepat mulai masukkan anak ke daycare tidak bergantung pada usia saja. Momen yang terasa pas biasanya muncul saat anak mulai nyaman dengan orang baru dan tidak langsung cemas di lingkungan berbeda. Daycare akan terasa lebih membantu baik kamu sebagai orangtua maupun anak ketika proses masuknya berjalan pelan dan tidak dipaksakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team