Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Biar Anak Betah di Daycare tanpa Drama

5 Tips Biar Anak Betah di Daycare tanpa Drama
Ilustrasi anak di daycare (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan emosional anak dan orang tua saat pertama kali masuk daycare serta pentingnya pendekatan sabar dan konsisten agar anak merasa aman.
  • Ditekankan lima strategi utama: mengenalkan daycare bertahap, menciptakan rutinitas konsisten, memberi benda favorit, membangun komunikasi positif, dan menjalin hubungan baik dengan pengasuh.
  • Tujuan dari langkah-langkah ini adalah membantu anak beradaptasi lebih tenang, mengurangi drama perpisahan, dan membuat pengalaman di daycare terasa menyenangkan serta aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hari pertama di daycare sering jadi momen penuh emosi. Anak bisa menangis, kamu juga ikut kepikiran sepanjang hari karena harus berpisah dalam waktu yang tidak sebentar. Situasi ini wajar, karena anak sedang menghadapi perubahan besar dalam rutinitas, lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya.

Di fase ini, anak butuh waktu untuk merasa aman dan mengenal suasana baru. Reaksi seperti menangis, menolak berpisah, atau terlihat clingy adalah bentuk adaptasi yang alami. Sebagai orang tua, penting untuk tetap tenang dan konsisten agar anak bisa merasa bahwa situasi ini aman untuk dijalani.

Tapi kalau drama berangkat daycare terjadi terus-menerus tanpa ada perubahan, kamu perlu mulai mencari cara supaya anak merasa lebih nyaman. Dengan pendekatan yang tepat, seperti membangun rutinitas, memberi rasa aman, dan komunikasi yang hangat, proses adaptasi bisa berjalan lebih mulus dan anak pun perlahan jadi lebih betah.

1. Kenalkan daycare secara bertahap

orang
Ilustrasi anak di daycare (pexels.com/Helena Lopes)

Jangan langsung menitipkan anak seharian penuh di hari pertama, karena perubahan yang terlalu drastis bisa membuatnya merasa kewalahan. Dari yang sebelumnya selalu dekat dengan orang tua, tiba-tiba harus berada di lingkungan baru dalam waktu lama tentu butuh penyesuaian.

Kamu bisa mulai dengan durasi singkat, misalnya beberapa jam saja, agar anak punya waktu untuk mengenal suasana tanpa merasa kaget. Di waktu ini, dia bisa mulai beradaptasi dengan ruangan, pengasuh, dan aktivitas yang ada secara perlahan.

Pendekatan bertahap seperti ini membantu anak merasa lebih aman dan tidak terburu-buru. Seiring waktu, ketika rasa nyaman mulai terbentuk, durasi bisa ditambah sedikit demi sedikit. Dengan cara ini, anak akan lebih mudah terbiasa dengan daycare tanpa merasa tertekan.

2. Ciptakan rutinitas yang konsisten

Seorang wanita tersenyum sambil memberi tos kepada anak kecil di ruang tamu yang hangat dengan mainan berserakan di lantai.
Ilustrasi bermain dengan anak (freepik.com/ Drazen Zigic)

Anak lebih mudah merasa nyaman saat punya pola yang jelas dalam kesehariannya. Rutinitas yang teratur membantu mereka memahami alur hari, sehingga tidak merasa bingung atau cemas saat menghadapi perubahan. Kamu bisa mulai dengan membangun rutinitas pagi yang sama setiap hari, mulai dari bangun tidur, sarapan, hingga berangkat ke daycare.

Konsistensi ini memberi rasa aman karena anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka jadi lebih siap secara emosional saat waktunya berpisah. Dengan rutinitas yang berulang, anak gak lagi merasa menghadapi sesuatu yang “asing”, melainkan bagian dari kebiasaan yang sudah dikenalnya.

3. Beri benda favorit sebagai pengingat rumah

Seorang anak kecil berlutut di lantai sambil memegang boneka bayi berwarna oranye di dekat boks mainan di kamar bermain.
Ilustrasi bawa boneka (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Kamu bisa membiarkan anak membawa benda kesayangannya, seperti boneka kecil, selimut favorit, atau mainan sederhana yang sudah akrab baginya. Di tengah lingkungan yang baru, benda ini bisa jadi “jembatan” yang membuat anak tetap merasa dekat dengan rumah.

Hal sederhana ini sering memberi efek besar pada kondisi emosional anak. Saat mulai merasa cemas atau rindu, dia punya sesuatu yang bisa memberikan rasa nyaman dan aman. Kehadiran benda familiar ini membantu anak lebih tenang, sehingga proses adaptasi di daycare bisa berjalan lebih lancar.

4. Bangun komunikasi positif tentang daycare

Seorang wanita dan anak perempuan duduk di atas tempat tidur dengan seprai bermotif bunga sambil tersenyum dan berbicara bersama.
Ilustrasi berbicara dengan anak (pexels.com/ Vitaly Gariev)

Cara kamu berbicara tentang daycare akan sangat memengaruhi persepsi anak. Kalau kamu menceritakannya dengan nada yang menyenangkan dan penuh semangat, anak akan lebih mudah melihat daycare sebagai tempat yang aman dan seru. Kamu bisa menyinggung hal-hal positif seperti bermain, bertemu teman, atau aktivitas menarik yang bisa dia lakukan di sana.

Sebaliknya, hindari menunjukkan rasa cemas atau ragu di depan anak, meski kamu sebenarnya sedang khawatir. Anak cenderung peka terhadap emosi orang tua dan bisa ikut merasa tidak nyaman jika melihat kamu gelisah. Saat kamu terlihat tenang dan yakin, anak pun akan lebih percaya diri dan merasa bahwa situasi ini aman untuk dijalani.

5. Jalin hubungan baik dengan pengasuh

Seorang wanita berbicara dengan anak perempuan dan ibunya di ruang tamu, menggambarkan komunikasi antara pengasuh dan orang tua.
Ilustrasi komunikasi dari daycare dan orantua (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Pengasuh punya peran penting dalam membantu anak beradaptasi. Kamu perlu menjalin komunikasi yang terbuka agar tahu perkembangan anak setiap hari. Saat anak merasa dekat dengan pengasuh, dia akan lebih mudah merasa nyaman. Kepercayaan yang terbangun ini membuat anak gak lagi melihat daycare sebagai tempat yang menakutkan.

Proses adaptasi memang gak selalu mulus. Ada hari di mana anak masih menangis atau menolak berangkat. Itu bukan berarti kamu gagal, tapi bagian dari proses yang sedang dijalani. Dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, anak akan mulai menemukan kenyamanannya. Perlahan, drama akan berkurang dan daycare bisa jadi tempat yang menyenangkan untuknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Related Articles

See More