Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips agar Usaha Daycare Dipercaya Orangtua

7 Tips agar Usaha Daycare Dipercaya Orangtua
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/Yan Krukau)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya membangun kepercayaan orangtua terhadap usaha daycare melalui izin resmi, tenaga pengasuh profesional, dan transparansi kegiatan anak selama dititipkan.
  • Ditekankan perlunya laporan rutin, akses CCTV bagi orangtua, serta forum komunikasi terbuka antara pemilik, pengasuh, dan orangtua untuk menjaga keterbukaan dan keamanan anak.
  • Daycare ideal harus memiliki jadwal kegiatan edukatif dengan target perkembangan anak yang jelas serta bekerja sama dengan lingkungan sekitar demi pengawasan yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejumlah kasus kekerasan pada anak yang terjadi di daycare tidak mengubah realitas bahwa tempat penitipan anak sangat dibutuhkan oleh banyak orangtua. Terutama saat kedua orangtua harus bekerja. Namun, kejadian-kejadian tersebut tentu membuat kewaspadaan orangtua meningkat.

Kamu sebagai salah satu pemilik atau ingin punya usaha daycare bisa terdampak. Minat orangtua untuk menitipkan anak dapat menurun. Di sinilah pentingnya pembenahan terutama dari pengusaha tempat penitipan anak.

Usaha yang satu ini tidak bisa disamakan dengan usaha lain yang hanya mengejar keuntungan. Tanggung jawab pemilik serta para pengasuh di daycare amat besar. Jika kamu berencana untuk menggeluti bidang ini, tips agar usaha daycare dipercaya orangtua berikut ini patut diperhatikan oleh owner.

1. Harus mengantongi izin

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/cottonbro studio)

Hal pertama dan utama untuk dipenuhi sebelum usaha daycare berjalan ialah pengurusan izin. Kalaupun sekarang usaha tempat penitipan anak terlanjur berjalan, namun belum berizin wajib segera diurus. Jangan sampai ini menjadi masalah di kemudian hari.

Meski agak repot di awal, adanya izin meningkatkan kepercayaan orangtua terhadap usaha daycare-mu. Ini artinya, dirimu sebagai pemilik benar-benar bermaksud baik dalam mendirikan usaha tersebut. Kamu terbuka mengenai usaha yang dijalankan serta siap diawasi oleh pihak-pihak terkait yang memberikan izin usaha.

2. Hanya mempekerjakan pengasuh dengan latar belakang yang tepat

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/Artem Podrez)

Tempat penitipan anak menjadi salah satu usaha yang memerlukan banyak pekerja. Sebab jika perbandingan antara pengasuh dengan anak kurang seimbang pasti akan repot sekali. Namun, ini tidak berarti kamu boleh asal-asalan dalam merekrut pengasuh.

Seleksinya harus amat ketat. Hanya orang-orang dengan latar belakang tepat yang boleh mengurus anak. Dirimu dapat bekerja sama dengan yayasan penyalur pengasuh anak yang profesional. Jangan mempekerjakan orang yang gak sabaran karena karakter anak bermacam-macam.

3. Laporan rutin pada orangtua tentang kegiatan anak selama di daycare

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Pengurus tempat penitipan anak tidak boleh pasif. Jangan mentang-mentang anak sudah diantar orangtuanya ke daycare, lalu kamu tinggal menunggu sampai tiba waktunya anak dijemput kembali. Selama anak berada di tempat penitipan, dirimu atau pengelola daycare lainnya kudu kasih laporan terkini secara berkala.

Dokumentasi dalam bentuk foto dan video amat penting sebagai bukti anak dalam keadaan baik-baik saja. Update informasi tentang kegiatan anak dapat dilakukan tiap 1 atau 2 jam, misalnya. Seperti anak sedang bermain dengan teman-teman, makan siang, tidur siang, dan sebagainya.

4. Mengizinkan orangtua sewaktu-waktu melihat rekaman CCTV

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/Kampus Production)

Keterbukaan pihak pengelola tempat penitipan anak mutlak diperlukan. Jangan ada sedikit pun hal yang hendak ditutupi dari orangtua. Pemasangan CCTV di titik-titik yang strategis baik di dalam maupun di luar ruangan wajib dilakukan.

Kamu sebagai pemilik usaha juga mesti terus memantaunya. Akan tetapi, orangtua sebagai pihak yang telah memberikan kepercayaan terbesarnya pada usaha daycare-mu pun kudu diizinkan kapan saja mengecek rekaman CCTV. Walaupun laporan berkala seperti dalam poin sebelumnya sudah dilakukan.

Foto dan video yang sengaja diambil buat dikirimkan ke orangtua bisa dianggap hanya rekayasa. Seperti anak difoto ketika tidur pulas. Namun, sebetulnya sebelum anak akhirnya tidur, mendapatkan perlakuan buruk dari pengasuhnya. Kalau orangtua bisa memeriksa CCTV kapan pun mereka menginginkannya, tak ada alasan lagi buat meragukan usahamu.

5. Membuat forum diskusi pemilik daycare, pengasuh, serta orangtua

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/Micah Eleazar)

Diskusi ini dapat dilakukan secara online maupun offline menyesuaikan dengan kesibukan para orangtua. Kalau diskusi cuma bisa daring, buat grup khusus yang berisi kamu sebagai pemilik, pengasuh, dan orangtua. Dapat pula grup dirimu serta orangtua saja kalau-kalau mereka ingin menyampaikan hal penting tanpa langsung diketahui oleh pengasuh.

Dengan ruang diskusi begini, para orangtua dapat mengemukakan masalah dan harapannya terkait anak. Juga program yang berjalan di tempat penitipan anak. Kamu serta para pengasuh juga bisa menyampaikan setiap perkembangan anak atau persoalan yang masih perlu waktu buat diatasi hingga tuntas.

6. Punya jadwal kegiatan dan target capaian yang jelas

olahraga ringan
ilustrasi olahraga ringan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tempat penitipan anak sama sekali berbeda dengan tempat penitipan barang. Anak tidak bisa cuma ditaruh orangtua di sana, ditinggal bekerja, kemudian para pengasuh membiarkannya bermain sendiri hingga sore. Daycare sekaligus menjadi tempat mendidik anak secara nonformal.

Maka dari itu, kamu wajib membuat jadwal kegiatan yang jelas setiap hari. Seperti pagi hari, ada olahraga ringan, lalu latihan menggambar, istirahat dan makan camilan sehat, latihan membaca serta menulis, dan sebagainya. Target capaian secara umum maupun khusus per anak juga kudu ada.

Seperti anak yang di rumah masih harus disuapi, akan bisa makan sendiri dengan lancar setelah sekian hari rutin berada di daycare. Anak yang kerap mengompol bakal bisa pergi ke toilet tepat waktu dan sebagainya. Target capaian begini menunjukkan para pengasuh akan bersungguh-sungguh dalam melatih anak.

7. Berkolaborasi dengan ketua lingkungan dan warga sekitar dalam pengawasan

tempat penitipan anak
ilustrasi tempat penitipan anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Terakhir, jangan membuat usahamu hanya menjadi urusan pribadimu. Apalagi usaha yang melibatkan anak-anak. Mereka sangat rentan dan barangkali kamu tidak selalu ada di tempat untuk melakukan pengawasan langsung. Terlebih setelah usaha berkembang, kemudian membuka cabang.

Bekerjasamalah dengan ketua lingkungan dan warga setempat dalam melakukan pengawasan. Minta mereka tidak sungkan menghubungimu kalau ada tanda-tanda mencurigakan. Seperti terdengar suara anak menangis kencang tak kunjung henti dan suara pukulan atau teriakan pengasuh.

Daycare akan makin dibutuhkan di masa depan. Akan tetapi, tak semua usaha ini bakal laku dan bertahan. Tips agar usaha daycare dipercaya orangtua perlu dilakukan. Selain itu, menjaga kepercayaan orangtua juga harus dirawat sebaik mungkin. Kamu kudu memastikan tempat penitipan anak menjadi ruang aman bagi anak, bahkan membantu pengembangan berbagai kemampuan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More