4 Tipe MBTI yang Cenderung Stoic, Apakah Kamu Termasuk?

- INTJ cenderung fokus pada tujuan jangka panjang, mengutamakan logika, dan menahan diri dalam menghadapi tekanan hidup.
- ISTJ sangat terorganisir, bertanggung jawab, dan lebih memilih tindakan logis daripada ekspresi emosional dalam situasi penuh tekanan.
- INFP memiliki sisi stoic yang muncul ketika merasa emosi mereka tidak dapat diterima oleh dunia luar, namun tetap menjaga keseimbangan antara idealisme dan kenyataan.
Mungkin kamu sudah familiar dengan tes MBTI, yang mengklasifikasikan kepribadian kita ke dalam 16 tipe berdasarkan berbagai dimensi. Salah satu aspek yang sering menarik perhatian adalah seberapa banyak seseorang mengekspresikan emosinya atau justru lebih memilih untuk tetap tenang dan terkendali. Bagi sebagian orang, ketenangan adalah pilihan, bukan kelemahan. Dalam hal ini, kepribadian yang stoic—yaitu cenderung mengendalikan diri, jarang menunjukkan emosinya—sering kali menjadi pilihan alami. Lantas, apakah kamu salah satu yang cenderung bersikap demikian?
Memahami tipe-tipe MBTI yang lebih condong pada sikap stoic dapat memberikan kita wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana kita berinteraksi dengan dunia sekitar. Orang-orang ini mungkin tampak lebih sabar, logis, atau bahkan dingin, tetapi itu bukan berarti mereka tidak merasakan apa-apa. Justru, kemampuan mereka untuk menahan diri bisa menjadi kekuatan yang membentuk cara mereka menjalani hidup. Berikut ini adalah empat tipe MBTI yang seringkali cenderung lebih stoic dalam cara mereka menghadapi dunia.
1. INTJ (The Architect)

Tipe INTJ dikenal sebagai pemikir strategis yang selalu fokus pada tujuan jangka panjang. Mereka cenderung mengutamakan logika dan perencanaan dalam setiap keputusan, bahkan jika itu berarti harus mengesampingkan perasaan sementara waktu. Bagi INTJ, emosi bukanlah hal yang perlu ditunjukkan atau diekspresikan secara terbuka. Dalam banyak situasi, mereka akan lebih memilih untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah secara rasional, tanpa terpengaruh oleh reaksi emosional yang berlebihan. Hal ini memberikan mereka ketenangan dalam menghadapi tekanan dan tantangan hidup.
Bukan berarti INTJ tidak merasakan apa-apa, justru mereka memiliki kedalaman emosional yang bisa sangat intens. Namun, kecenderungan mereka untuk menjaga jarak dengan perasaan bisa membuat orang lain sulit memahami apa yang mereka alami. Ini bukan tentang menghindari emosi, tetapi lebih kepada mengendalikan dan mengekspresikan emosi hanya ketika itu benar-benar diperlukan. Dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan stoic ini memungkinkan INTJ untuk tetap fokus pada tujuan dan tidak terjebak dalam kekacauan emosional yang tidak produktif.
2. ISTJ (The Logistician)

ISTJ adalah tipe yang sangat terorganisir dan bertanggung jawab. Mereka cenderung memiliki standar yang tinggi, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk orang lain. Dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan atau konflik, ISTJ akan lebih memilih untuk tetap tenang dan bertindak sesuai dengan aturan yang ada. Mereka jarang terlibat dalam perdebatan emosional atau drama, karena bagi mereka, hasil yang logis dan terukur lebih penting daripada sekadar mengekspresikan perasaan.
Keputusan-keputusan yang mereka buat biasanya didasarkan pada pengalaman dan fakta yang ada, bukan pada insting atau perasaan sesaat. Dalam hubungan pribadi, ISTJ mungkin terlihat tidak terlalu ekspresif, tetapi ini bukan karena mereka tidak peduli. Mereka hanya lebih memilih untuk menunjukkan perhatian mereka dengan cara yang lebih praktis, seperti memberikan dukungan konkret atau memenuhi kewajiban mereka, daripada berbicara banyak tentang perasaan mereka.
3. INFP (The Mediator)

Meskipun INFP dikenal sebagai idealis yang penuh perasaan, ada sisi stoic yang muncul ketika mereka merasa bahwa emosi mereka tidak dapat diterima atau dihargai oleh dunia luar. Sebagai tipe yang sangat introspektif, INFP sering kali mengendalikan perasaan mereka dengan cara yang lebih diam-diam, tidak ingin terbuka terlalu banyak kepada orang lain. Dalam situasi yang emosional atau penuh konflik, mereka akan lebih memilih untuk menyendiri dan merenung, daripada terlibat dalam pertarungan emosional yang tidak produktif.
Di balik sikap stoic ini, INFP memiliki kedalaman perasaan yang luar biasa. Mereka sangat sensitif terhadap nilai-nilai mereka dan berusaha keras untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang mereka anut. Namun, sering kali mereka merasa lebih nyaman beroperasi dalam dunia batin mereka yang tenang dan terkontrol, daripada membiarkan emosi mereka menguasai segalanya. Meskipun demikian, INFP tetap berusaha menjaga keseimbangan antara idealisme dan kenyataan, bahkan jika itu berarti mengorbankan ekspresi emosional mereka.
4. ISTP (The Virtuoso)

ISTP adalah tipe yang sangat praktis dan cenderung menyukai kebebasan. Mereka tidak suka terikat pada norma sosial atau aturan yang kaku, dan lebih memilih untuk menangani masalah secara langsung dan efisien. Dalam situasi stres, ISTP cenderung menjaga ketenangan dan merespons dengan tindakan daripada kata-kata. Mereka mungkin tidak banyak berbicara tentang perasaan mereka, namun tidak berarti mereka tidak merasakan apa-apa. Sebaliknya, mereka lebih suka menunjukkan kepedulian mereka lewat tindakan konkret, bukan ekspresi verbal.
Sebagai tipe yang cenderung bertindak daripada berbicara, ISTP sering kali terlihat sangat stoic, bahkan dalam situasi yang sangat emosional. Namun, kemampuan mereka untuk tetap tenang dan rasional di tengah kekacauan sering kali menjadi keuntungan besar. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat, tanpa terganggu oleh faktor emosional yang dapat mengaburkan penilaian mereka.
Pada akhirnya, sikap stoic bukan hanya tentang menahan emosi atau tidak menunjukkan perasaan. Itu adalah tentang memilih untuk tidak membiarkan emosi kita mengendalikan kita, melainkan mengendalikan diri kita agar dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan berdampak.
Bagi kamu yang cenderung memiliki sifat stoic, ingatlah bahwa ketenangan dan pengendalian diri adalah kekuatan, bukan kekurangan. Namun, jangan sampai kita terjebak dalam keheningan yang menahan potensi penuh kita untuk terhubung dengan orang lain. Menggunakan emosi kita secara bijak bisa menjadi kunci untuk hidup yang lebih seimbang dan bermakna.















![[QUIZ] Pilih Permainan Favorit Upin dan Ipin, Apakah Bakat Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20250528/cover-quiz-10-497ec7ed7fc94e6ef9b9654a1b85ba9a.png)


