4 Tips Networking Ala Gen Z, Biar Karier Makin Gacor

- Personal branding autentik sebagai senjata utama Gen Z dalam era digital.
- Manfaatkan media sosial untuk interaksi tulus dan membangun koneksi jangka panjang.
- Datang ke event atau komunitas yang relevan untuk networking offline yang kuat dan berkesan.
Sekarang dunia kerja makin kompetitif, dan networking alias kemampuan membangun relasi jadi hal yang gak kalah penting dari prestasi. Buat Gen Z yang baru mulai meniti karier, kadang networking ini terasa awkward atau malah bikin canggung. Padahal, kalau dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai gaya anak muda, networking bisa jadi kunci membuka banyak kesempatan baru.
Networking bukan berarti harus sok akrab atau mendekati orang hanya karena ingin "dapat untung". Justru networking yang sehat itu berasal dari ketulusan dan keinginan buat saling belajar. Nah, biar gak bingung mulai dari mana, berikut empat tips networking yang cocok buat Gen Z supaya karier makin gacor dan koneksi makin luas!
1. Bangun personal branding yang autentik

Sebelum membangun networking ke orang lain, pastikan kamu udah tahu dulu siapa dirimu dan apa yang ingin kamu tampilkan. Personal branding ini bisa jadi senjata utama, terutama buat Gen Z yang hidup di era digital. Orang bakal lebih tertarik terkoneksi dengan kamu kalau tahu nilai, keahlian, dan karakter unik yang kamu punya.
Misalnya, kalau kamu aktif di LinkedIn, coba tampilkan portofolio dan aktivitas yang sesuai dengan bidangmu. Gak harus formal banget kok, asal konsisten menunjukkan sisi profesional yang tetap “kamu banget”. Karena percaya atau gak, di dunia kerja sekarang, reputasi online itu penting banget. Saat kamu bisa menunjukkan versi autentik dari dirimu, bukan sekadar “pura-pura profesional”, orang lain akan lebih mudah percaya dan tertarik untuk berkolaborasi. Jadi, sebelum “nyapa orang lain”, pastikan dulu kamu tahu versi terbaik dari diri sendiri.
2. Manfaatkan media sosial sebagai pintu masuk

Gen Z tuh sebenarnya paling jago urusan media sosial. Nah, kenapa gak manfaatin keahlian itu buat networking juga? LinkedIn, Instagram, bahkan X (Twitter) bisa jadi tempat bagus buat ketemu orang-orang yang sevisi. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti kasih komentar di postingan orang, repost insight yang menarik, atau ikut diskusi di kolom komentar.
Networking di media sosial gak harus langsung nge-chat dengan niat “minta kerja”. Justru mulai dari interaksi ringan yang tulus lebih efektif buat membangun koneksi jangka panjang. Kalau udah sering muncul di radar mereka, baru deh pelan-pelan kamu bisa ajak ngobrol lebih jauh. Ingat, media sosial itu kayak etalase, dimana orang bisa tahu banyak tentang kamu dari cara kamu berinteraksi. Jadi, gunakan platform itu dengan cerdas, biar koneksimu berkembang tanpa terlihat “modus”.
3. Datang ke event atau komunitas yang relevan

Kadang, kesempatan terbaik itu datang dari tempat yang gak kamu duga. Coba deh mulai ikut event, workshop, atau komunitas yang sesuai dengan bidangmu. Di sana, kamu bisa ketemu orang-orang dengan minat yang sama dan mungkin aja membuka peluang baru. Networking offline masih punya kekuatan tersendiri, karena interaksi langsung sering kali meninggalkan kesan yang lebih kuat.
Kalau kamu termasuk introvert, gak masalah kok. Gak perlu langsung banyak bicara, cukup dengarkan dulu, senyum, atau ajukan satu pertanyaan yang menunjukkan ketertarikanmu. Dari situ, obrolan bisa berkembang secara natural. Jangan lupa, bawa mindset “pengen belajar”, bukan “pengen dapet manfaat”. Orang bisa merasakan kalau kamu tulus atau cuma datang karena butuh sesuatu. Dan justru, koneksi yang dibangun dari ketulusan seperti inilah yang biasanya bertahan lama dan berbuah hasil positif.
4. Jaga hubungan dengan cara sederhana tapi konsisten

Networking bukan cuma soal “kenalan”, tapi juga gimana kamu bisa menjaga hubungan itu tetap hidup. Banyak orang udah capek-capek networking, tapi habis itu gak pernah follow up lagi. Padahal, menjaga hubungan itu bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana, misalnya mengucapkan selamat saat mereka dapat pencapaian baru, atau sekadar menyapa lewat DM dan tanya kabar.
Hal kecil kayak gitu bisa bikin orang merasa dihargai dan diingat. Dan ketika suatu hari kamu butuh bantuan atau ingin kolaborasi, mereka bakal lebih terbuka karena merasa koneksi kalian genuine. Kuncinya adalah konsistensi dan jangan cuma muncul saat kamu butuh. Di sisi lain, kamu juga bisa jadi orang yang memberi manfaat lebih dulu, misalnya berbagi informasi lowongan, rekomendasi buku, atau insight karier. Sikap seperti itu akan bikin networking kamu bukan cuma luas, tapi juga bermakna.
Networking bukan tentang siapa yang paling banyak kenalan, tapi siapa yang bisa menjalin hubungan dengan cara yang tulus dan saling menghargai. Buat Gen Z, gaya networking gak harus formal dan kaku, cukup dengan jadi diri sendiri dan punya niat baik buat tumbuh bareng. Jadi mulai sekarang, yuk, bangun koneksi biar jadi jalan pembuka agar kariermu makin gacor!













![[QUIZ] Dari Permainan Upin dan Ipin, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251114/new_b0b95950-0a0f-4303-a93b-9f174b639687.png)




