Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kenapa Kita Sulit Tuntas saat Membaca Buku 

5 Alasan Kenapa Kita Sulit Tuntas saat Membaca Buku
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Rachel Lees)

Banyak orang punya keinginan besar buat menyelesaikan buku, tapi kenyataannya gak semudah itu. Awalnya semangat, halaman pertama dibaca dengan penuh antusias, tapi lama-lama buku malah jadi pajangan di rak tanpa tersentuh lagi. Fenomena ini sering terjadi, bukan karena buku yang dibaca gak menarik, tapi lebih ke berbagai faktor yang menghambat proses membacanya.

Padahal, membaca buku bukan cuma sekadar menghabiskan lembar demi lembar, tapi juga soal memahami isi dan menikmati prosesnya. Sayangnya, ada banyak hal yang bikin kita kesulitan buat sampai ke halaman terakhir. Berikut lima hal yang menyebabkan kita sulit menuntaskan membaca buku.

1. Mudah teralihkan oleh gadget

ilustrasi teralihkan oleh gadget (unsplash.com/Mohamed M)
ilustrasi teralihkan oleh gadget (unsplash.com/Mohamed M)

Di era digital kayak sekarang, gadget jadi salah satu pengganggu terbesar buat banyak orang yang pengen menyelesaikan baca buku. Setiap kali buka halaman, tiba-tiba notifikasi dari media sosial muncul, bikin kita penasaran dan akhirnya malah keasyikan scrolling. Awalnya cuma niat lihat sebentar, tapi tahu-tahu udah habis setengah jam cuma buat cek timeline. Kebiasaan ini bikin fokus terpecah, dan akhirnya buku yang tadinya pengen dibaca malah terlupakan.

Selain itu, kebiasaan multitasking juga bikin konsentrasi kita menurun. Banyak yang berpikir bisa baca buku sambil sesekali buka HP atau nonton TV, padahal justru bikin pemahaman kita terhadap isi buku jadi berantakan. Kalau udah begini, gak heran kalau buku yang dibaca berkali-kali tetap gak kelar-kelar.

2. Memilih buku yang kurang sesuai

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Blaz Photo
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Blaz Photo

Sering kali, kita tertarik buat baca buku hanya karena tren atau rekomendasi orang lain tanpa benar-benar mempertimbangkan apakah buku itu sesuai dengan minat dan gaya baca kita. Akibatnya, setelah beberapa halaman, kita mulai merasa bosan dan kehilangan motivasi buat lanjut. Misalnya, seseorang yang lebih suka cerita ringan tapi memaksakan diri baca buku filsafat yang berat, pasti cepat kehilangan minat.

Bukan berarti kita gak boleh eksplorasi genre baru, tapi lebih baik pilih buku yang benar-benar menarik buat kita. Kalau memang baru mulai membangun kebiasaan membaca, lebih baik pilih buku yang ringan dan menyenangkan dulu sebelum beralih ke yang lebih kompleks. Dengan begitu, membaca gak akan terasa seperti beban yang bikin cepat menyerah.

3. Gak punya kebiasaan baca yang konsisten

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Nathan Aguirre)
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Nathan Aguirre)

Konsistensi adalah kunci buat menyelesaikan buku, tapi sering kali kita membaca hanya saat sedang mood atau punya waktu luang. Masalahnya, kalau gak ada jadwal baca yang jelas, bisa-bisa buku yang udah mulai dibaca malah gak disentuh lagi dalam waktu lama. Akhirnya, kita lupa sama jalan cerita atau isi buku, lalu kehilangan motivasi buat lanjut.

Membangun kebiasaan membaca bisa dimulai dengan menetapkan waktu khusus setiap hari, meskipun cuma 15-30 menit. Bikin rutinitas kecil seperti baca sebelum tidur atau saat menunggu sesuatu bisa membantu kita tetap terhubung dengan buku yang sedang dibaca. Dengan begitu, membaca jadi kebiasaan yang melekat, bukan cuma aktivitas selingan yang mudah dilupakan.

4. Beban pikiran yang terlalu banyak

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/ Thought Catalog)
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/ Thought Catalog)

Kadang, bukan buku yang membosankan, tapi pikiran kita yang terlalu penuh sama hal lain. Saat sedang stres atau banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, otak jadi sulit buat fokus ke bacaan. Bukannya menikmati cerita atau memahami isi buku, malah kepikiran tugas yang belum selesai atau masalah yang lagi dihadapi. Akhirnya, buku yang dibuka berkali-kali tetap gak bisa dinikmati karena perhatian kita ada di tempat lain.

Buat mengatasi ini, penting buat membaca di kondisi yang lebih tenang. Coba cari waktu yang pas, misalnya setelah semua pekerjaan selesai atau di pagi hari saat pikiran masih segar. Membaca buku di lingkungan yang nyaman juga bisa membantu, misalnya di tempat yang minim gangguan dan jauh dari distraksi.

5. Harapan yang terlalu tinggi

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com)
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com)

Kadang, kita terlalu berekspektasi bahwa membaca buku harus selalu jadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh wawasan. Begitu nemu bagian yang terasa sulit atau kurang menarik, kita jadi cepat menyerah dan merasa gagal. Padahal, gak semua bagian dalam buku harus selalu seru. Ada bagian yang butuh pemahaman lebih dalam, ada juga yang mungkin terasa kurang relevan dengan kita.

Kalau terlalu perfeksionis dalam membaca, kita malah gampang kecewa dan kehilangan semangat. Lebih baik nikmati prosesnya tanpa harus merasa terbebani buat memahami semuanya sekaligus. Kalau perlu, baca buku secara bertahap dan jangan ragu buat melompati bagian yang dirasa kurang menarik. Dengan cara ini, membaca tetap jadi pengalaman yang menyenangkan tanpa harus merasa terpaksa.

Menyelesaikan membaca buku memang bukan perkara mudah, terutama di zaman yang penuh distraksi ini. Tapi, dengan mengatasi hambatan-hambatan yang ada, kebiasaan membaca bisa jadi lebih menyenangkan dan produktif. Dengan begitu, menyelesaikan buku gak lagi terasa seperti tugas berat, tapi jadi aktivitas yang benar-benar dinikmati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Annisa Nur Fitriani
EditorAnnisa Nur Fitriani
Follow Us