Berpikir positif sering dianggap sebagai hal yang baik karena dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih optimis. Namun, tidak semua bentuk sikap positif memberikan dampak yang sehat. Ketika seseorang dipaksa untuk selalu berpikir positif dan mengabaikan emosi yang sebenarnya dirasakan, kondisi tersebut bisa berubah menjadi toxic positivity.
Toxic positivity terjadi ketika emosi negatif seperti sedih, kecewa, marah, atau takut dianggap tidak boleh dirasakan atau diungkapkan. Akibatnya, seseorang justru cenderung memendam perasaannya dan kesulitan memproses emosi secara sehat. Berikut beberapa bentuk toxic positivity yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
