Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bukti Bahwa Kamu Tidak Mesti Mengikuti Tren

5 Bukti Bahwa Kamu Tidak Mesti Mengikuti Tren
ilustrasi seorang pria (unsplash.com/Maxim Mogilevskiy)

Mengikuti tren itu adalah sesuatu yang umum dilakukan banyak orang hari ini. Mereka berbondong-bondong untuk itu.

Tapi, apakah sepenting itu kamu harus tergabung di dalamnya? Maksudnya, apakah kamu juga mesti meniru mereka? Jawabannya adalah tidak. Temukan alasannya di bawah ini.

1. Kamu baik-baik saja

ilustrasi seorang pria (unsplash.com/Jorick Jing)
ilustrasi seorang pria (unsplash.com/Jorick Jing)

Apa yang bisa kamu lihat langsung adalah bahwa kamu baik-baik saja meski tidak ikutan tren. Kamu tetap menjalani harimu seperti biasa. Kamu tersenyum bahagia tanpa beban yang ikut serta.

Tidak ada yang berubah. Kamu bisa tetap menikmati hari-harimu dengan dirimu yang memilih untuk tidak ikut melakukan tren. Karena memang seperti itu. Tren bukan tolok ukur untuk merasakan kesenangan yang bisa kamu peroleh. Jadi, kesimpulannya jelas bahwa tidak ada masalah, kan?

2. Itu bukan sesuatu yang wajib

ilustrasi seorang pria (pexels.com/August de Richelieu)
ilustrasi seorang pria (pexels.com/August de Richelieu)

Siapa yang bilang bahwa kamu wajib ikut tren? Tidak ada, kan? Jadi, tidak usah membuat kepalamu pusing. Kamu patut sadari satu hal bahwa tren itu bukan hal yang spesial.

Tren terkadang hanya tenar beberapa saat saja. Mengabaikannya menjadi pilihan yang tepat. Sebab ,kamu bisa fokus pada apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Dengan kata lain, energimu terpusat pada satu titik.

3. Tren tidak akan pernah habis

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Simon Robben)
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Simon Robben)

Kamu hanya akan lelah karena berlarian mengejar tren yang memang tidak akan pernah usai. Sebab itu adalah hakikatnya. Ia akan terus berlajan seiring dengan berpindahnya zaman.

Tren adalah sesuatu yang dinamis. Ia tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun. Entah sampai kapan. Jadi kamu tidak akan pernah menemukan ujungnya.

4. Tren tidak selamanya baik untukmu

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Malen Almonacid Trossi)
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Malen Almonacid Trossi)

Tren itu tidak selamanya bagus untukmu. Kebanyakan orang mengikuti tren tanpa melihat nilainya. Mereka tidak peduli apakah itu negatif atau positif. Sebab mereka hanya mengikuti arus.

Nah, kamu harus lebih jeli melihat sebuah tren. Kalau ia negatif, pergilah jauh. Selamatkan dirimu. Jangan hanya karena hal itu sedang ramai kamu nimbrung untuk dapatkan ketenaran. 

5. Kamu lebih keren dengan jadi diri sendiri

ilustrasi pria (pexels.com/Tamar Willoughby)
ilustrasi pria (pexels.com/Tamar Willoughby)

Sejatinya, kamu hanya perlu menampilkan apa yang sebenarnya menjadi bagian dari dirimu. Itulah yang terbaik. Sebab itulah yang paling asli. Tanpa sedikit pun bumbu kebohongan.

Dengan begitu, kamu bisa tenang. Kamu tidak perlu memikirkan tren yang sedang booming. Biarkan orang lain. Mereka juga punya pilihan. Begitu juga dengan kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Giffary Yusuf
EditorGiffary Yusuf
Follow Us