Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku Self-Sabotage untuk Mengatasi Kebiasaan Merugikan Diri
ilustrasi wanita membaca buku tentang self-sabotage (pexels.com/George Milton)
  • Self-sabotage adalah perilaku berulang yang menghambat tujuan jangka panjang, seperti prokrastinasi, makan emosional, atau melukai diri, dan kerap dipicu pola pikir kaku.
  • The Mountain Is You dan Taming Your Outer Child membahas konflik kebutuhan, penolakan perubahan, serta sisi impulsif yang mengejar kepuasan instan hingga mengganggu rencana.
  • I Shouldn't Feel This Way, Stop Doing That Sh*t, dan Ego Is the Enemy menawarkan panduan memahami emosi, dialog batin negatif, pola destruktif, serta ego yang menghambat perkembangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumber rujukan:

1.) https://www.psychologytoday.com/us/basics/self-sabotage

2.) https://www.psychologytoday.com/us/blog/brainstorm/202605/how-we-sabotage-our-growth

3.) https://www.goodreads.com/book/show/41180663-stop-doing-that-sh-t

4.) https://www.goodreads.com/book/show/53642699-the-mountain-is-you

Self-sabotage merupakan bentuk hambatan diri saat kamu berulang kali melakukan tindakan yang membuatmu terhalang dari kesuksesan. Terutama, saat kamu berupaya mencapai sebuah tujuan jangka panjang. Ada beberapa bentuk sabotase diri,  seperti menunda-nunda pekerjaan (prokrastinasi), makan berlebihan demi kenyamanan emosional, hingga tindakan melukai diri sendiri.

Bentuk sabotase diri juga sering kali berakar dari pola pikir kaku seseorang. Misalnya, pola pikir absolutis yang membuat seseorang sering berlindung di balik kata-kata “semuanya”, “selamanya”, atau “terburuk”. Cara berpikir yang dapat menghambat kamu untuk berpikir lebih terbuka. 

Mengatasi kebiasaan self-sabotage memang tidak mudah, apalagi terkadang kamu tak menyadari polanya. Tapi, sudah banyak buku self-growth yang secara khusus mengupas tentang masalah sabotase diri. Jadi, jika kamu ingin terbebas dari kebiasaan  sabotase diri yang mengakar, rekomendasi buku tentang self-sabotage terpopuler ini mungkin akan membantumu!

1. The Mountain Is You: Transforming Self-Sabotage Into Self-Mastery karya Brianna Wiest

rekomendasi buku tentang self-sabotage (amazon.com)

Brianna Wiest merupakan seorang penulis yang terkenal lewat buku-buku tentang self-development dan kesehatan mental. Salah satu yang paling populer adalah The Mountain Is You yang fokus membahas sabotase diri. Di buku ini, kamu akan memahami sabotase diri mulai dari mengapa kamu melakukannya, kapan kamu melakukannya, dan bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini untuk selamanya.

Menurut Wiest, kebutuhan yang datang secara bersamaan, namun saling bertentangan, sering kali memicu perilaku sabotase diri. Kondisi ini yang menyebabkan seseorang menolak perubahan, bahkan merasa berubah itu hal yang sia-sia. Untuk itu, kamu akan menggali wawasan tentang  kebiasaan-kebiasaan diri yang paling merusak ini.

Lalu, bagaimana  membangun kecerdasan emosional melalui pemahaman yang lebih baik tentang otak dan tubuh sendiri, melepaskan pengalaman masa lalu hingga ke tingkat sel, serta belajar untuk bertindak selaras dengan potensi diri di masa depan. Melalui  buku ini, kamu akan belajar untuk berhenti menghalangi diri sendiri dan bersiap mewujudkan potensi diri yang sesungguhnya.

2. Taming Your Outer Child: Overcoming Self-Sabotage and Healing from Abandonment karya Susan Anderson

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Anderson membahas tentang sabotase diri melalui konsep tentang outer child. Menurutnya, kemungkinan setiap orang pernah berhadapan dengan outer child mereka, yakni bagian dari kepribadian kamu yang bersifat impulsif, ceroboh, dan cenderung menyabotase diri. Sosok tersembunyi yang keliru ini dapat mengagalkan kamu upaya kamu dalam mencapai diet, mendorong boros, hingga soal asmara.

“Outer Child” bersifat semaunya, mencoba memenuhi berbagai keinginan dan kebutuhan kamu yang bersifat kekanak–kanakan. Tindakannya mungkin sebenarnya wajar,  tapi dilakukan pada waktu yang tidak tepat, dengan cara yang salah, dan justru kontraproduktif. Seringnya, si outer child ini mengejar kepuasan instan dan solusi yang cepat, terlepas dari rencana matang yang telah kamu susun.

3. I Shouldn't Feel This Way karya Alison Cook

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Jika kamu mencari buku tentang sabotase diri dari ahli dengan latar belakang relevan, cobalah baca karya dari Dr. Alison Cook ini. Ia adalah seorang terapis, psikolog agama, sekaligus penulis buku terlaris versi USA Today dan LA Times, serta pembawa acara podcast “The Best of You”. Selama lebih dari dua dekade, Cook telah mendampingi banyak orang yang merasa kesepian dengan hidupnya.

Melalui  buku ini, penulis berbagi bahwa saat batin kamu terasa kusut, memang sulit untuk menemukan kejernihan. Namun, alih-alih mengurai perasaan yang rumit tersebut, banyak orang yang justru menyalahkan diri hingga memanipulasi persepsi atas diri sendiri (gaslighting). Kamu akan mendapatkan panduan melalui proses tiga langkah inovatif yang telah berhasil membantu puluhan ribu orang menemukan kebebasan  emosional dan terobosan nyata dari Dr. Alison Cook.

4. Stop Doing That Sh*t: End Self-Sabotage and Demand Your Life Back karya Gary John Bishop

rekomendasi buku tentang self-sabotage (amazon.com)

Berasal dari penulis buku terlaris versi New York Times dan Internasional. Gary John Bishop menghadirkan panduan blak-blakan untuk mendobrak siklus sabotase diri, sehingga pembaca bisa mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup. Sang penulis akan mengajakmu untuk menyadari, sudah saatnya mulai mengenali dan bertanggung jawab atas dialog batin negatif yang selama ini menghambat.

Ini karya lanjutan dari Unfu*k Yourself. Di sini, ia fokus mengajarkan cara menghentikan kebiasaan sabotase diri. Bishop menjelaskan bahwa siklus destruktif yang seseorang alami, berakar dari cara kerja pikirannya. Ia mengidentifikasi berbagai tipe kepribadian dan cara-cara manusia merugikan diri  sendiri. Seperti tidak bisa menabung, terjebak hubungan toxic, hingga merasa stagnan dalam karier.

5. Ego Is the Enemy karya Ryan Holiday

rekomendasi buku tentang self-sabotage (amazon.com)

Banyak orang bersikeras berpikir, hambatan utama menuju hidup yang utuh dan sukses adalah dari dunia luar. Padahal, musuh yang paling umum justru ada dari dalam diri kita sendiri, yakni ego diri sendiri. Di awal karier, ego menghambat proses belajar dan pengembangan bakat. Saat meraih kesuksesan, ego bisa membutakan kamu terhadap kekurangan diri sendiri dan menanam benih masalah di masa depan.

Saat mengalami kegagalan, ego memperbesar setiap pukulan yang diterima dan membuat setiap proses pemulihan menjadi jauh lebih sulit. Di setiap tahapan, ego selalu menahan langkahmu. Buku ini menyajikan beragam kisah, contoh, dari literatur, filsafat, dan sejarah. Kamu akan berjumpa dengan tokoh-tokoh seperti Howard Hughes hingga Bill Belichik yang mencapai pusat kekuasaan dengan menaklukkan ego mereka sendiri.

Agar dapat menghentikan kebiasaan sabotase diri, kuncinya ada pada menganalisis pola perilakunya. Orang yang rentan terhadap perilaku merugikan diri sendiri dapat menganalisisnya saat mengalami stres. Lalu, lihat dan catat, sumber dari stres tersebut dan bagaimana diri kamu meresponsnya. Kamu bisa memahami tindakan, pola tingkah laku, hingga pemikiran yang merusak diri sendiri tersebut dengan mempelajarinya dari buku-buku tentang self-sabotage di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article