Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Bersikap Cuek Mengenai Pandangan Negatif Orang Lain Terhadapmu

5 Cara Bersikap Cuek Mengenai Pandangan Negatif Orang Lain Terhadapmu
Pexels/mentatdgt

Terkadang dalam hidup, kita terlalu terkekang dengan opini orang lain dan hidup di bawah bayang-bayang pemikiran orang lain. Komentar negatif serta pendapat-pendapat yang tidak selalu positif dari orang lain tentu tidak menyenangkan. Banyak dari hal tersebut yang menyebabkan diri kita menjadi terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman dan pada akhirnya tidak ada perkembangan karena terlalu terkekang dengan opini orang lain alih-alih menyadari potensi yanga ada didalam diri.

Lantas hal apakah yang harus dilakukan? Ada beberapa cara untuk mengatasinya, salah satunya pendapat dari seorang psikolog bernama Ellen Hendriksen, Ph.D seorang Psikolog Klinis dari Boston University yang menyebutkan ada beberapa cara ilmiah untuk mengatasi tanggapan-tanggapan negatif orang lain terhadap diri kita. Penasaran? Simak di bawah ini.

1. Jangan bersikap defensif

healthline.com
healthline.com

Ketika kamu menerima kritikan yang bersifat menjatuhkan jangan langsung bersifat defensif. Pertimbangkan berbagai hal yang bersifat positif dan cobalah dengarkan kritikan tersebut walaupun di dalamnya terdapat hinaan atau hujatan.

Meski terdapat gejolak ingin membalas dengan cacian atau fisik, cobalah kontrol dirimu. Berikan umpan balik yang positif terhadap pengkritik kalian. Ketika semuanya sudah dilakukan, kamu dapat menyaring dan memutuskan langkah berikutnya agar tidak terlalu diambil hati ketika kamu dikritik dengan maksud menjatuhkan.

2. Jangan terlalu memikirkan pandangan negatif orang lain terhadapmu, tidak berarti pandangan mereka selalu benar

Pexels/bruce mars
Pexels/bruce mars

Penting diingat bahwa pendapat negatif orang lain terhadapmu bukanlah kebenaran yang pasti dan final. Kamu tentu bisa memiliki hak untuk tidak setuju terhadap hal tersebut. Cobalah untuk tidak menjadi seseorang  penakut untuk berargumen, jika itu adalah kebenaran yang harus diungkapkan maka ungkapkan.

3. Ingatlah bahwa setiap orang bisa mengubah pikirannya sendiri

Pexels/nappy
Pexels/nappy

Pikiran kadang tidak selalu sama. Hari ini orang lain membencimu, mungkin besok ia bisa jadi penggemarmu. Pikiran orang-orang tentunya sangat mudah berubah. Layaknya sebuah tren yang datang dan pergi, alangkah lebih baik kalian berpegang teguh pada pendirianmu dan biarkan pendapat negatif orang lain berkeliaran. Jadilah orang yang positif dan raihlah tempat teratas.

4. Tantang keyakinanmu

Pexels/Artem Bali
Pexels/Artem Bali

Banyak orang yang terlalu khawatir terhadap penilaian orang lain mengenai dirinya. Mereka sering berpikir bahwa dengan selalu bertindak baik maka akan mencegah krtikan negatif serta pandangan yang buruk terhadap dirinya, kenyataannya tentu saja tidak.

Kamu perlu melakukan kesalahan dalam hidup, baik kesalahan disengaja atau tidak disengaja. Tantanglah dirimu untuk melakukan kesalahan dan lihat apa yang terjadi. Dari hal tersebut kamu akan belajar bahwa segala hal-hal positif yang dilakukan sepanjang hidup tidak selalu dipandang positif oleh orang lain. Dan ketika kamu melakukan kesalahan, kamu akan belajar banyak bahwa hidup ini universal dan tidak dapat diprediksi.

5. Identifikasi penyebab kamu terlalu peduli pada hal yang negatif

Pexels/João Jesus
Pexels/João Jesus

Jika kamu takut dipandang negatif oleh orang lain, tanyakan pada dirimu hal apakah yang menyebabkan takut tersebut? Ubahlah pola pikirmu yang sering berpikiran negatif terhadap cara pandang orang lain terhadap dirimu. Percayalah tidak semua manusia itu buruk, buanglah pikiran negatif terhadap orang lain. Perbanyaklah pengalaman dalam berbagai hal, karena pengalaman adalah kunci penting untuk selalu bersikap positif.

So, sudah siap menjadi pribadi yang positif?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Arifina Budi A.
EditorArifina Budi A.
Follow Us