Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Melatih Diri agar Gak Kaku dan Lebih Siap Menghadapi Perubahan

5 min read
5 Cara Melatih Diri agar Gak Kaku dan Lebih Siap Menghadapi Perubahan
ilustrasi perubahan (magnific.com/magnific)
  • Fleksibilitas membantu menghadapi perubahan kerja, lingkungan, kebiasaan, dan aturan dengan lebih tenang; langkah awalnya adalah mengenali pola yang dipertahankan tanpa menghakimi diri.
  • Membiasakan perubahan kecil, seperti memilih rute atau aktivitas baru, serta menjalankan proyek sederhana dapat melatih adaptasi, kreativitas, dan kemampuan mencari alternatif solusi.
  • Pola pikir dapat dilatih dengan mempertanyakan keputusan lama berdasarkan kebutuhan saat ini dan menjadikan perubahan terpaksa sebagai tantangan untuk menemukan cara baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan sering kali bikin kamu merasa gak nyaman, apalagi ketika sesuatu yang sudah terbiasa dilakukan tiba-tiba harus berbeda. Mulai dari pindah pekerjaan, berganti lingkungan, mencoba kebiasaan baru, sampai menghadapi aturan kantor yang berubah bisa terasa melelahkan.

Masalahnya, hidup gak selalu berjalan sesuai pola yang sudah kamu susun sebelumnya. Karena itu, kemampuan untuk lebih luwes dan cepat beradaptasi bisa membantumu menghadapi situasi baru dengan lebih tenang.

Kabar baiknya, sikap fleksibel bisa dilatih lewat kebiasaan sederhana dan berbagai eksperimen kecil dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 1. Kenali pola diri tanpa terlalu menghakimi

    ilustrasi bercermin
    ilustrasi bercermin (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Langkah pertama agar kamu lebih fleksibel adalah memahami pola yang selama ini membuatmu sulit menerima perubahan. Coba perhatikan hal-hal yang masih kamu pertahankan hanya karena sudah terbiasa, meskipun sebenarnya kamu mulai merasa kurang puas. Misalnya, kamu tetap menggunakan layanan tertentu, mempertahankan rutinitas, atau bertahan dalam situasi yang sebenarnya sudah ingin kamu tinggalkan.

    Psikolog dan penulis Gretchen Rubin pernah menyampaikan nasihat dari ayahnya bahwa ketika seseorang mulai merasa sudah waktunya melakukan perubahan, kemungkinan perubahan itu sebenarnya sudah perlu dilakukan sejak beberapa waktu sebelumnya. Gagasan tersebut bisa menjadi pengingat agar kamu gak terlalu lama mengabaikan rasa gak nyaman yang muncul. Kalau akhirnya harus berubah, langkah pertama yang kamu ambil juga gak harus langsung sempurna. Kadang, keputusan yang masih terasa kurang ideal justru menjadi jalan menuju pilihan yang lebih baik.

  2. 2. Biasakan perubahan kecil secara rutin

    ilustrasi kereta api
    ilustrasi kereta api (unsplash.com/Reyhan Aviseno)

    Perubahan akan terasa lebih berat ketika kamu hampir selalu menjalani hidup dengan pola yang sama. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah sengaja memasukkan perubahan kecil ke dalam rutinitas. Kamu bisa mencoba berbelanja di tempat berbeda, memilih rute baru saat bepergian, mencoba merek produk lain, atau mempelajari aktivitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Menurut penjelasan dalam Psychology Today, melakukan perubahan secara berkala dapat membantu seseorang terbiasa menghadapi switching costs, yaitu usaha atau kerepotan yang muncul ketika berpindah dari satu pilihan ke pilihan lain. Kamu gak harus membuat perubahan besar setiap bulan karena perubahan sederhana pun sudah bisa menjadi latihan. Semakin sering kamu mencoba sesuatu yang berbeda dalam skala kecil, semakin familier rasanya ketika harus beradaptasi. Perlahan, kamu juga gak terlalu terikat pada kebiasaan lama hanya karena sudah merasa nyaman dengannya.

  3. 3. Coba proyek kecil yang bikin kamu lebih kreatif

    ilustrasi microwave
    ilustrasi microwave (vecteezy.com/minicase)

    Melatih fleksibilitas gak harus selalu dilakukan melalui keputusan besar, lho. Kamu bisa membuat proyek kecil yang memaksamu mencari cara berbeda untuk menyelesaikan sesuatu. Misalnya, mencoba memasak menggunakan bahan yang tersedia di rumah, menjalani satu minggu tanpa kendaraan pribadi, atau mencari aktivitas hiburan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Menurut penjelasan dalam Psychology Today tentang resourcefulness, tantangan sederhana dapat membantu melatih kemampuan menemukan solusi dari berbagai sumber daya yang tersedia. Kamu jadi terbiasa melihat kemungkinan lain ketika cara pertama gak berhasil. Kebiasaan ini berguna ketika menghadapi perubahan karena kamu gak langsung menganggap satu masalah hanya memiliki satu solusi. Supaya gak terasa membebani, anggap eksperimen tersebut sebagai permainan untuk melatih kreativitas, bukan sebagai tugas yang harus selalu berhasil.

  4. 4. Gunakan pertanyaan untuk menantang cara berpikir

    ilustrasi berpikir
    ilustrasi berpikir (pexels.com/Kenzhar Sharap)

    Terkadang, alasan kamu sulit berubah bukan karena pilihan lama memang paling sesuai, melainkan karena pikiranmu sudah terlalu terbiasa dengannya. Kamu mungkin merasa sayang meninggalkan sesuatu yang sudah dibeli, digunakan, atau dipilih selama bertahun-tahun. Padahal, keputusan yang pernah tepat di masa lalu belum tentu masih sesuai dengan kebutuhanmu sekarang.

    Coba ajukan pertanyaan yang membuatmu melihat pilihan tersebut dari sudut pandang berbeda. Misalnya, "Kalau aku mendapatkan uang senilai biaya langganan ini sekarang, apakah aku masih akan memilih menggunakan layanan tersebut?" Menurut penjelasan dalam Psychology Today, pertanyaan semacam ini dapat membantu menghadapi status quo bias, loss aversion, dan sunk cost fallacy. Dengan membayangkan seolah-olah kamu sedang membuat keputusan dari awal, kamu bisa menilai sesuatu berdasarkan kebutuhan saat ini, bukan sekadar karena sudah terlanjur memilihnya.

  5. 5. Ubah perubahan terpaksa menjadi tantangan

    ilustrasi tantangan
    ilustrasi tantangan (magnific.com/Lifestylememory)

    Gak semua perubahan datang karena kamu menginginkannya. Di tempat kerja misalnya, kamu bisa menghadapi aturan baru, sistem baru, perubahan tanggung jawab, atau prosedur yang membuat pekerjaan terasa lebih rumit. Kondisi seperti ini memang bisa menguras energi karena keputusan tersebut mungkin sama sekali gak berada di tanganmu.

    Meski begitu, kamu masih bisa menentukan bagaimana cara meresponsnya. Cobalah melihat situasi tersebut sebagai tantangan untuk menemukan cara kerja yang lebih kreatif tanpa harus berpura-pura bahwa perubahan itu menyenangkan. Mengutip Psychology Today, kreativitas yang muncul ketika seseorang dipaksa mencari jalan keluar dari situasi sulit terkadang bisa dimanfaatkan untuk menghadapi persoalan lain. Jadi, kamu gak harus menganggap setiap perubahan sebagai sesuatu yang positif untuk tetap mendapatkan kemampuan baru darinya.

    Pada akhirnya, menjadi pribadi yang fleksibel bukan berarti kamu harus selalu menyukai perubahan. Ada perubahan yang memang menyenangkan, tapi ada juga perubahan yang merepotkan dan datang tanpa persetujuan. Hal terpenting adalah melatih diri agar gak terlalu terpaku pada satu pola ketika keadaan mulai bergeser.

    Dengan mencoba perubahan kecil, bereksperimen, mempertanyakan pola pikir, dan mencari alternatif, kamu bisa perlahan menjadi lebih luwes menghadapi situasi baru. Kadang, kemampuan beradaptasi justru tumbuh ketika kamu mulai memberi ruang bagi kemungkinan bahwa cara lama bukan satu-satunya cara yang bisa digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More