Pernah membeli buku self-help karena judulnya menjanjikan hidup lebih bahagia, tetapi isinya justru terasa berulang? Kamu membaca banyak kalimat penyemangat, tetapi bingung menerapkannya ketika menghadapi masalah pekerjaan atau hubungan. Situasi ini menunjukkan bahwa memilih buku pengembangan diri gak cukup hanya mengandalkan judul menarik dan sampul yang meyakinkan.
Buku yang berkualitas seharusnya membantu kamu memahami masalah dengan lebih jernih, bukan sekadar membuatmu bersemangat sesaat. Sayangnya, gak semua buku motivasi menawarkan penjelasan yang masuk akal atau saran yang sesuai dengan kondisi nyata. Yuk, simak lima cara memilih buku self-help agar kamu gak mudah tergoda jargon yang terdengar indah, tetapi minim manfaat.
