Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengasah Intuisi agar Lebih Cepat Mengambil Keputusan Sulit

ilustrasi perempuan merenung
ilustrasi perempuan merenung (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Refleksikan keputusan masa lalu untuk mengenali pola dan dampaknya.
  • Latih kepekaan dengan mendengarkan respons tubuh dan emosi.
  • Perkaya sudut pandang lewat membaca dan diskusi untuk melatih intuisi yang sehat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengambil keputusan sulit sering kali terasa melelahkan, apalagi ketika pilihan yang ada sama-sama berisiko. Terlalu lama berpikir bisa bikin ragu, tapi terlalu cepat bertindak juga rawan penyesalan. Di titik inilah intuisi berperan sebagai kompas batin yang membantu kita membaca situasi dengan lebih jernih. Intuisi bukan sekadar perasaan semata, melainkan hasil dari proses berpikir dan pengalaman yang terinternalisasi.

Banyak orang mengira intuisi adalah bakat bawaan, padahal kemampuan ini bisa diasah. Ketika intuisi berjalan seiring dengan critical thinking, keputusan yang diambil cenderung lebih tepat dan minim drama. Kamu gak cuma bereaksi, tapi benar-benar memahami konteks sebelum menentukan langkah. Yuk simak lima cara melatih intuisi agar kamu lebih sigap dan tenang saat harus mengambil keputusan penting.

1. Biasakan merefleksikan keputusan yang pernah diambil

ilustrasi perempuan
ilustrasi perempuan (freepik.com/lifeforstock)

Intuisi tumbuh dari pengalaman yang dipahami, bukan sekadar dialami. Dengan merefleksikan keputusan masa lalu, kamu belajar mengenali pola antara pilihan dan dampaknya. Proses ini membantu otak menyimpan “sinyal” yang berguna di situasi serupa. Tanpa refleksi, pengalaman hanya lewat tanpa memberi pelajaran.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi keputusan, baik yang berhasil maupun yang gagal. Tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa dipelajari dari situasi tersebut. Kebiasaan ini memperkuat kesadaran diri dan ketajaman berpikir. Lama-lama, intuisi kamu jadi lebih terlatih dan relevan.

2. Latih kepekaan dengan mendengarkan respons tubuh dan emosi

ilustrasi perempuan sedih
ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Timur Weber)

Sering kali tubuh memberi sinyal lebih cepat daripada pikiran rasional. Rasa gelisah, tenang, atau tidak nyaman bisa jadi petunjuk awal dalam decision making. Bukan berarti semua emosi harus diikuti, tapi penting untuk disadari. Kepekaan ini membantu kamu menangkap hal-hal yang tak selalu terlihat logika.

Cobalah berhenti sejenak sebelum memutuskan sesuatu yang besar. Amati reaksi emosional dan fisik yang muncul. Dengan mengenali respons tersebut, kamu belajar membedakan antara intuisi dan impuls. Ini langkah penting dalam cara melatih intuisi yang sehat.

3. Perkaya sudut pandang lewat membaca dan diskusi

ilustrasi perempuan membaca
ilustrasi perempuan membaca (pexels.com/Sam Lion)

Intuisi yang tajam butuh bahan bakar berupa wawasan. Membaca buku, artikel, atau berdiskusi membuka cara pandang baru dalam melihat masalah. Semakin kaya referensi, semakin cepat otak menghubungkan informasi. Inilah dasar berpikir kritis yang sering luput disadari.

Paparan ide yang beragam melatihmu memahami kompleksitas situasi. Kamu jadi gak mudah terpaku pada satu jawaban mutlak. Saat harus mengambil keputusan sulit, intuisi bekerja dengan data yang lebih matang. Hasilnya, pilihan terasa lebih mantap dan terarah.

4. Kurangi kebisingan agar pikiran lebih jernih

ilustrasi perempuan menikmati suasana
ilustrasi perempuan menikmati suasana (freepik.com/jcomp)

Intuisi sulit muncul ketika pikiran terlalu penuh distraksi. Notifikasi, opini orang lain, dan tekanan sosial sering menutupi suara batin sendiri. Dengan mengurangi kebisingan, kamu memberi ruang bagi pikiran untuk mengolah informasi secara mendalam. Kejernihan ini sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.

Cobalah memberi jeda dari hiruk-pikuk, meski hanya beberapa menit sehari. Menulis jurnal atau berjalan santai bisa membantu menenangkan pikiran. Dalam kondisi tenang, intuisi lebih mudah diakses. Kamu pun lebih percaya pada penilaian diri sendiri.

5. Berani mengambil keputusan kecil secara mandiri

ilustrasi perempuan berpikir
ilustrasi perempuan berpikir (freepik.com/KamranAydinov)

Intuisi gak langsung terasah lewat keputusan besar. Justru keputusan kecil sehari-hari adalah latihan terbaik. Ketika kamu terbiasa menentukan pilihan sendiri, kepercayaan diri ikut meningkat. Ini memperkuat hubungan antara intuisi dan logika.

Mulailah dari hal sederhana tanpa terlalu bergantung pada validasi orang lain. Perhatikan hasil dari pilihan tersebut dan pelajari dampaknya. Dari sini, intuisi berkembang secara alami. Saat keputusan sulit datang, kamu sudah lebih siap menghadapinya.

Mengasah intuisi bukan berarti mengabaikan logika, tapi menyelaraskan keduanya. Dengan cara melatih intuisi yang tepat, kemampuan berpikir kritis dan tips ambil keputusan bisa berjalan beriringan. Kamu jadi lebih cepat, tenang, dan yakin saat menentukan arah. Yuk, mulai dengarkan intuisi dan latih ia agar jadi sekutu terbaikmu dalam setiap keputusan penting.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Rekomendasi Baju Imlek 2026 Selain Merah, Bermakna dan Bawa Hoki!

17 Jan 2026, 13:45 WIBLife