ilustrasi pria beribadah (pexels.com/Thirdman)
Supaya ibadah bisa dilakukan secara konsisten, ubahlah pola yang biasa dijalankan orang banyak. Jika orang lain beribadah karena kewajiban yang harus, maka kamu jadikan ibadah sebagai ruang tenang yang gak menekan.
Kamu bisa menciptakan ibadah sebagai momen healing atau meditasi. Membangun kedekatan dengan Ilahi, agar perasaan dan pikiran dijamah damai dan sukacita. Apalagi jika kamu sering overthinking ataupun cemas berlebih, ibadah bisa jadi tempat kamu untuk berhenti sejenak dari segala riuh.
Pada hakikatnya, ibadah bukan sekadar rutinitas orang yang berstatus punya agama. Bukan pula kewajiban yang menekan. Ibadah adalah ruang tenang, yang membuat jiwa merasa damai.
Ibadah yang dijalankan karena tujuan pahala atau takut masuk neraka justru terasa menakutkan dan monoton. Namun ibadah yang dilakukan karena kesadaran sebagai manusia yang ingin merasakan kasih Allah, akan memudahkan kita untuk melatih konsistensi beribadah. Karena kita menyadari, ketenangan sejati itu hadir ketika kita berjumpa dengan-Nya lewat ibadah. Semoga bermanfaat.