Bukan gak ada alasannya bila pemberhentian kerja sering dilakukan secara tertulis alias dengan surat. Selain sebagai penegasan resmi dari kantor, juga mempertimbangkan reaksi orang setelah membacanya.
Membaca lebih membutuhkan waktu daripada mendengar. Saat membaca, orang harus lebih berkonsentrasi biar gak gagal paham. Pun sering kali dilakukan saat sendirian di sebuah ruangan sehingga suasananya lebih tenang.
Semua itu lebih mungkin mencegah ledakan emosi. Kalau hanya mendengar, orang belum selesai bicara pun dia bisa langsung emosi. Apalagi bicaranya berhadap-hadapan. Bisa-bisa langsung gak terima dan terjadi adu jotos.
Menyampaikan kabar buruk memang gak mudah. Oleh karenanya, perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Dari kelima cara di atas, pilih yang paling sesuai dengan situasi yang kamu hadapi, ya!