Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal Sederhana ini Diam-diam Bisa Selamatkan Bumi Kita

5 min read
5 Hal Sederhana ini Diam-diam Bisa Selamatkan Bumi Kita
ilustrasi menerapkan gaya hidup go green. (magnific.com/jcomp)
  • Kebiasaan harian seperti mengurangi plastik sekali pakai, menghemat listrik, dan memilih produk lokal ramah lingkungan dapat menekan sampah serta emisi jika dilakukan konsisten.

  • Mangrove berperan menyerap karbon, melindungi pesisir, dan menopang pangan masyarakat, tetapi terancam alih fungsi lahan serta eksploitasi tidak terkendali.

  • Program M4CR merehabilitasi mangrove dengan melibatkan masyarakat, termasuk 275 hektare di Desa Kutai Lama, sambil mendukung penghidupan berkelanjutan agar pelestarian terus berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menyelamatkan bumi sering terdengar seperti tugas yang terlalu besar untuk satu orang. Tapi kenyataannya, perubahan terbesar justru dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, termasuk kamu.

Tidak perlu jadi aktivis lingkungan atau punya dana besar untuk mulai berkontribusi. Kadang, hal-hal yang sudah kamu lakukan sehari-hari pun bisa jadi bagian dari solusi. Apa saja? Cek poin-poin ini selengkapnya ya!

  1. 1. Katakan tidak untuk plastik sekali pakai

    image4.jpg
    Ilustrasi menolak penggunaan plastik sekali pakai. (magnific.com/benzoix)

    Plastik sekali pakai adalah salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Sebagian besar berakhir di laut dan tidak terurai dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, yuk mulai berubah dengan cara-cara yang sederhana. Nih contohnya, kamu bisa membawa tas belanja sendiri, gunakan botol minum yang bisa dipakai ulang, dan hindari sedotan plastik saat memesan minuman.

    Terdengar sepele? Coba deh hitung berapa banyak plastik yang kamu pakai dalam sehari. Kalau semua itu bisa diganti dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan secara konsisten, dampaknya bakal jauh lebih besar dari yang terlihat.

  2. 2. Hemat energi di rumah lewat kebiasaan-kebiasaan kecil ini

    image1.jpg
    Ilustrasi hemat energi. (magnific.com/magnific)

    Memulai langkah untuk menghemat energi bisa dimulai dari hal yang kecil. Coba deh beberapa hal yang bisa kamu lakukan, seperti matikan lampu saat meninggalkan ruangan, cabut charger yang tidak dipakai, dan atur suhu AC di angka yang wajar, bukan sedingin mungkin.

    Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terasa tidak signifikan secara individual. Tapi kalau dilakukan oleh jutaan rumah tangga setiap hari, penghematan energinya setara dengan mengurangi emisi karbon dalam jumlah yang sangat besar. Mau tahu bonusnya? Tagihan listrikmu pasti juga ikut turun.

  3. 3. Dukung produk dan usaha lokal yang ramah lingkungan

    image2.jpg
    Ilustrasi memilih produk-produk lokal. (magnific.com/pressfoto)

    Setiap keputusan belanja adalah suara yang kamu berikan kepada jenis bisnis yang ingin kamu dukung. Ketika kamu memilih produk lokal dibanding yang produk impor, kamu secara tidak langsung sudah mengurangi emisi karbon dari proses distribusi yang panjang.

    Apalagi, banyak usaha lokal, seperti UMKM dan kelompok tani yang sudah menerapkan praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Sayang banget ‘kan, semisal tidak didukung? Dengan membeli produk-produk ini, kamu tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menggerakkan ekonomi komunitas di sekitarmu.

  4. 4. Ikut menjaga dan merawat mangrove bersama masyarakat

    image7.jpg
    Pemeliharaan mangrove oleh masyarakat dengan pola silvofishery. (dok. M4CR)

    Asal kamu tahu, kita ternyata punya pahlawan penjaga ekosistem bumi yaitu Mangrove. Tanaman ini sangat penting karena mampu menyerap karbon hingga empat kali lebih banyak dibanding hutan hujan tropis, sekaligus menjadi benteng alami dari abrasi dan bencana pesisir. 

    Masalahnya, luas lahan tanaman mangrove terus berkurang karena alih fungsi lahan dan eksploitasi yang tidak terkendali. Dampaknya apa? Selain hilangnya ekologi, hilangnya ekosistem mangrove juga berdampak kepada sumber pangan masyarakat pesisir.

    Untuk itu, Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang dijalankan Kementerian Kehutanan bersama World Bank berkomitmen untuk merehabilitasi mangrove di Indonesia. Program ini membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan komunitas lokal untuk ikut memulihkan ekosistem mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia. 

    Salah satu contoh nyata dampak program ini datang dari Desa Kutai Lama, Kalimantan Timur. Di sana, M4CR mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Abab Mandiri dan melakukan rehabilitasi mangrove seluas 275 hektare. Metode silvofishery dipilih untuk  memadukan penanaman mangrove dengan budidaya perikanan di lahan yang sama.

    image8.jpg
    Pengelolaan hasil padi oleh anggota KTH Sinar Abab Mandiri (Dok.M4CR)

    Bagi masyarakat di sana, menjaga kawasan mangrove bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Mereka juga mengelola berbagai sumber penghidupan, termasuk pertanian. Dari sinilah dukungan M4CR kemudian tidak berhenti pada rehabilitasi kawasan.

    Melalui skema matching grant, KTH Sinar Abab Mandiri mendapat dukungan untuk membeli mesin rice polisher dan separator. Dengan alat tersebut, hasil panen padi dapat diolah dan dipilah langsung di lokasi tanpa harus membawa gabah menyusuri Sungai Mahakam ke darat.

    PPIU Manager M4CR, Asman Azis, menegaskan bahwa keberlanjutan rehabilitasi mangrove sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam memperoleh manfaat nyata dari kawasan yang mereka jaga. “Pelaksanaan rehabilitasi mangrove M4CR juga memperhatikan sosial dan ekonomi, masyarakat dapat memperoleh manfaat dan memiliki alasan untuk terus menjaga kawasan tersebut. Ketika masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan, maka upaya menjaga mangrove juga dapat tumbuh menjadi kesadaran dan inisiatif bersama,” ujarnya.

    Inilah inti dari pendekatan M4CR. Ketika masyarakat punya alasan ekonomi yang kuat untuk menjaga mangrove, pelestarian lingkungan tumbuh bukan sebagai kewajiban tapi sebagai inisiatif bersama.

  5. 5. Ajak orang sekitarmu untuk melakukan hal yang sama

    image3.jpg
    Ilustrasi mengajak orang lain untuk semakin ramah lingkungan. (magnific.com/magnific)

    Kemudian, jangan lupa bahwa perubahan individu itu penting tapi perubahan kolektif jauh lebih powerful. Satu orang yang beralih ke tas belanja ramah lingkungan mungkin tidak terasa signifikan. Namun kalau kamu bisa mengajak sepuluh orang lain untuk melakukan hal yang sama dan sepuluh orang itu mengajak sepuluh orang lagi, efek dominonya nyata.

    Kamu tidak perlu ceramah panjang atau posting yang penuh data untuk mengajak orang lain peduli lingkungan. Kadang cukup dengan menunjukkan kebiasaan baik yang kamu lakukan, berbagi cerita kecil di media sosial, atau sekadar ngobrol santai soal kenapa hal-hal ini penting bagimu. Kesadaran lingkungan paling mudah menyebar lewat aksi nyata dan persuasi dari mulut ke mulut.

    Jadi, mulai dari mana? Pilih satu kebiasaan kecil hari ini untuk menyelamatkan bumi. Gak perlu seribu orang yang melakukan semuanya dengan sempurna. Mulai dari kamu, kita bisa melakukan perubahan nyata untuk bumi tercinta. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More