Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Paling Terasa Setelah Arus Balik, Dari Fisik Sampai Mental!

5 Hal yang Paling Terasa Setelah Arus Balik, Dari Fisik Sampai Mental!
ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Keira Burton)
Intinya Sih
  • Setelah arus balik, banyak orang merasakan kelelahan fisik akibat perjalanan panjang dan perubahan rutinitas yang membuat tubuh belum sepenuhnya pulih.
  • Pola tidur sering berantakan setelah liburan, menyebabkan rasa ngantuk di siang hari, sulit fokus, serta penurunan produktivitas saat kembali bekerja atau belajar.
  • Perubahan suasana dari liburan ke rutinitas memicu mood naik turun, energi menurun, dan munculnya post holiday blues yang membuat adaptasi terasa berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menikmati momentum cuti lebaran memang menyenangkan. Tapi kita juga harus sadar bahwa waktu ini terbatas. Setelah libur lebaran usai, arus Balik tentu menjadi situasi yang tidak dapat dihindari. Kita harus segera bersiap menyambut rutinitas kerja sebagaimana biasanya.

Tapi di satu sisi, kita juga perlu mengetahui beberapa hal mengenai situasi yang dirasakan setelah arus balik. Setelah perjalanan jauh, perubahan rutinitas, hingga pergeseran pola tidur, wajar jika kita butuh waktu untuk kembali ke ritme normal. Nah, berikut ini lima hal yang paling sering dirasakan setelah arus balik, dari sisi fisik sampai mental.

1. Tubuh terasa lelah dan pegal berkepanjangan

ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Cottonbro studio
ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Cottonbro studio

Perjalanan panjang saat arus balik, entah itu naik mobil, bus, kereta, atau pesawat, bisa membuat tubuh kelelahan. Duduk berjam-jam dalam posisi yang sama membuat otot-otot menjadi tegang. Bahkan, meskipun perjalanan sudah selesai, rasa pegal ini sering masih nempel selama beberapa hari.

Hal ini terjadi karena tubuh belum sepenuhnya pulih dari aktivitas fisik yang cukup intens selama mudik dan arus balik. Kalau tidak segera diatasi, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian. Termasuk saat kembali bekerja atau sekolah.

2. Pola tidur mengalami perubahan, bahkan berantakan

ilustrasi tidur (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi tidur (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Selama liburan, banyak orang cenderung tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Ditambah lagi dengan jadwal perjalanan yang tidak menentu, pola tidur jadi kacau. Akibatnya, setelah kembali ke rutinitas, tubuh terasa sulit menyesuaikan diri.

Rasa ngantuk di siang hari dan susah tidur di malam hari jadi hal yang umum terjadi. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa berdampak besar pada produktivitas. Konsentrasi menurun, mood jadi tidak stabil, dan pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya.

3. Energi terasa drop dan kurang bersemangat

ilustrasi merasa malas (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi merasa malas (pexels.com/Karolina Grabowska)

Setelah melewati momen kebersamaan yang hangat dengan keluarga, kembali ke rutinitas sering terasa berat. Energi yang tadinya penuh saat liburan, tiba-tiba terasa menurun drastis. Ini bukan hanya soal fisik, tapi juga berkaitan dengan perubahan suasana.

Dari yang sebelumnya santai dan penuh kebahagiaan, kini harus kembali menghadapi tuntutan pekerjaan atau tugas. Rasa low energy ini bisa membuat seseorang jadi kurang produktif, mudah lelah, dan tidak bersemangat.

4. Mood dalam menyambut rutinitas naik turun

ilustrasi merasa bosan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi merasa bosan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu hal yang paling terasa setelah arus balik adalah perubahan mood. Banyak orang mengalami apa yang disebut sebagai post holiday blues. Yaitu perasaan sedih atau kehilangan setelah liburan berakhir.

Momen kebersamaan dengan keluarga yang hangat tiba-tiba harus digantikan dengan rutinitas yang monoton. Hal ini bisa memicu perasaan kosong, rindu suasana kampung halaman, hingga sedikit stres. Mood yang tidak stabil ini bisa memengaruhi cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

5. Sulit fokus dan kembali produktif

ilustrasi menutupi muka (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi menutupi muka (pexels.com/Anna Shvets)

Setelah beberapa hari atau bahkan minggu menikmati liburan, pikirab kita terbiasa dengan ritme santai. Saat harus kembali bekerja atau belajar, tidak sedikit yang merasa sulit fokus. Pikiran masih tertinggal di suasana liburan, sementara tugas-tugas sudah menunggu untuk diselesaikan.

Akibatnya, pekerjaan terasa lebih lambat, mudah terdistraksi, dan sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kita cenderung kesusahan dalam membangun fokus dan produktivitas. Setelah libur lebaran, justru kinerja mengalami penurunan drastis.

Arus balik memang menandai berakhirnya masa liburan, tapi juga menjadi awal untuk kembali ke rutinitas. Rasa lelah, mood yang berubah, hingga sulit fokus adalah hal yang wajar dialami banyak orang. Kuncinya adalah memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beradaptasi kembali. Jangan terlalu keras pada diri sendiri di hari-hari awal setelah arus balik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us