Di tengah kehidupan yang serba cepat, keinginan untuk menjalani hidup dengan lebih tenang semakin mudah dipahami. Kita mungkin mulai ingin mengurangi kesibukan, menikmati waktu luang tanpa rasa bersalah, atau berhenti membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Gaya hidup quiet living menawarkan perspektif bahwa hidup tidak harus selalu dipenuhi ambisi besar, pengalaman baru, atau kesibukan yang membuat kita terlihat produktif.
Namun, menjalani hidup yang lebih tenang bukan sekadar mengurangi aktivitas atau menjauh dari keramaian. Ada pula pola pikir dan kebiasaan yang perlu dievaluasi agar kita tidak terus-menerus merasa tertekan oleh ekspektasi tertentu. Lantas, apa saja hal yang perlu dilepaskan ketika ingin menerapkan quiet living? Berikut lima di antaranya!
