Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Sering Kamu Abaikan saat Terlalu Sibuk Bekerja
Ilustrasi istirahat di jeda kerja (pexels.com/Sora Shimazaki)
  • Kesibukan kerja dapat membuat waktu istirahat dan pola makan terabaikan; jeda singkat serta jadwal makan teratur membantu menjaga energi sepanjang hari.
  • Pekerjaan yang menyita waktu sering menunda komunikasi dengan keluarga, pasangan, dan teman; pesan atau telepon singkat dapat menjaga keterhubungan.
  • Hobi, aktivitas pribadi, serta kondisi tubuh dan pikiran perlu tetap diperhatikan agar rutinitas tidak sepenuhnya berpusat pada pekerjaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesibukan kerja sering membuat hari terasa berjalan begitu cepat. Pekerjaan yang menumpuk, rapat, deadline, dan berbagai urusan lain bisa membuat perhatianmu hampir sepenuhnya tertuju pada pekerjaan. Tanpa disadari, waktu untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri pun semakin sedikit.

Di tengah rutinitas yang padat, ada beberapa kebutuhan sederhana yang mungkin mulai terabaikan. Waktu makan, istirahat, aktivitas di luar pekerjaan, hingga komunikasi dengan orang terdekat bisa tertunda karena kamu merasa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalau terus dibiarkan, keseharian bisa terasa semakin melelahkan.

Padahal, hal-hal sederhana tersebut tetap penting untuk menjaga tubuh, pikiran, dan kehidupan sehari-hari tetap berjalan dengan baik. Kamu gak harus langsung mengubah seluruh rutinitas. Mulailah dengan mengenali kebutuhan yang sering terlewat dan sisihkan sedikit waktu untuk memenuhinya di tengah kesibukan kerja.

1. Waktu istirahat

Ilustrasi minum saat jeda istirahat (pexels.com/MART PRODUCTION)

Saat pekerjaan sedang banyak, waktu istirahat sering menjadi bagian pertama yang dikorbankan. Kamu mungkin memilih terus bekerja, makan sambil membuka laptop, atau menggunakan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas yang masih tertunda. Tanpa disadari, tubuh dan pikiran jadi punya lebih sedikit kesempatan untuk berhenti sejenak di tengah rutinitas.

Padahal, jeda singkat bisa memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi sebelum kembali bekerja. Kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk makan dengan tenang, berjalan sebentar, minum air, atau sekadar menjauh dari meja kerja. Gak perlu melakukan aktivitas khusus karena beberapa menit tanpa memikirkan pekerjaan pun bisa menjadi waktu istirahat.

Berikan ruang untuk berhenti sejenak agar kamu gak terus menjalani hari dalam kondisi lelah. Setelah beristirahat, kamu bisa kembali melihat pekerjaan yang perlu diselesaikan dan menentukan prioritas berikutnya. Dengan menjaga waktu istirahat tetap ada, rutinitas kerja bisa terasa lebih teratur dan gak terlalu menguras energi.

2. Pola makan

Ilustrasi makan bekal (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kesibukan juga bisa membuat waktu makan berantakan. Kamu mungkin terlambat makan karena rapat, mengejar deadline, atau baru menyadari sudah lapar setelah menyelesaikan banyak pekerjaan. Kalau kebiasaan ini sering terjadi, waktu makan bisa semakin sulit dijaga di tengah rutinitas yang padat.

Cobalah tetap menyediakan waktu untuk makan secara teratur. Kamu bisa memasang pengingat atau menentukan waktu makan yang menyesuaikan jadwal kerja agar gak terus terlewat. Kalau sedang ada pekerjaan yang harus diselesaikan, usahakan tetap mengambil jeda untuk makan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Menyiapkan makanan atau camilan dari rumah juga bisa membantu ketika jadwal kerja sedang padat. Simpan makanan yang mudah dikonsumsi agar kamu punya pilihan ketika belum sempat membeli makanan. Dengan menyediakan waktu khusus untuk makan, kamu bisa menjalani hari dengan lebih teratur tanpa terus menunda kebutuhan tubuh karena pekerjaan.

3. Hubungan dengan orang terdekat

Ilustrasi bertemu orangtua (pexels.com/RDNE Stock project)

Pekerjaan yang menyita banyak waktu bisa membuat komunikasi dengan keluarga, pasangan, atau teman semakin jarang. Pesan yang belum dibalas, telepon yang tertunda, dan ajakan bertemu pun bisa terus menunggu karena kamu masih harus menyelesaikan berbagai urusan. Kalau dibiarkan, jarak dalam hubungan bisa terasa semakin jauh.

Kamu gak harus selalu menyediakan waktu berjam-jam untuk menjaga hubungan. Mengirim pesan singkat, menelepon beberapa menit, atau menyempatkan bertemu ketika ada waktu bisa menjadi cara sederhana untuk tetap terhubung. Kamu juga bisa menentukan waktu tertentu untuk bertukar kabar agar komunikasi tetap berjalan di tengah kesibukan.

Hal sederhana seperti menanyakan kabar atau mengingat momen penting dalam kehidupan orang terdekat bisa menunjukkan bahwa kamu tetap peduli. Ketika ada kesempatan untuk bertemu, manfaatkan waktu tersebut untuk benar-benar menikmati kebersamaan. Dengan menyisihkan sedikit ruang di tengah rutinitas, hubungan dengan orang-orang terdekat tetap punya kesempatan untuk terjaga.

4. Aktivitas di luar pekerjaan

Ilustrasi olahraga (magnific.com/tirachardz)

Ketika pekerjaan memenuhi sebagian besar harimu, kegiatan yang dulu kamu sukai bisa perlahan ditinggalkan. Hobi, olahraga, jalan-jalan, atau sekadar menikmati waktu sendiri sering dianggap sebagai sesuatu yang bisa dilakukan nanti setelah semua pekerjaan selesai. Tanpa disadari, waktu untuk menikmati kehidupan di luar pekerjaan pun semakin sedikit.

Coba sisihkan sedikit waktu untuk melakukan aktivitas yang membuatmu senang. Gak harus menyediakan waktu berjam-jam karena beberapa menit setelah pulang kerja atau waktu luang di akhir pekan pun bisa dimanfaatkan. Pilih kegiatan yang sesuai dengan energi dan kondisi tubuh agar kamu tetap bisa menikmatinya tanpa merasa terbebani.

Kegiatan di luar pekerjaan bisa menjadi ruang untuk melepas penat dan mengisi kembali energi. Kamu juga punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang memang disukai tanpa memikirkan target pekerjaan. Dengan menyediakan ruang untuk kehidupan pribadi, keseharian bisa terasa lebih seimbang dan gak terus berpusat pada pekerjaan.

5. Kondisi diri sendiri

Ilustrasi mengistirahatkan diri (pexels.com/ Aleks Michajlowicz)

Terlalu sibuk bekerja bisa membuatmu kurang memperhatikan bagaimana kondisi tubuh dan pikiran. Rasa lelah, sulit berkonsentrasi, atau kebutuhan untuk beristirahat mungkin terus diabaikan karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Mulailah lebih peka terhadap sinyal dari tubuh dan pikiran. Kalau memang sudah merasa kelelahan, berikan waktu untuk beristirahat dan evaluasi kembali ritme aktivitasmu.

Kesibukan kerja memang menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Namun, pekerjaan tetap perlu berjalan bersama kebutuhan tubuh, hubungan sosial, dan waktu untuk diri sendiri. Coba sesekali periksa kembali apa saja yang mulai terabaikan karena pekerjaan. Menyediakan ruang untuk hal-hal tersebut bisa membantu kamu menjalani rutinitas dengan lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article