Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 MBTI yang Paling Gampang Kasih Maaf, Gak Betah Musuhan Lama-lama!
ilustrasi meminta maaf (pexels.com/Vera Arsic)
  • Beberapa tipe MBTI dikenal cepat memaafkan karena tidak betah hidup dalam hubungan yang dingin dan penuh jarak, mereka lebih memilih kedamaian emosional daripada mempertahankan gengsi.
  • Lima tipe MBTI yang paling mudah memberi maaf adalah ISFJ, ENFP, ESFJ, INFP, dan ENFJ; masing-masing memiliki empati tinggi serta keinginan menjaga keharmonisan hubungan.
  • Mereka cenderung fokus pada hal baik dan usaha memperbaiki keadaan, percaya bahwa hubungan bisa tumbuh lebih kuat setelah konflik diselesaikan dengan hati terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada orang yang jika sudah sakit hati bisa menjaga jarak dalam waktu lama, tetapi ada juga yang baru marahan sebentar sudah mulai kepikiran duluan dan ingin semuanya cepat membaik. Mereka yang seperti ini merasa bahwa hubungan dingin itu melelahkan, apalagi kalau harus terus saling diam dengan orang yang sebenarnya masih disayang. Karena itulah, mereka sering jadi pihak yang lebih dulu mencairkan suasana meskipun sebelumnya ikut terluka.

Dalam MBTI, beberapa tipe memang dikenal punya hati yang lembut dan sulit mempertahankan rasa marah terlalu lama. Mereka lebih nyaman hidup dalam hubungan yang hangat daripada terus memendam gengsi atau dendam yang bikin pikiran ikut berat. Penasaran siapa saja mereka? Ini lima MBTI yang lebih memilih memaafkan dan melanjutkan hubungan dengan lebih tenang.

1. ISFJ

ilustrasi memberi maaf (pexels.com/Mikhail Nilov)

ISFJ termasuk tipe yang sangat menjaga hubungan dengan orang-orang terdekatnya, jadi mereka gampang merasa tidak nyaman kalau suasana berubah jadi dingin karena pertengkaran. Saat sedang bermusuhan, mereka akan memikirkan kembali semua momen baik yang pernah dilalui bersama sampai akhirnya rasa kesalnya perlahan melunak sendiri.

ISFJ juga punya empati yang besar terhadap perasaan orang lain. Ketika melihat seseorang benar-benar menyesal atau mencoba memperbaiki keadaan, hati mereka biasanya cepat luluh. Karena terlalu peduli pada hubungan yang sudah dibangun, mereka lebih memilih berdamai daripada terus mempertahankan jarak.

2. ENFP

ilustrasi mengobrol serius (pexels.com/RDNE Stock project)

ENFP dikenal hangat dan mudah terhubung secara emosional dengan orang lain, sehingga mereka jarang menyimpan konflik terlalu lama. Saat sedang marah, mereka memang bisa menunjukkan emosinya dengan cukup jelas, tetapi setelah suasana mulai tenang biasanya mereka mulai ingin mengobrol lagi seperti biasa.

Di sisi lain, ENFP juga tidak suka membawa energi negatif terus-menerus dalam hidupnya. Mereka lebih menikmati hubungan yang terasa ringan, nyaman, dan penuh tawa daripada hubungan yang dipenuhi ketegangan. Karena itu, mereka memilih memaafkan demi menjaga kedekatan tetap utuh.

3. ESFJ

ilustrasi saling bermaafan (pexels.com/Alena Darmel)

ESFJ sangat menghargai keharmonisan dalam hubungan, baik dengan sahabat, pasangan, maupun keluarga. Ketika ada konflik, mereka merasa suasana sehari-hari jadi ikut tidak nyaman karena pikirannya terus kepikiran masalah tersebut. Dari situlah muncul keinginan untuk segera memperbaiki hubungan.

Selain mudah merasa tidak enak hati, ESFJ akan fokus pada banyaknya hal baik yang pernah dilakukan seseorang dibanding satu kesalahan yang terjadi. Selama masih ada usaha untuk memperbaiki keadaan, mereka biasanya tidak sulit membuka hati kembali dan melanjutkan hubungan dengan lebih hangat.

4. INFP

ilustrasi memaafkan (pexels.com/Liza Summer)

INFP memang mudah terluka karena mereka memasukkan perasaan dengan sangat dalam ke dalam setiap hubungan yang dijalani. Namun, setelah emosinya perlahan reda, mereka biasanya mulai mencoba memahami alasan di balik tindakan orang tersebut daripada terus memelihara kemarahan.

Mereka percaya bahwa semua orang bisa melakukan kesalahan dan berhak mendapat kesempatan kedua. Karena punya hati yang lembut dan penuh belas kasih, INFP lebih memilih menyembuhkan hubungan daripada terus tenggelam dalam rasa kecewa yang berkepanjangan.

5. ENFJ

ilustrasi memperbaiki hubungan (pexels.com/www.kaboompics.com)

ENFJ termasuk tipe yang tidak tega membiarkan hubungan rusak terlalu lama hanya karena satu konflik. Mereka lebih fokus mencari jalan tengah dan memperbaiki komunikasi daripada sibuk mempertahankan siapa yang paling benar. Hubungan yang sehat jauh tentu jauh lebih penting dibanding ego sesaat.

Selain pandai memahami sudut pandang orang lain, ENFJ juga mudah tersentuh ketika melihat ketulusan seseorang untuk berubah. Mereka percaya bahwa hubungan bisa tumbuh jadi lebih kuat setelah melewati masalah bersama. Karena itu, mereka lebih cepat memberi maaf dibanding terus menyimpan amarah.

Memaafkan memang bukan hal yang selalu mudah, apalagi kalau luka yang dirasakan cukup dalam. Namun, beberapa MBTI punya kecenderungan untuk lebih cepat melepas rasa marah karena mereka tidak nyaman hidup dalam hubungan yang penuh jarak dan ketegangan. Bagi mereka, hati yang tenang dan hubungan yang kembali hangat terasa jauh lebih berharga daripada mempertahankan gengsi terlalu lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article