Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Soft Skill yang Paling Dicari Perusahaan Era Sekarang, Kamu Punya?

Soft Skill yang Paling Dicari Perusahaan Era Sekarang, Kamu Punya?
Ilustrasi hari pertama bekerja (pexels.com/Photo by Mikhail Nilov)
Share Article

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga pola kerja hybrid telah mengubah cara perusahaan merekrut karyawan. Jika dulu kemampuan teknis atau hard skill menjadi faktor utama, kini perusahaan juga semakin memperhatikan soft skill karena kemampuan tersebut menentukan bagaimana seseorang bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan tantangan di lingkungan kerja yang terus berubah.

Bagi pencari kerja, memiliki IPK tinggi atau menguasai banyak aplikasi saja tidak lagi cukup. Soft skill menjadi pembeda yang membuat seseorang mampu berkembang, memimpin, dan tetap relevan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

1. Kemampuan komunikasi yang efektif

Ilustrasi diskusi dengan rekan kerja (pexels.com/Photo by Antoni Shkraba Studio)
Ilustrasi diskusi dengan rekan kerja (pexels.com/Photo by Antoni Shkraba Studio)

Komunikasi menjadi salah satu soft skill yang hampir selalu tercantum dalam persyaratan lowongan kerja. Tidak hanya kemampuan berbicara, tetapi juga mendengarkan secara aktif, menyampaikan ide dengan jelas, memberikan umpan balik yang membangun, hingga mampu berkomunikasi dengan berbagai karakter rekan kerja maupun klien.

Di era AI, kemampuan komunikasi justru semakin bernilai karena perusahaan membutuhkan interaksi manusia yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Kemampuan menjelaskan ide, membangun kepercayaan, serta memimpin diskusi menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh organisasi modern.

"Meskipun keterampilan komunikasi selalu penting bagi pemberi kerja, jenis keterampilan yang dihargai akan berubah. Dalam studi saya, 72 persen pengguna AI sering melaporkan bahwa komunikasi lisan akan menjadi lebih penting, sementara 50 persen mengatakan bahwa komunikasi tertulis akan menurun nilainya karena AI semakin mampu menulis dengan cara yang meyakinkan seperti manusia," kata Peter Cardon, Professor of Business Communication, University of Southern dalam California dalam World Economic Forum.

2. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Nataliya Vaitkevich)

Perubahan teknologi membuat dunia kerja berkembang sangat cepat. Perusahaan menginginkan karyawan yang tidak mudah panik ketika menghadapi sistem baru, perubahan target, maupun tantangan bisnis yang belum pernah dialami sebelumnya.

Sikap adaptif membuat seseorang mampu belajar lebih cepat, menerima perubahan sebagai peluang, dan tetap produktif meskipun lingkungan kerja berubah. Kemampuan ini juga berkaitan erat dengan resiliensi atau daya tahan mental ketika menghadapi tekanan pekerjaan.

"Ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan bersama dengan kepemimpinan dan pengaruh sosial, yang menggarisbawahi peran penting kemampuan beradaptasi dan kolaborasi di samping keterampilan kognitif," demikian hasil survei Future of Jobs Survey oleh World Economic Forum.

3. Berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang mampu menjalankan instruksi, tetapi juga mampu menganalisis masalah, mencari penyebabnya, lalu menawarkan solusi yang efektif. Inilah mengapa kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu soft skill paling berharga.

Berpikir kritis membantu seseorang mengambil keputusan berdasarkan data, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, serta mengurangi risiko kesalahan dalam pekerjaan. Karyawan dengan kemampuan ini juga lebih mudah menemukan inovasi ketika menghadapi tantangan baru.

"Seperti pada dua edisi laporan sebelumnya, pemikiran analitis tetap menjadi keterampilan inti teratas bagi pemberi kerja dengan tujuh dari 10 perusahaan menganggapnya penting," demikian laporan World Economic Forum tertulis.

4. Kolaborasi dan kerja sama tim

Ilustrasi bekerja dengan rekan kerja (unsplash.com/Photo by Microsoft 365)
Ilustrasi bekerja dengan rekan kerja (unsplash.com/Photo by Microsoft 365)

Hampir semua pekerjaan saat ini melibatkan kolaborasi lintas divisi, bahkan lintas negara. Karena itu, perusahaan mencari individu yang mampu bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan menyelesaikan konflik secara profesional.

Kemampuan bekerja dalam tim menunjukkan bahwa seseorang tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga mampu mendukung keberhasilan kelompok. Sikap terbuka terhadap masukan dan menghargai keberagaman juga menjadi bagian penting dari soft skill ini. 

5. Kemauan belajar sepanjang hayat (lifelong learning)

pexels-tima-miroshnichenko-6914467.jpg
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Tima Miroshnichenko)

Perusahaan kini tidak hanya mencari orang yang sudah memiliki banyak kemampuan, tetapi juga individu yang terus belajar. Teknologi berkembang begitu cepat sehingga keterampilan yang relevan hari ini bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.

Karyawan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi biasanya lebih mudah mempelajari teknologi baru, mengikuti pelatihan, hingga meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan. Hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi perubahan karier di masa depan.

"Sepuluh keterampilan inti teratas dilengkapi dengan literasi teknologi, empati dan mendengarkan aktif, rasa ingin tahu dan pembelajaran sepanjang hayat, manajemen talenta, serta orientasi layanan dan layanan pelanggan," demikian tertulis dalam laporan World Economic Forum.

 

Di tengah perkembangan AI dan transformasi digital, hard skill memang tetap penting, tetapi soft skill menjadi faktor yang membedakan seseorang di dunia kerja. Oleh karena itu, selain meningkatkan kemampuan teknis, penting juga untuk terus melatih soft skill agar tetap relevan dan menjadi talenta yang dibutuhkan perusahaan di masa kini maupun masa depan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More