"Oxygen bleach adalah pilihan yang lebih lembut, tetapi tetap efektif mengangkat noda dan membuat kain tampak lebih cerah," ujar Alicia Sokolowski, Presiden dan Co-CEO AspenClean.
Handuk Putih Cepat Kusam? Coba Cek Cara Mencucinya Dulu!

- Banyak orang salah kaprah memakai pemutih untuk handuk; chlorine bleach bisa merusak serat, sedangkan oxygen bleach lebih lembut dan efektif mencerahkan tanpa membuat kain cepat rusak.
- Cara mencuci berpengaruh besar pada keawetan handuk—pisahkan warna, gunakan deterjen sesuai takaran, jangan overload mesin cuci, dan tambahkan oxygen bleach sesuai petunjuk kemasan.
- Kesalahan umum seperti menuang pemutih langsung ke kain atau memakainya berlebihan dapat menimbulkan bercak dan mempercepat kerusakan; gunakan dispenser khusus agar hasil tetap optimal.
Tidak sedikit orang mengandalkan pemutih saat handuk mulai terlihat kusam. Harapannya sederhana: warna kembali cerah, noda hilang, dan handuk terasa seperti baru. Sayangnya, hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi. Alih-alih bersih, handuk justru menjadi kasar, menguning, bahkan lebih cepat rusak.
Padahal, masalahnya sering kali bukan pada handuknya, melainkan cara kita menggunakan pemutih. Para ahli kebersihan menyebut, pemutih memang bisa membantu mengembalikan tampilan handuk, tetapi hanya jika dipakai dengan cara dan jenis yang tepat. Lalu, bagaimana supaya handuk tetap bersih tanpa mengorbankan kualitas kainnya?
1. Tidak semua pemutih aman untuk handuk

Banyak orang mengira semua jenis pemutih bekerja dengan cara yang sama. Faktanya, ada perbedaan besar antara chlorine bleach dan oxygen bleach. Jika tujuanmu hanya ingin mencerahkan warna dan menghilangkan noda, pemutih berbasis oksigen jauh lebih direkomendasikan karena bekerja lebih lembut pada serat kain.
Sebaliknya, pemutih klorin sebaiknya hanya digunakan dalam kondisi tertentu, misalnya untuk proses disinfeksi pada handuk putih. Jika terlalu sering dipakai, bahan ini bisa membuat serat kain melemah, warna berubah kekuningan, hingga memperpendek usia pakai handuk.
2. Cara mencuci yang benar ternyata sama pentingnya

Menggunakan produk yang tepat saja belum cukup. Cara mencuci juga ikut menentukan apakah handuk akan tetap lembut atau justru cepat rusak. Para ahli menyarankan untuk memisahkan handuk berdasarkan warna, menggunakan deterjen sesuai takaran, lalu menambahkan oxygen bleach mengikuti petunjuk pada kemasan.
Hal lain yang sering luput diperhatikan adalah kapasitas mesin cuci. Memasukkan terlalu banyak handuk sekaligus membuat air dan deterjen sulit menjangkau seluruh permukaan kain. Akibatnya, noda tidak benar-benar terangkat dan handuk pun tetap terlihat kusam meski baru selesai dicuci.
"Deterjen yang membersihkan. Pemutih hanyalah produk tambahan untuk memutihkan atau mendisinfeksi," jelas Robin Murphy, Chief Cleaning Officer Maid Brigade.
3. Kesalahan kecil Ini justru membuat handuk cepat rusak

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menuangkan pemutih langsung ke atas kain. Cara ini memang terlihat praktis, tetapi justru bisa merusak serat dan meninggalkan bercak yang sulit diperbaiki. Kalau memang harus menggunakan pemutih klorin, selalu tuangkan melalui dispenser khusus di mesin cuci agar larut bersama air.
Selain itu, hindari anggapan bahwa semakin banyak pemutih, hasilnya akan semakin bersih. Faktanya, penggunaan berlebihan hanya akan mempercepat kerusakan kain. Untuk handuk berwarna, pemutih klorin bahkan sebaiknya dihindari karena dapat membuat warna memudar dan muncul belang yang sulit dihilangkan.
Handuk yang bersih ternyata bukan soal memakai pemutih sebanyak mungkin, melainkan memahami kapan dan bagaimana menggunakannya. Dengan perawatan yang tepat, handuk bisa tetap lembut, menyerap air dengan baik, dan awet digunakan dalam waktu yang lebih lama.





















