Ilustrasi wanita menggunakan bahasa isyarat (pexels.com/Kevin Malik)
Membaca gerak bibir bukan kemampuan yang otomatis dimiliki semua orang Tuli dan juga gak selalu dapat menangkap seluruh informasi dalam percakapan. Banyak bunyi dalam bahasa lisan memiliki gerakan bibir yang terlihat mirip, sementara bagian percakapan lain bisa terjadi tanpa terlihat jelas dari posisi mulut.
Bahasa isyarat memberikan sistem komunikasi visual yang berbeda, bukan sekadar pengganti ketika seseorang gak bisa mendengar. Kebutuhan setiap orang juga berbeda, sehingga kemampuan membaca gerak bibir, menggunakan alat bantu dengar, berbicara, atau memakai bahasa isyarat gak bisa disamaratakan.
Bahasa isyarat bukan sekadar kumpulan gerakan tangan, apalagi bahasa yang sama di seluruh dunia. Di dalamnya ada bahasa, identitas, variasi, dan cara berkomunikasi yang berkembang dalam komunitas penggunanya.
Jadi, sebelum menganggap sesuatu tentang bahasa isyarat sebagai fakta, coba kenali dulu konteksnya. Memahami perbedaannya adalah langkah kecil yang bisa membuat cara kita berkomunikasi menjadi jauh lebih menghargai.