Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Momen ketika Hidup Dewasa Membuatmu Ingin Jadi Anak Kecil Lagi
Ilustrasi lelah bekerja (magnific.com/diana.grytsku)
  • Tuntutan pekerjaan, keuangan, hubungan, dan tanggung jawab harian membuat masa kecil terasa dirindukan karena hidup dulu lebih sederhana dan aman.
  • Kelelahan setelah hari panjang serta banyaknya keputusan mandiri memunculkan keinginan untuk dimanja, didengarkan, dan dibantu seperti saat kecil.
  • Melihat anak-anak bermain dan menikmati waktu tanpa target mengingatkan orang dewasa untuk menyisihkan jeda, beristirahat, serta menikmati hal sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semakin dewasa, semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Pekerjaan, uang, hubungan, dan berbagai tanggung jawab sehari-hari terkadang membuatmu merindukan masa ketika hidup terasa jauh lebih sederhana. Ada banyak keputusan yang sekarang harus kamu pikirkan sendiri, bahkan untuk hal-hal yang dulu terasa begitu mudah.

Keinginan untuk kembali menjadi anak kecil biasanya muncul dari momen-momen sederhana. Bukan karena kamu benar-benar ingin meninggalkan kehidupan sekarang, tetapi karena sedang rindu perasaan aman, santai, dan gak terlalu banyak memikirkan masa depan. Sesekali, ingatan tentang masa kecil bisa menjadi pengingat bahwa kamu juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menikmati hal-hal sederhana.

Menjadi dewasa memang membuat hidup dipenuhi lebih banyak tanggung jawab. Namun, kamu tetap bisa membawa sedikit kesenangan masa kecil ke dalam keseharian, seperti bermain, menikmati makanan favorit, atau menghabiskan waktu tanpa target tertentu. Berikut lima momen ketika kamu ingin jadi anak kecil lagi.

1. Saat sedang capek dengan pekerjaan

Ilustrasi lelah (magnific.com/freepik)

Ada hari ketika pekerjaan terasa gak ada habisnya. Baru menyelesaikan satu tugas, sudah ada pekerjaan lain yang menunggu. Daftar pekerjaan yang terus bertambah bisa membuatmu merasa seolah-olah belum benar-benar selesai meski sudah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja.

Di tengah kondisi seperti ini, kamu mungkin tiba-tiba teringat masa kecil ketika masalah terbesar hanyalah tugas sekolah atau menentukan ingin bermain apa setelah pulang. Setelah urusan selesai, kamu bisa langsung beralih ke hal yang menyenangkan tanpa perlu memikirkan pekerjaan yang masih menunggu keesokan harinya.

Rasanya menyenangkan membayangkan masa ketika kamu bisa pulang tanpa memikirkan pekerjaan. Meski kehidupan sekarang memiliki lebih banyak tanggung jawab, kamu tetap bisa menciptakan batas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Memberikan diri sendiri kesempatan untuk benar-benar berhenti sejenak dapat membantu hari terasa lebih ringan.

2. Saat ingin dimanja setelah menjalani hari yang panjang

Ilustrasi menenangkan diri (pexels.com/ cottonbro studio)

Ketika masih kecil, kamu bisa dengan mudah meminta dibuatkan makanan, ditemani, atau sekadar mengeluh ketika sedang lelah. Sekarang, banyak hal harus kamu lakukan sendiri, mulai dari menyiapkan kebutuhan sehari-hari sampai mencari cara untuk membuat diri sendiri tetap nyaman.

Ada kalanya kamu ingin kembali merasakan perhatian sederhana seperti ditanya sudah makan atau diingatkan untuk beristirahat. Perhatian kecil yang dulu terasa biasa saja kini bisa terasa lebih berarti ketika kamu sedang lelah atau menjalani hari yang cukup berat.

Momen seperti ini bisa membuatmu sadar bahwa menjadi dewasa ternyata membuatmu cukup sering merindukan rasa dirawat. Kamu mungkin gak selalu membutuhkan bantuan besar, terkadang cukup dengan seseorang yang mengingatkan, mendengarkan, atau menanyakan kabar. Sesekali menerima perhatian dari orang terdekat juga bisa menjadi pengingat bahwa kamu gak harus selalu mengurus semuanya sendirian.

3. Saat harus menghadapi banyak keputusan

Ilustrasi menghadapi banyak keputusan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Memilih pekerjaan, mengatur keuangan, menentukan tempat tinggal, hingga memikirkan rencana masa depan bisa terasa melelahkan. Setiap keputusan seolah memiliki konsekuensi yang perlu dipertimbangkan, sehingga hal sederhana pun terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk diputuskan.

Kamu mungkin kemudian merindukan masa ketika keputusan terbesar hanyalah memilih mainan atau makanan favorit. Saat itu, banyak urusan sudah dipikirkan oleh orang dewasa sehingga kamu bisa lebih fokus menikmati hari. Pilihan yang terasa kecil sekarang mungkin dulu sudah cukup menjadi hal yang paling penting.

Dulu, hidup terasa lebih sederhana karena ada orang dewasa yang membantu menentukan banyak hal. Ketika sudah dewasa, kamu memang perlu mengambil lebih banyak keputusan sendiri. Namun, kamu gak harus selalu yakin dengan setiap pilihan. Belajar mempertimbangkan pilihan, menerima konsekuensi, dan memperbaiki keputusan yang kurang tepat juga merupakan bagian dari proses menjadi dewasa.

4. Saat melihat anak-anak bermain tanpa memikirkan waktu

Ilustrasi melihat anak-anak bermain (pexels.com/Kampus Production)

Melihat anak-anak bermain dengan bebas terkadang membuatmu iri. Mereka bisa tertawa, berlari, bermain bersama teman, lalu pulang ketika sudah dipanggil. Melihatnya bisa membuatmu teringat pada masa ketika menghabiskan waktu bersama teman terasa cukup untuk membuat hari menyenangkan.

Gak ada jadwal rapat, tagihan, deadline, atau berbagai hal yang perlu dipikirkan setelahnya. Mereka cukup menikmati apa yang sedang dilakukan tanpa terlalu memikirkan apakah waktunya sudah digunakan dengan produktif. Kegembiraan bisa muncul dari permainan sederhana yang mungkin sekarang terasa jarang dilakukan.

Momen seperti ini bisa mengingatkanmu pada masa ketika bermain memang menjadi bagian utama dari hari. Kamu mungkin gak bisa kembali ke rutinitas tersebut sepenuhnya, tetapi masih bisa menyisihkan waktu untuk melakukan hal yang menyenangkan tanpa tujuan tertentu. Sesekali menikmati hidup dengan cara sederhana juga bisa menjadi jeda dari berbagai tanggung jawab sebagai orang dewasa.

5. Saat ingin menikmati hari tanpa merasa harus produktif

Ilustrasi evaluasi diri (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ketika dewasa, kamu mungkin terbiasa merasa harus melakukan sesuatu agar hari terasa berguna. Bahkan waktu istirahat terkadang diisi dengan pekerjaan rumah, mengejar target pribadi, atau berbagai aktivitas lainnya. Akibatnya, waktu luang pun bisa terasa seperti kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan sesuatu.

Padahal, masa kecil mengajarkan pengalaman yang berbeda. Tidur siang, bermain, menonton acara favorit, atau sekadar melamun bisa dilakukan tanpa merasa harus menghasilkan sesuatu. Sesekali menikmati waktu tanpa target juga tetap memiliki tempat dalam kehidupan orang dewasa, terutama ketika kamu sedang membutuhkan jeda dari berbagai tanggung jawab.

Menjadi dewasa memang membawa banyak kebebasan, tetapi juga datang bersama berbagai tanggung jawab. Kamu gak perlu benar-benar kembali menjadi anak kecil untuk merasakan kembali hal-hal sederhana tersebut. Sisihkan waktu untuk bermain, beristirahat, menikmati makanan favorit, atau melakukan sesuatu hanya karena kamu menyukainya. Pada akhirnya, menjadi dewasa bukan berarti harus meninggalkan semua sisi masa kecil. Kamu tetap boleh menikmati hidup dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article