Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Thriller Klasik Seru dengan Cerita yang Bikin Penasaran

4 min read
5 Novel Thriller Klasik Seru dengan Cerita yang Bikin Penasaran
film adaptasi novel Casino Royale (dok. 20th Century Fox/Casino Royale)
  • Lima novel thriller klasik dipilih karena tetap membangun ketegangan lewat misteri, penyelidikan, penyamaran, dan konspirasi, sekaligus memengaruhi pola cerita thriller modern.
  • The Woman in White, Murder on the Orient Express, dan The Hound of the Baskervilles menyajikan rahasia identitas, pembunuhan di kereta, serta legenda kelam yang diselidiki tokoh utama.
  • The Thirty-Nine Steps dan Casino Royale berfokus pada pelarian dari konspirasi serta misi spionase berisiko, dengan karakter utama menghadapi kode rahasia, mata-mata, dan taruhan berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Novel thriller selalu punya cara untuk membuat pembaca terus membalik halaman. Mulai dari tokoh misterius dengan motif tersembunyi hingga ancaman yang bisa muncul kapan saja, genre ini menawarkan ketegangan yang sulit dilewatkan. Menariknya, sejumlah novel thriller klasik masih mampu menghadirkan sensasi tersebut meskipun sudah terbit puluhan bahkan lebih dari seratus tahun lalu.

Karya-karya ini juga ikut membentuk cara penulis modern membangun misteri dan menyusun plot penuh kejutan. Beberapa mengandalkan penyelidikan kasus pembunuhan, sementara yang lain menghadirkan konspirasi berbahaya atau sosok yang harus melarikan diri demi menyelamatkan diri sendiri. Kalau sedang mencari bacaan seru dan tak lekang oleh waktu, lima novel thriller klasik berikut layak masuk daftar bacaan.

  1. 1. The Woman in White — Wilkie Collins

    Sampul buku The Woman in White dengan judul besar di bagian tengah dan ilustrasi bernuansa klasik di latar depan.
    The Woman in White (goodreads.com)

    Sebelum nama Agatha Christie dan Arthur Conan Doyle dikenal luas, Wilkie Collins sudah menghadirkan kisah misteri yang membuat pembaca penasaran lewat The Woman in White. Ceritanya mengikuti Walter Hartright, seorang guru menggambar yang bertemu perempuan misterius berpakaian serba putih di jalanan London.

    Pertemuan aneh tersebut semakin membingungkan ketika Walter tiba di Limmeridge House dan bertemu Laura Fairlie, perempuan yang wajahnya sangat mirip dengan sosok yang ia temui sebelumnya. Dari sinilah rangkaian rahasia, penyamaran, dan penipuan mulai terungkap. Keistimewaan novel ini terletak pada cara Collins membangun ketegangan secara perlahan.

  2. 2. Murder on the Orient Express — Agatha Christie

    Sampul buku Murder on the Orient Express karya Agatha Christie, seperti ditampilkan di situs resmi penulis.
    Murder on the Orient Express (agathachristie.com)

    Novel ini mengikuti Hercule Poirot, detektif Belgia yang sedang melakukan perjalanan menggunakan kereta Orient Express. Perjalanan tersebut berubah menjadi penyelidikan ketika Samuel Ratchett, salah satu penumpang, ditemukan tewas di dalam kompartemennya. Situasinya semakin rumit karena kereta terjebak salju, membuat pelaku kemungkinan masih berada di antara para penumpang.

    Christie berhasil menciptakan suasana penuh kecurigaan melalui daftar tersangka yang memiliki latar belakang dan kemungkinan motif berbeda-beda. Poirot harus memeriksa kesaksian, alibi, serta berbagai petunjuk kecil untuk menemukan jawaban di balik pembunuhan tersebut. Hal menariknya, hampir setiap detail terasa penting sehingga pembaca didorong untuk ikut memecahkan misteri sebelum penyelidikan berakhir.

  3. 3. The Hound of the Baskervilles — Arthur Conan Doyle

    Sampul buku The Hound of the Baskervilles karya Arthur Conan Doyle dengan ilustrasi anjing hitam di latar gelap.
    The Hound of the Baskervilles (goodreads.com)

    Sherlock Holmes menghadapi salah satu kasus paling ikoniknya dalam The Hound of the Baskervilles. Cerita bermula dari kematian Sir Charles Baskerville yang dikaitkan dengan legenda tentang anjing raksasa mengerikan yang konon mengutuk keluarganya selama beberapa generasi. Untuk menyelidiki ancaman terhadap ahli waris keluarga Baskerville, Holmes meminta sahabatnya, Dr. John Watson, pergi ke Baskerville Hall.

    Di sana, Watson menemukan berbagai kejadian ganjil, penduduk mencurigakan, dan suasana mencekam yang membuat legenda tersebut terasa semakin nyata. Berbeda dari cerita detektif yang hanya berfokus pada petunjuk dan logika, novel ini memadukan misteri kriminal dengan nuansa gotik. Ketika Holmes tidak selalu berada di dekatnya, Watson juga mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuan penyelidikannya sendiri.

  4. 4. The Thirty-Nine Steps — John Buchan

    Sampul buku The Thirty-Nine Steps dengan judul berbahasa Inggris yang merujuk pada halaman Waterstones.
    The Thirty-Nine Steps (waterstones.com)

    Tidak semua thriller klasik berpusat pada penyelidikan pembunuhan. Dalam The Thirty-Nine Steps, John Buchan menghadirkan petualangan penuh kejar-kejaran yang mengikuti Richard Hannay, seorang pria yang mendadak terlibat dalam konspirasi berbahaya. Kehidupannya berubah setelah tetangganya, Franklin Scudder, mengaku mengetahui rencana rahasia yang dapat memicu konflik besar di Eropa.

    Ketika Scudder ditemukan tewas, Hannay menjadi buronan dan harus melarikan diri sambil berusaha memahami informasi berkode yang ditinggalkan untuknya. Ketegangan novel ini muncul dari situasi Hannay yang selalu berpindah tempat demi menghindari kejaran polisi dan kelompok mata-mata. Justru karena Hannay adalah orang biasa yang terjebak dalam keadaan luar biasa, perjuangannya terasa menarik untuk diikuti.

  5. 5. Casino Royale — Ian Fleming

    Sampul Casino Royale dengan judul tercetak menonjol, dikreditkan kepada situs resmi ianfleming.com.
    Casino Royale (ianfleming.com)

    Sebelum diadaptasi menjadi film yang memperkenalkan James Bond kepada generasi penonton baru, Casino Royale sudah lebih dulu menghadirkan kisah spionase karya Ian Fleming. Dalam novel ini, Bond mendapat tugas untuk mengalahkan Le Chiffre, seorang pemodal yang didukung Uni Soviet, melalui permainan baccarat berisiko tinggi di sebuah kasino di Prancis.

    Ia dibantu Vesper Lynd, agen Inggris yang ditugaskan mendampinginya, sementara operasi tersebut juga melibatkan pihak intelijen lain. Namun, misi yang awalnya tampak seperti permainan kartu biasa perlahan berubah menjadi pertarungan berbahaya yang menguji kecerdikan dan keberanian Bond. Versi novelnya memiliki tempo yang lebih lambat dibandingkan adaptasi film modern.

    Kelima novel thriller klasik tersebut menawarkan ketegangan dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari misteri identitas dan pembunuhan hingga konspirasi mata-mata yang berbahaya. Nah, novel thriller klasik mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More