Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Unsplash.com/Andrew Neel
Unsplash.com/Andrew Neel

Kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia kadang membuatmu merasakan sesak di dalam dada. Alih-alih turut berbahagia, kebahagiaan orang lain kadang justru membuatmu iri dan tersiksa. Bukan hal yang baik, iri bukanlah sikap yang patut kamu rawat di dalam jiwa.

Sebelum rasa iri merusak kebaikan hatimu, ada baiknya kamu belajar mengelolanya agar tidak berkembang menjadi toksik yang tak kasat mata. Untuk lebih jelasnya, yuk simak beberapa pengingat pada ulasan berikut ini.

1. Kamu harus mengingat bahwa tidak ada satu manusia pun yang bahagia terus-terusan

Unsplash.com/Zoe Deal

Tidak ada yang selalu bahagia begitu pula sebaliknya. Hidup manusia bagaikan roda pedati yang selalu berputar dan putarannya hanya akan berhenti ketika mati.

Rasa irimu dengan kehidupan orang lain justru akan membuatmu berhenti di titik yang harusnya bisa berganti. Alih-alih termotivasi, rasa iri yang tidak segera diatasi justru malah akan memperparah kondisi diri.

2. Kamu tidak pernah benar-benar tahu kisah hidup seseorang dan apa yang dirasakannya

Unsplash.com/Christin Hume

Hidup orang lain yang tampak indah di matamu hanyalah bagian sampul depannya saja. Kamu tidak pernah benar-benar tahu kisah jatuh bangun apa saja yang ia alami dalam hidupnya.

Terlihat bahagia belum tentu tidak ada cerita sedih yang disembunyikannya. Sebelum kamu iri akan pencapaian orang lain, ada baiknya kamu belajar bersyukur dengan apa yang kamu punya.

3. Kamu tetap berharga meski pencapaianmu tidak sama dengan orang lain

freepik.com/angel.nt.111

Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada yang sama persis dan layak dibanding-bandingkan.

Pencapaian yang bisa kamu bandingkan hanya pencapaianmu di hari ini dan hari kemarin. Pencapaian yang diperoleh orang lain belum tentu bisa membuatmu bahagia jika kamu berada di posisinya, begitu pula sebaliknya. 

4. Setiap manusia memiliki porsi kebahagiaan sendiri-sendiri dan semuanya telah diatur Tuhan dengan rapi

Unsplash/Brooke Cagle

Sudah sering dikatakan bahwa perihal jodoh, rezeki dan maut sudah diatur oleh Tuhan. Tugasmu sebagai manusia hanya berusaha dengan segala kemampuan yang kamu bisa.

Persoalan hasilmu dan hasil orang lain yang berbeda hanyalah sebatas pengingat dari Tuhan agar kamu tidak berhenti berusaha sebaik-baiknya. Kamu hanya perlu mengingat bahwa rezeki itu tidak pernah tertukar dan salah alamat.

5. Rasa iri bisa menghancurkan dirimu sendiri dan mengganggu kepercayaan dirimu

Unsplash.com/Nick Karvounis

Rasa iri yang terus kamu pelihara lambat laun hanya menjadi racun di dalam jiwa. Racun itu semakin mematikan kebaikan dirimu jika tidak kunjung kamu musnahkan.

Alih-alih memberi makan rasa iri setiap hari, ada baiknya kamu belajar mengintropeksi diri sendiri. Jika kamu mendapatkan kegagalan segeralah mengendalikan diri dan belajar mengevaluasi. 

Nah, itulah lima pengingat agar rasa irimu tak makin menjadi-jadi. Musnahkan segera iri yang bersemayam di dada, buang sebelum kamu tersiksa dibuatnya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team