Keinginan menjalani hidup yang lebih sederhana sering membawa seseorang pada konsep essentialism dan minimalism. Keduanya sama-sama mengajak seseorang mengurangi hal yang gak memberikan nilai berarti, tetapi fokus utama serta cara penerapannya ternyata berbeda. Perbedaan tersebut penting dipahami karena hidup sederhana gak selalu berarti harus memiliki barang sesedikit mungkin.
Essentialism lebih berfokus pada pemilihan hal yang benar-benar penting, sedangkan minimalism banyak menekankan pengurangan sesuatu yang berlebihan agar hidup terasa lebih sederhana. Memahami perbedaannya dapat membantu menentukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan, prioritas, dan persoalan yang sedang dihadapi. Daripada sekadar mengikuti tren hidup sederhana tanpa arah yang jelas, yuk kenali perbedaan essentialism dan minimalism lebih jauh.
