5 Pertimbangan Meminjamkan Teman Uang, Lihat Kesanggupannya Melunasi

Sebagai makhluk sosial yang saling bergantung, terkadang kita butuh bantuan orang untuk berutang di saat mendesak. Orang yang pertama dimintai tolong untuk meminjamkan uang tentu keluarga atau teman terdekat. Akan tetapi meskipun ada ikatan hubungan dekat, meminjamkan uang ke teman juga gak bisa dilakukan dengan tanpa pertimbangan.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan seperti nominal yang mau dipinjam, kesanggupannya untuk membayar atau melunasi, hingga track record-nya dalam utang piutang. Hal seperti itu bisa menjadi fatal kalau diabaikan hanya karena kamu berhubungan dekat dengan teman. Sehingga untuk apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memberi pinjaman uang ke teman, bisa dilihat satu-persatu di bawah ini.
1. Alasan dia meminjam padamu

Suatu hal yang biasa jika ada teman yang meminjam uang padamu, akan tetapi sebelum memberikannya pastikan untuk tahu dulu alasan dia meminjam. Kamu bisa nilai apakah dia benar-benar butuh ketika tersedak, atau cuma sekedar mau pinjam tanpa ada kepentingan yang besar. Supaya kamu bisa pikir dua kali apakah harus memberinya pinjaman atau tidak dengan alasannya itu.
2. Track record dia saat berutang

Hal lainnya yang patut dipertimbangkan saat meminjamkan uang ke teman adalah baik buruknya track record-nya dalam urusan utang piutang. Baik itu saat dia berutang padamu dulu, atau saat dia berutang pada orang lain dan teman lainnya. Dari track record-nya kamu bisa menilai apakah dia orang yang bisa dipercaya dan mengerti etika dalam berutang, karena berteman dan meminjamkan uang itu dua hal yang berbeda urusannya.
3. Tingkat kesanggupannya untuk melunasi

Jangan lupa pertimbangkan juga tingkat kesanggupannya untuk melunasi nominal yang dia pinjam. Misalnya dia mau pinjam uang dalam jumlah besar sedangkan dia tidak punya kesanggupan untuk melunasinya, tentu jadi sangat berisiko untuk memberikannya pinjaman. Bukan bermaksud mengkhianati pertemanan atau gak mau menolong teman, namun dalam utang piutang harus realistis supaya tidak ada yang dirugikan.
4. Jaminan dan perjanjian yang diajukan padamu

Jika temanmu yang ingin meminjam uang memberikan jaminan atau perjanjian atas bentuk tanggung jawabnya, perhatikan baik-baik dan teliti. Usahakan jaminan atau perjanjian yang dibuat dapat membuat urusan utangnya padamu berjalan lancar hingga lunas. Hal ini penting dilakukan jika kamu tidak begitu dekat dengan dia, atau nominal yang dipinjam sangat besar sehingga kamu pun butuh jaminan yang besar juga.
5. Kesanggupan dan kesediaanmu untuk memberi pinjaman

Setelah empat poin tadi, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan kesanggupanmu dalam memberikan pinjaman. Jangan gara-gara dia temanmu, lalu kamu memaksakan diri untuk meminjamkannya meskipun kamu sendiri sebenarnya juga butuh dan sedang kesulitan. Baik dan niat membantu tentu boleh saja, namun jangan memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain.
Lima poin tadi bisa kamu jadikan pertimbangan untuk berpikir dua kali sebelum meminjamkan uang pada teman. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan, karena sayang kan kalau pertemanan rusak gara-gara uang dan urusan utang.