“Aturan nomor 1 jika kamu meminjamkan uang kepada teman atau keluarga adalah memastikan bahwa itu merupakan uang yang mampu kamu pinjamkan," ungkap Etiquette Expert Thomas Farley, dilansir CNBC.
Mau Meminjamkan Uang ke Saudara? Pertimbangkan 5 Hal Berikut!

Dilansir CNBC, sebuah survei yang dilakukan creditcards.com mengungkapkan 59 persen orang yang memberikan pinjaman pribadi mengalami pengalaman buruk. Misalnya, hubungan semakin menjauh, kehilangan uang, hingga pertengkaran fisik.
Namun rasa simpati mungkin saja mendorong kamu untuk melakukan hal ini. Meski begitu, sikap waspada tetap harus ada agar keadaan ekonomimu tidak memburuk. Yuk, simak etika meminjamkan uang secara aman, terutama pada keluarga maupun saudara, lewat ulasan di bawah ini!
1. Berikan jumlah pinjaman sesuai kapasitas kamu

Anggap uang yang kamu pinjamkan sebagai hadiah. Berilah nominal yang jumlahnya tidak memengaruhi kondisi finansialmu, sehingga bila penghutang sulit untuk membayar dengan tepat waktu keadaan ekonomimu tidak terganggu.
2. Mengetahui sumber penghasilan yang berhutang

BIla kerabat lebih memilih untuk meminjam uang kepada kamu dibandingkan dengan jasa kredit ataupun bank, perhatikan latar belakangnya. Bila keuangannya saat ini saja tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, bagaimana caranya membayar hutang?
“Terkadang, seseorang mungkin tidak memiliki riwayat kredit atau telah merusak kreditnya begitu parah sehingga mereka perlu mencari alternatif lain,” ungkap Konsultan Finansial Kevin Murphy, dilansir Investopedia.
3. Komunikasikan dari awal terkait batas waktu pembayaran

Tidak membicarakan target waktu pelunasan sebagai bentuk empati adalah hal yang tidak tepat. Padahal, lebih baik merundingkan faktor tersebut dahulu sebelum terlambat hingga tidak memenuhi ekspektasi.
"Akan lebih mudah bagi semua pihak yang terlibat jika kamu mengangkat topik canggung lebih cepat daripada nanti (saat ada yang berhutang)," ungkap Etiquette Expert Thomas Farley, dilansir CNBC.
4. Pertimbangkan pihak yang mungkin terlibat

Jangan merahasiakan dari pasangan atau partner bisnis jika kamu memiliki akun bank bersama. Pastikan mereka setuju dengan keputusanmu untuk meminjamkan uang kepada orang lain.
Jika ada yang menghubungi ingin meminjam, langsung komunikasikan. Gak mau kan uang sudah berkurang, terus hubungan makin renggang?
5. Buat perjanjian yang mengikat

Agreement sangat penting untuk dibuat jaminan ketika meminjamkan uang dengan jumlah banyak. Tulislah aspek-aspek yang krusial biar gak ada salah paham nantinya.
Beberapa hal yang bisa kamu cantumkan, seperti jumlah yang dipinjamkan, tanggal nominal diberikan, dan kapan pembayaran harus dipenuhi. Komunikasikan dengan detail dan seksama.
Jika mereka membutuhkan waktu lama untuk membayar, beri empati dan kelonggaran waktu sewajarnya. Ingat, krisis finansial adalah penyebab mereka meminjam uang!