ilustrasi perundungan pada anak-anak (pexels.com/RODNAE Production)
Bullying, baik yang dilakukan pada anak-anak, remaja, ataupun dewasa dapat meninggalkan luka mental yang tidak sepele. Menurut laman Live Science, perilaku bullying kerap kali bermula dari rumah. Anak yang terbiasa mengintimidasi saudara kandungnya di rumah cenderung menjadi pelaku bullying juga di sekolah.
Kebanyakan orang mampu mengidentifikasi bullying yang dilakukan secara terbuka dan dirasa parah, tetapi banyak yang tidak sadar telah melakukannya. Bullying yang dimulai dengan sangat kecil membuat orang tidak sadar dan akhirnya berlanjut menjadi semakin besar. Beberapa perilaku bullying yang dinormalisasi contohnya menghina influencer di media sosial atau cyberbullying, rasis, menyebarkan gosip di kantor, dan sebagainya.
Perbuatan buruk tetaplah buruk meskipun dilakukan oleh banyak orang. Perilaku yang kamu tunjukkan secara konsisten juga menjadi ukuran nyata dari karakter dan kedewasaanmu. Jadi, sudah saatnya untuk berkaca dan melihat kebenaran tentang cara kita berperilaku dan memperbaiki apa yang salah.