5 Tanda Kamu Sebenarnya sedang Patah Hati yang Jarang Disadari

Setiap orang pasti pernah merasakan patah hati. Istilah patah hati sendiri biasanya diberikan kepada orang-orang yang sedang berada dalam kondisi terpuruk. Bisa disebabkan oleh rasa kehilangan, putus hubungan, dikecewakan, dikhianati, atau pun dibohongi.
Memang tidak mudah menyembuhkan patah hati. Namun, jika kamu gagal move on dari rasa sakitnya patah hati dikhawatirkan bisa menghambat diri kamu untuk berkembang, merusak mental, dan mengalami trauma.
Oleh karena itu, sangat penting kiranya kamu mengetahui setiap penyebab patah hati yang kamu rasakan, agar bisa menemukan upaya yang tepat untuk mengatasinya. Berikut ini lima tanda yang mengindikasikan bahwa sebenarnya kamu sedang patah hati tanpa disadari.
1. Merasa tidak enak badan secara terus-menerus

Seseorang yang sedang patah hati memiliki tekanan emosional yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisiknya. Hal tersebut dikarenakan rasa sakit secara emosional dan fisik diproses pada bagian otak yang sama.
Akibatnya saat sedang patah hati, kamu juga bisa mengalami rasa tidak nyaman pada fisikmu, mulai dari sesak nafas, sakit dada, hingga tidak enak badan. Bahkan pada beberapa kasus yang lebih parah, kamu juga bisa mengalami sakit kepala, perubahan nafsu makan, perubahan berat badan secara drastis, dan sakit perut akut.
Meski merasa tidak nyaman pada badan saat patah hati dianggap sebagai hal yang normal terjadi. Namun, kamu harus tetap waspada apabila rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh.
2. Menarik diri dari lingkaran sosial terdekat

Jika kamu perhatikan, sebagian besar orang yang sedang patah hati biasanya akan mengisolasi diri dari lingkungan sekitarnya. Hal tersebut mereka lakukan sebagai salah satu upaya untuk menenangkan pikiran dan perasaan yang sangat kalut. Mereka juga membutuhkan ruang sendiri untuk meluapkan rasa sakit hatinya.
Nah, apabila kamu sedang berada dalam situasi tersebut, alangkah baiknya untuk tidak berlarut-larut dalam menarik diri dari lingkaran sosial terdekat mulai dari teman hingga keluarga. Mereka mungkin tidak dapat memberikan solusi yang memuaskanmu, tapi setidaknya mereka hadir untuk memberikanmu dukungan.
3. Sulit tidur berkepanjangan

Secara umum, mengalami kesulitan tidur selama beberapa hari saat kamu sedang patah hati itu merupakan sesuatu yang wajar. Tapi, jika hal ini sudah berlangsung sangat lama, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis.
Pasalnya, kesulitan tidur dapat merusak kesehatanmu secara keseluruhan. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi efek negatifnya. Mulai dari menjaga pola makan, tetap terhubung dengan orang-orang terdekat yang kamu percayai, hingga menghindari kontak dengan sumber patah hati untuk sementara waktu.
4. Mati rasa ketika beraktivitas

Kembali pada aktivitas rutin seperti sekolah atau pergi ke kantor saat patah hati merupakan salah satu hal yang cukup berat untuk dilakukan. Pasalnya, ketika patah hati seseorang menjadi sangat sulit berkonsentrasi. Apabila kondisi ini dibiarkan, tugas atau pekerjaanmu pun menjadi berantakan.
Tak ada salahnya jika kamu ingin mengambil jeda atau rehat sejenak selama beberapa hari untuk merawat diri sendiri. Ketika kamu sudah merasa nyaman, silakan kembali ke sekolah atau kantor. Lalu, lakukan pekerjaan seperti biasa dengan perasaan yang jauh lebih tenang dan ikhlas.
5. Enggan peduli terhadap diri sendiri

Tanda berikutnya yang mengindikasikan bahwa kamu sebenarnya sedang patah hati adalah enggan peduli terhadap diri sendiri. Hal tersebut ditunjukkan dengan munculnya rasa malas untuk merawat diri, mulai dari enggan mandi hingga tidak mau menyisir rambut.
Jika kamu sedang merasakannya, coba ingat-ingat lagi sudah berapa lama kejadian ini berlangsung. Apabila sudah lebih dari dua minggu, artinya kamu membutuhkan bantuan profesional kesehatan mental.
Guys, setiap luka itu pasti ada obatnya, kok. Kamu hanya perlu mengakui bahwa kamu sedang patah hati. Lalu belajarlah untuk memaafkan dan berdamai dengan keadaan, kemudian membuka diri kembali. Namun, jika kamu merasa sangat sulit keluar dari situasi tersebut, jangan ragu mencari bantuan profesional, ya.