Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tipe MBTI yang Gak Malu Mengakui Kesalahan, Anti Defensif!

3 min read
5 Tipe MBTI yang Gak Malu Mengakui Kesalahan, Anti Defensif!
ilustrasi tipe INFP (pexels.com/Antonius Ferret)
  • Artikel menyoroti ISTJ, ISFJ, INFP, ISFP, dan INFJ sebagai tipe MBTI yang cenderung mengakui kesalahan tanpa bersikap defensif.
  • ISTJ mengutamakan fakta, integritas, dan tanggung jawab; ISFJ fokus memulihkan kedamaian serta memperbaiki dampak kesalahan pada orang sekitar.
  • INFP, ISFP, dan INFJ dikaitkan dengan kejujuran diri, introspeksi, empati, serta pilihan meminta maaf demi menjaga nilai moral dan keharmonisan hubungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak semua orang bisa mengakui kesalahannya dengan legowo. Sebagian memilih untuk bersikap defensif karena merasa malu jika orang lain mengetahui kesalahannya. Defensif sendiri adalah bentuk pertahanan seseorang agar tidak jatuh di mata orang lain.

Sayangnya sikap demikian tidaklah baik jika dibiarkan. Pasalnya, jika seseorang benar-benar bersalah lantas tidak mau mengakuinya, justru secara tidak langsung itu akan mempermalukan dirinya sendiri. Berbeda dengan lima tipe MBTI ini yang dikenal berani mengakui kesalahan tanpa defensif sama sekali.

  1. 1. ISTJ

    ilustrasi tipe ISTJ
    ilustrasi tipe ISTJ (pexels.com/Yan Krukau)

    ISTJ memiliki integritas yang sangat tinggi. Mereka lebih menghargai kebenaran dan kejujuran objektif daripada menjaga ego. Jika terbukti salah berdasarkan fakta, mereka akan langsung mengakuinya. Kebohongan bahwa dirinya tidak bersalah, sangat bertentangan dengan prinsip moral yang dianutnya.

    Bagi ISTJ, mengakui kesalahan adalah bentuk tanggung jawab moral dan kejujuran pada diri sendiri. ISTJ cenderung melihat dunia secara hitam-putih berdasarkan data konkret. Jika ada bukti logis bahwa dirinya berbuat salah, sikap menyangkal justru dianggap tidak masuk akal bagi mereka.

  2. 2. ISFJ

    ilustrasi tipe ISFJ
    ilustrasi tipe ISFJ (pexels.com/RDNE Stock project)

    ISFJ sangat peduli pada perasaan orang lain dan dinamika kelompok. Mereka tahu bahwa menolak mengakui kesalahan bisa memicu konflik, ketegangan, atau menyakiti orang lain. Mengaku salah adalah cara tercepat bagi mereka untuk memulihkan kedamaian.

    ISFJ justru tipe yang apa adanya dan rendah hati. Mereka tidak memiliki ketertarikan untuk terlihat "sempurna" di mata orang lain melalui jalur penyangkalan. Dibandingkan membuang energi untuk membela diri, ISFJ lebih memilih fokus pada bagaimana cara memperbaiki dampak dari kesalahan tersebut agar tidak merugikan orang di sekitar mereka.

  3. 3. INFP

    ilustrasi tipe INFP
    ilustrasi tipe INFP (pexels.com/Antonius Ferret)

    INFP sangat menjunjung tinggi nilai moral dan introspeksi. Itulah mengapa baginya mengakui kesalahan bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah langkah penting untuk menjaga kedamaian batin dan keselarasan dengan nilai-nilai moral mereka.

    Menyembunyikan kesalahan atau berpura-pura tidak bersalah terasa seperti "mengkhianati" diri mereka sendiri. Bagi INFP, berbohong demi menyelamatkan harga diri jauh lebih menyiksa daripada menanggung rasa malu akibat mengakui kesalahan. Justru INFP menganggap berbuat salah diperlukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

  4. 4. ISFP

    ilustrasi orang minta maaf
    ilustrasi orang meminta maaf (pexels.com/Mikhail Nilov)

    ISFP dikenal sebagai pribadi yang sangat jujur pada diri sendiri, santai, dan tidak menyukai kepalsuan atau sikap arogan. Mereka lebih memilih merendahkan ego dan meminta maaf secara tulus saat berbuat salah daripada memperpanjang masalah.

    ISFP cenderung melihat dunia secara apa adanya. Ketika mereka berbuat salah dan dampaknya terlihat nyata, mereka akan menerima fakta tersebut tanpa drama atau penyangkalan. Mereka tidak suka memutarbalikkan fakta atau mencari alasan dusta untuk membenarkan diri sendiri.

  5. 5. INFJ

    ilustrasi orang mengakui kesalahan
    ilustrasi orang mengakui kesalahan (pexels.com/Christina Morillo)

    INFJ identik dengan sosok yang penuh empati dan kesadaran diri yang dalam. Mereka menghabiskan banyak waktu di dalam pikiran mereka sendiri untuk menganalisis tindakan, motif, dan dampak perilaku mereka terhadap orang lain. Saat berbuat kesalahan, mereka cenderung langsung menyadari kekeliruan tersebut bahkan sebelum orang lain menyadarinya.

    Selain itu, INFJ sangat sensitif terhadap konflik dalam suatu hubungan. Maka dari itu mereka menyadari bahwa mempertahankan ego atau berpura-pura tidak bersalah hanya akan menciptakan ketegangan dan menyakiti orang lain. Hal tersebut dihindari INFJ karena baginya keharmonisan hubungan lebih penting dari sekadar ego belaka.

    Dari kelima tipe MBTI di atas kita bisa belajar bahwa mengakui kesalahan bukanlah sebuah aib. Berbuat salah adalah hal manusiawi yang bisa saja dilakukan setiap orang sehingga kita tidak perlu malu untuk mengakuinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More