5 Tipe MBTI yang Susah Banget Menentukan Tujuan Hidup, Kamu Termasuk?

- INFP memiliki imajinasi kaya, namun kesulitan memilih tujuan hidup karena semua mimpi terasa penting.
- INTP senang berpikir dan menimbang kemungkinan, tapi sering terjebak dalam analysis paralysis saat harus memutuskan tujuan.
- ENFP penuh antusiasme dan sulit fokus pada satu tujuan karena melihat banyak potensi di dunia.
Menentukan tujuan hidup memang bukan perkara mudah. Ada orang yang sudah tahu mau jadi apa sejak kecil, tapi ada juga yang sampai dewasa masih merasa bingung dengan arah hidupnya. Nah, ternyata kepribadian seseorang bisa loh memengaruhi seberapa mudah atau sulitnya mereka dalam menetapkan tujuan. Dalam sistem MBTI, beberapa tipe kepribadian memang dikenal lebih sering bergumul dengan pertanyaan "sebenarnya aku mau apa, sih?"
Kalau kamu merasa relate dengan kondisi ini, bisa jadi tipe kepribadianmu memang termasuk yang cenderung kesulitan menentukan arah. Penasaran apakah kamu salah satunya? Yuk, simak lima tipe MBTI berikut ini!
1. INFP

Si idealis yang satu ini memang terkenal punya imajinasi yang sangat kaya. Mereka bisa membayangkan berbagai kemungkinan indah tentang masa depan, mulai dari jadi penulis terkenal, aktivis sosial, sampai seniman yang karyanya menginspirasi banyak orang. Masalahnya, semua mimpi itu terasa sama pentingnya! Akibatnya, INFP sering merasa overwhelmed dan malah stuck di tempat karena gak tahu harus mengejar yang mana duluan. Ditambah lagi, mereka sangat mementingkan makna dan nilai personal, sehingga tujuan yang dipilih harus benar-benar "terasa pas" di hati. Well, proses pencarian itu bisa memakan waktu yang sangat lama.
2. INTP

Kalau ada tipe yang hobi banget berpikir, itu sudah pasti INTP. Mereka senang mengeksplorasi berbagai konsep dan teori, menimbang-nimbang segala kemungkinan dari berbagai sudut pandang. Sayangnya, kebiasaan ini justru sering membuat mereka terjebak dalam analysis paralysis. Setiap kali hendak menentukan tujuan, muncul pertanyaan baru yang harus dijawab dulu. "Tapi bagaimana kalau ini?" atau "Bukankah opsi itu juga menarik?" Akhirnya, keputusan pun terus tertunda karena selalu ada hal baru yang perlu dipertimbangkan. Padahal, kadang yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk melangkah meski belum sempurna.
3. ENFP

ENFP adalah sosok yang penuh antusiasme dan selalu excited dengan hal-hal baru. Mereka punya energi yang luar biasa untuk memulai sesuatu, tapi masalahnya, ketertarikan itu bisa berubah secepat angin bertiup. Baru saja mereka menetapkan satu tujuan, eh, muncul peluang lain yang terlihat lebih menarik. Akibatnya, ENFP sering berganti-ganti arah dan kesulitan untuk tetap fokus pada satu jalur. Bukan berarti mereka gak serius, ya. Justru karena mereka melihat begitu banyak potensi di dunia ini, memilih satu saja terasa seperti menutup pintu untuk kemungkinan lainnya. Rasanya sayang, kan?
4. ISFP

Tipe yang satu ini sangat menghargai kebebasan dan autentisitas. ISFP cenderung hidup di momen sekarang dan membiarkan hidupnya mengalir secara natural. Bagi mereka, mematok tujuan yang rigid justru terasa mengekang dan gak nyaman. Mereka lebih memilih untuk merespons apa yang terasa benar di saat itu dibandingkan mengikuti rencana yang sudah disusun jauh-jauh hari. Pendekatan ini memang membuat hidup terasa lebih spontan dan menyenangkan, tapi di sisi lain, ISFP bisa kesulitan ketika diminta menjelaskan apa target jangka panjang mereka. Jawabannya sering kali adalah, "Lihat nanti saja, deh."
5. ENTP

ENTP adalah si penantang yang selalu haus akan pengalaman dan pengetahuan baru. Mereka sangat menikmati proses brainstorming dan mengeksplorasi berbagai ide, tapi begitu sampai di tahap harus memilih dan berkomitmen, semangat itu bisa langsung surut. Bagi ENTP, menetapkan satu tujuan terasa seperti membatasi potensi diri. Mereka lebih suka menjaga semua opsi tetap terbuka dan terus bereksperimen. Sayangnya, tanpa kejelasan arah, energi mereka yang besar itu bisa tersebar ke mana-mana tanpa menghasilkan sesuatu yang konkret.
Menentukan tujuan hidup memang bukan kompetisi, dan setiap orang punya timeline-nya masing-masing. Kalau kamu termasuk salah satu dari lima tipe di atas, gak perlu khawatir. Yang penting adalah terus mengenal dirimu sendiri dan pelan-pelan menemukan apa yang benar-benar kamu inginkan. Jadi, sudah siap untuk mulai merenung dan menemukan arahmu?


















