Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Mengatur Stok Bahan Makanan Kering di Dapur, Gak Mubazir!

3 min read
5 Tips Mengatur Stok Bahan Makanan Kering di Dapur, Gak Mubazir!
ilustrasi bahan makanan kering (magnific.com/magnific)
  • Pindahkan bahan kering yang sudah dibuka ke toples transparan bertutup rapat agar stok seperti tepung, pasta, dan kacang mudah terlihat.
  • Terapkan sistem FIFO dengan menaruh stok lama di depan, serta beri label nama dan tanggal pembelian atau pembukaan pada setiap wadah.
  • Kelompokkan bahan berdasarkan frekuensi pemakaian, sisakan ruang di lemari, dan cek stok sebelum belanja agar tidak membeli bahan yang masih tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengatur stok bahan makanan kering di dapur sering terasa gampang sampai kamu menemukan tiga bungkus tepung yang ternyata belum habis. Pasta, kacang, gula, dan bumbu kering juga bisa menumpuk karena dibeli tanpa mengecek isi lemari lebih dulu. Kalau dibiarkan, bahan yang masih layak pakai justru bisa terlupakan sampai melewati masa simpannya.

Dapur yang rapi bukan cuma soal susunan toples yang enak dilihat. Kamu juga perlu tahu bahan apa yang tersedia, mana yang hampir habis, dan mana yang harus digunakan lebih dulu. Yuk, simak cara mengatur stok bahan makanan kering berikut agar belanja dan memasak terasa lebih praktis.

  1. 1. Pindahkan bahan ke toples transparan

    Ilustrasi sereal sebagai pilihan makanan praktis yang umum disantap saat sarapan pagi sehari-hari.
    ilustrasi cereal (magnific.com/magnific)

    Bungkus tepung atau kacang yang ditumpuk di lemari sering membuat jumlah stok sulit terlihat. Misalnya, kamu masih punya setengah bungkus tepung terigu, tetapi karena tertutup kemasan lain, kamu mengira stoknya sudah habis. Akhirnya, satu bungkus baru ikut masuk keranjang belanja.

    Pindahkan bahan yang sudah dibuka ke toples transparan dengan tutup rapat. Kamu bisa langsung melihat sisa tepung, pasta, atau kacang tanpa perlu membongkar lemari. Pilih ukuran toples yang sesuai supaya bahan gak menyisakan banyak ruang kosong.

  2. 2. Terapkan sistem first in, first out

    Ilustrasi tangan menuangkan kacang dari mangkuk kaca ke dalam toples bening untuk penyimpanan makanan.
    ilustrasi menuangkan kacang ke toples (magnific.com/magnific)

    Stok baru biasanya langsung diletakkan di bagian depan karena lebih mudah dijangkau. Misalnya, kamu baru membeli dua bungkus pasta meski masih punya satu bungkus dari belanja minggu lalu. Kalau pasta baru terus berada di depan, stok lama bisa terlupakan.

    Gunakan sistem first in, first out atau FIFO dengan menaruh bahan lama di bagian depan. Stok baru bisa ditempatkan di belakangnya setelah selesai berbelanja. Cara sederhana ini membantu kamu menghabiskan bahan yang lebih dulu dibeli sebelum membuka kemasan baru.

  3. 3. Beri label nama dan tanggal

    Ilustrasi proses memberi label pada bahan untuk membantu mengenali dan mengelompokkan bahan secara lebih teratur.
    ilustrasi memberi label pada bahan (magnific.com/magnific)

    Bahan yang sudah masuk toples bisa terlihat hampir sama, terutama ketika kamu menyimpan beberapa jenis tepung atau biji-bijian. Contohnya, tepung tapioka dan tepung maizena bisa sama-sama berwarna putih ketika berada dalam wadah bening. Tanpa label, kamu bisa salah mengambil bahan saat memasak.

    Gunakan label sederhana berisi nama bahan dan tanggal pembelian atau pembukaan. Misalnya, tulis “tepung terigu, buka 5 Oktober” pada wadah yang sesuai. Informasi kecil ini membuat kamu lebih mudah menentukan bahan mana yang perlu segera digunakan.

  4. 4. Kelompokkan berdasarkan seberapa sering dipakai

    Ilustrasi bahan makanan kering sebagai pilihan produk pangan tahan lama untuk persediaan kebutuhan dapur.
    ilustrasi bahan makanan kering (magnific.com/magnific)

    Menaruh semua bahan di satu lemari memang terlihat praktis pada awalnya. Namun, mengambil gula untuk membuat kopi bisa berubah menjadi kegiatan memindahkan beberapa bungkus pasta dan tepung yang menumpuk di depannya. Susunan seperti ini biasanya cepat berantakan karena bahan yang sering dipakai gak punya tempat khusus.

    Pisahkan bahan harian, mingguan, dan stok cadangan sesuai kebiasaanmu. Misalnya, gula, kopi, dan oatmeal bisa ditempatkan di bagian yang paling mudah dijangkau. Sementara stok tepung atau kacang yang jarang dipakai bisa diletakkan di bagian belakang.

  5. 5. Jangan memenuhi lemari sampai penuh

    Ilustrasi aneka bahan makanan kering yang tersimpan dalam wadah, termasuk bahan pokok dan bumbu dapur.
    ilustrasi bahan makanan kering (magnific.com/magnific)

    Lemari yang penuh memang terlihat seperti stok bahan makananmu sudah aman untuk waktu lama. Namun, ketika gak ada ruang untuk melihat bagian belakang, kamu justru lebih mudah lupa dengan bahan yang masih tersedia. Kondisi ini sering membuat belanja dilakukan berdasarkan perkiraan, bukan kebutuhan sebenarnya.

    Sisakan ruang agar setiap wadah masih bisa dilihat dan diambil tanpa menggeser banyak barang. Sebelum belanja, luangkan waktu sebentar untuk mengecek isi lemari. Misalnya, daripada membeli gula lagi, kamu bisa menemukan satu bungkus cadangan yang ternyata masih belum dibuka.

    Mengatur stok bahan makanan kering gak harus memakai sistem yang rumit. Cukup buat bahan mudah terlihat, mudah diambil, dan jelas urutan pemakaiannya supaya stok gak mubazir. Ketika kebiasaan ini mulai terbentuk, kamu juga bisa belanja lebih terencana tanpa membeli bahan yang sebenarnya masih tersedia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More