Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menghindari Biaya ATM Antarbank yang Diam-Diam Menguras Saldo
ilustrasi kartu ATM (pexels.com/Pixabay)
  • Periksa informasi biaya di layar ATM sebelum konfirmasi agar transaksi antarbank dapat dibatalkan bila potongannya dianggap terlalu besar.
  • Kenali jaringan kartu debit dan cari ATM bank sendiri melalui aplikasi atau peta digital untuk memilih mesin dengan biaya lebih rendah atau tanpa biaya antarbank.
  • Hindari penarikan kecil berulang dengan merencanakan kebutuhan tunai, serta gunakan QRIS, kartu debit, atau pembayaran digital bila tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu mengambil uang di ATM karena butuh uang tunai, lalu baru sadar ada potongan biaya setelah transaksi selesai? Nominalnya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau kejadian berkali-kali, totalnya bisa lumayan mengurangi saldo. Apalagi kalau kamu cukup sering menggunakan ATM bank lain karena ATM bank sendiri sedang gak tersedia di sekitar lokasi.

Biaya transaksi antarbank sebenarnya bukan sesuatu yang harus bikin kamu panik. Masalahnya, banyak orang baru memperhatikannya setelah transaksi berhasil, bukan sebelum memasukkan kartu. Kamu bisa menghindari pengeluaran yang gak perlu kalau tahu jenis biaya yang mungkin muncul dan membaca informasi di layar ATM sebelum menekan tombol konfirmasi. Yuk, simak langkahnya supaya saldo kamu gak diam-diam berkurang!

1. Cek biaya sebelum menekan tombol konfirmasi

Ilustrasi mesin ATM (pexels.com/Jan van der Wolf)

Saat menggunakan ATM bank lain, jangan langsung menekan tombol setelah memasukkan nominal transaksi. Perhatikan setiap informasi yang muncul di layar, terutama keterangan mengenai biaya administrasi atau biaya tambahan. Beberapa ATM akan menampilkan informasi biaya sebelum transaksi benar-benar diproses.

Beri waktu beberapa detik untuk membaca seluruh keterangan yang muncul. Kalau ada biaya yang menurut kamu terlalu besar, kamu masih bisa membatalkan transaksi sebelum uang keluar. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat kamu lebih sadar terhadap biaya yang harus dibayar. Jadi, jangan sampai tangan lebih cepat daripada mata saat menggunakan ATM!

2. Kenali jaringan ATM yang digunakan kartu kamu

Ilustrasi mesin ATM (pexels.com/RDNE Stock project)

Kartu debit biasanya terhubung ke jaringan tertentu yang memungkinkan transaksi dilakukan melalui ATM bank lain. Jaringan tersebut bisa memiliki ketentuan biaya yang berbeda, tergantung bank penerbit kartu, jenis transaksi, dan layanan yang digunakan. Karena itu, penting bagi kamu mengetahui ATM mana saja yang termasuk jaringan yang bisa digunakan dengan biaya lebih rendah atau sesuai fasilitas kartu.

Informasi mengenai jaringan biasanya bisa ditemukan melalui aplikasi atau situs resmi bank penerbit kartu. Kamu juga bisa melihat logo jaringan yang tercantum pada kartu debit dan ATM. Kalau sedang berada di tempat yang punya beberapa pilihan mesin ATM, informasi ini bisa membantu kamu menentukan mesin mana yang lebih masuk akal digunakan. Sedikit mengenali jaringan bisa membuat kamu gak asal memasukkan kartu ke mesin terdekat.

3. Cari ATM bank sendiri sebelum memilih ATM lain

Ilustrasi mesin ATM (pexels.com/Centre for Ageing Better)

Situasi mendesak memang kadang membuat ATM terdekat terlihat seperti satu-satunya pilihan. Namun, kalau kamu punya waktu, coba cari tahu apakah ada ATM dari bank penerbit kartu di sekitar lokasi. Perbedaan jarak beberapa ratus meter mungkin terasa sepele, tetapi bisa membantu kamu menghindari biaya transaksi antarbank.

Kamu bisa menggunakan aplikasi mobile banking atau peta digital untuk mencari lokasi ATM terdekat. Beberapa aplikasi perbankan juga menyediakan fitur pencarian ATM dan kantor cabang. Kebiasaan ini terutama berguna kalau kamu sering bepergian ke area yang belum familiar. Daripada membayar biaya tambahan karena terburu-buru, lebih baik luangkan waktu sebentar untuk mencari alternatif.

4. Hindari transaksi kecil yang terlalu sering

Ilustrasi mesin ATM (pexels.com/Elise)

Kalau kamu memang harus menggunakan ATM bank lain, coba pertimbangkan jumlah uang yang benar-benar kamu perlukan. Mengambil uang tunai berkali-kali dalam nominal kecil bisa membuat biaya transaksi terakumulasi. Satu kali biaya mungkin terasa ringan, tetapi beberapa transaksi dalam seminggu bisa menghasilkan jumlah yang lebih besar.

Bukan berarti kamu harus mengambil uang tunai dalam jumlah berlebihan. Tetap sesuaikan penarikan dengan kebutuhan dan kemampuan mengelola uang tunai. Kamu bisa merencanakan kebutuhan selama beberapa hari agar gak perlu bolak-balik ke ATM. Cara ini bukan hanya membantu mengurangi biaya transaksi, tetapi juga membuat pengelolaan uang tunai lebih teratur.

5. Manfaatkan alternatif transaksi non-tunai

Ilustrasi mesin ATM (pexels.com/Elise)

Gak semua kebutuhan pembayaran mengharuskan kamu mengambil uang tunai. Kalau toko atau tempat tujuan menerima QRIS, kartu debit, atau metode pembayaran digital lain yang kamu miliki, pertimbangkan menggunakan pilihan tersebut. Cara ini bisa mengurangi frekuensi kamu datang ke ATM, terutama ketika ATM bank sendiri gak tersedia.

Sebelum pergi, kamu bisa memperkirakan kebutuhan pembayaran di tempat tujuan. Kalau sebagian besar transaksi bisa dilakukan secara digital, membawa uang tunai terlalu banyak justru mungkin gak diperlukan. Namun, tetap siapkan sedikit uang tunai untuk kondisi tertentu, terutama ketika berada di lokasi yang koneksi internetnya kurang stabil. Intinya, gunakan metode pembayaran yang paling sesuai kebutuhan dan biaya.

Biaya transaksi di ATM bank lain mungkin terlihat kecil, tetapi tetap layak diperhatikan kalau kamu ingin mengelola keuangan secara lebih rapi. Cek informasi biaya sebelum konfirmasi, kenali jaringan kartu, cari ATM bank sendiri jika memungkinkan, dan pertimbangkan metode pembayaran lain. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu kamu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya gak perlu.

Mulai sekarang, jangan cuma memastikan uang keluar dari ATM sesuai nominal yang kamu inginkan. Perhatikan juga berapa saldo yang berkurang setelah transaksi dan apakah ada biaya tambahan. Kalau ada pilihan yang lebih hemat, kenapa harus memilih yang membuat saldo berkurang lebih banyak? Teliti sebentar sebelum transaksi, saldo pun lebih aman!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article