Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Trik Marketing yang Kerap Menjebak, Hindari dari Sekarang

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Ron Lach)

Dunia marketing adalah medan yang penuh dengan strategi cerdik yang dirancang untuk menarik perhatian dan dompet kalian. Tidak sedikit dari trik-trik ini yang dirancang sedemikian rupa agar kalian merasa perlu membeli sesuatu, bahkan ketika sebenarnya tidak membutuhkannya. Dalam era digital ini, berbagai trik marketing semakin berkembang dan semakin sulit dihindari.

Mulai dari diskon besar-besaran hingga klaim yang berlebihan, banyak konsumen yang tanpa sadar terjebak dalam taktik ini dan berakhir dengan pembelian yang tidak mereka rencanakan. Penting bagi kalian untuk lebih waspada dan memahami trik-trik ini agar tidak terjebak di masa depan. Berikut adalah lima trik marketing yang kerap menjebak, dan sebaiknya kalian hindari mulai sekarang.

1. Diskon besar yang membuat kalian merasa rugi jika tidak membeli

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Max Fischer)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Max Fischer)

Diskon besar selalu berhasil menarik perhatian, terutama ketika kalian melihat angka potongan harga yang fantastis. Dari potongan 50% hingga 70%, siapa yang tidak tergiur? Namun, penting untuk diingat bahwa diskon besar sering kali hanya trik marketing untuk mendorong kalian membeli barang yang mungkin sebenarnya tidak kalian butuhkan. Penjual menggunakan potongan harga besar untuk menciptakan rasa urgensi, membuat kalian merasa seolah-olah melewatkan kesempatan emas jika tidak segera membeli.

Padahal, jika dilihat lebih dalam, sering kali barang yang didiskon tersebut memang sudah diberi harga tinggi sebelumnya agar potongan harga terlihat lebih menarik. Bahkan, ada kalanya barang yang didiskon itu memiliki kualitas yang kurang baik atau model lama yang stoknya ingin segera dihabiskan. Oleh karena itu, sebelum kalian tergoda oleh diskon besar, pastikan untuk memeriksa apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya godaan sesaat yang akan membuat kalian menyesal di kemudian hari.

2. Paket bundling yang terlihat menguntungkan, padahal tidak

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Edward)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Edward)

Paket bundling adalah strategi marketing yang umum digunakan untuk menjual beberapa produk sekaligus dengan harga yang terlihat lebih murah dibandingkan jika dibeli secara terpisah. Kalian mungkin sering menemukan penawaran seperti "beli satu dapat dua" atau "paket hemat tiga item." Pada pandangan pertama, penawaran ini tampak sangat menguntungkan. Namun, sebenarnya, paket bundling sering kali membuat kalian membeli produk tambahan yang mungkin tidak kalian butuhkan.

Penjual menggunakan taktik ini untuk meningkatkan penjualan produk yang mungkin tidak laku jika dijual secara terpisah. Sebagai konsumen, kalian merasa mendapatkan nilai lebih dengan membeli paket tersebut, padahal mungkin saja produk tambahan tersebut tidak akan pernah kalian gunakan. Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli paket bundling, pertimbangkan apakah kalian benar-benar membutuhkan semua produk dalam paket tersebut atau hanya tergiur karena terlihat lebih hemat.

3. Klaim 'terbatas' yang menciptakan rasa panik untuk segera membeli

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Jopwell)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Jopwell)

Kalian pasti sering melihat iklan yang menyatakan bahwa penawaran hanya berlaku untuk waktu terbatas atau stok barang sangat terbatas. Klaim semacam ini adalah trik marketing yang dirancang untuk menciptakan rasa panik dan urgensi. Dengan menekankan bahwa produk tersebut akan segera habis atau penawaran akan berakhir, penjual berharap kalian akan segera membeli tanpa berpikir panjang. Ini adalah salah satu taktik paling efektif untuk mendorong keputusan pembelian yang impulsif.

Namun, kenyataannya, banyak dari klaim "terbatas" ini yang tidak sepenuhnya benar. Penjual sering kali menggunakan strategi ini berulang kali untuk menarik minat konsumen. Misalnya, kalian mungkin pernah melihat penawaran yang sama muncul kembali setelah beberapa waktu. Oleh karena itu, daripada terburu-buru mengambil keputusan hanya karena takut kehabisan, lebih baik kalian menilai kembali apakah produk tersebut benar-benar diperlukan atau kalian hanya terjebak dalam trik marketing ini.

4. Free trials yang berujung pada langganan otomatis

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Anna Shvets)

Penawaran free trial atau uji coba gratis memang tampak seperti kesempatan emas untuk mencoba produk atau layanan tanpa risiko. Kalian bisa menikmati layanan premium atau produk eksklusif selama beberapa hari atau minggu tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, sering kali free trial ini berakhir dengan langganan otomatis yang tanpa sadar terus berjalan, membebani kalian dengan biaya bulanan yang tidak kecil.

Penjual biasanya menyertakan syarat dan ketentuan yang mengharuskan kalian membatalkan uji coba sebelum masa trial berakhir, jika tidak ingin dikenakan biaya. Sayangnya, banyak konsumen yang lupa atau tidak menyadari hal ini, sehingga akhirnya terjebak dalam langganan berulang. Untuk menghindari jebakan ini, selalu periksa syarat dan ketentuan sebelum mengambil free trial dan buat pengingat untuk membatalkan sebelum masa uji coba berakhir jika kalian tidak ingin melanjutkannya.

5. Harga psikologis yang membuat kalian merasa lebih murah

ilustrasi trik marketing (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi trik marketing (pexels.com/Ron Lach)

Trik marketing lainnya yang sangat umum adalah penggunaan harga psikologis, seperti Rp199.000 atau Rp999.000. Harga-harga ini sengaja dibuat agar terlihat lebih murah dari angka bulat yang mendekati, seperti Rp200.000 atau Rp1.000.000. Secara psikologis, konsumen cenderung menganggap harga dengan angka yang lebih kecil di awal sebagai lebih murah, meskipun perbedaannya hanya beberapa rupiah.

Trik harga psikologis ini sangat efektif karena otak kalian secara otomatis membulatkan harga ke bawah, sehingga produk tersebut tampak lebih terjangkau. Padahal, perbedaan harganya sangat kecil dan mungkin tidak berdampak signifikan pada anggaran kalian. Untuk menghindari terjebak dalam trik ini, biasakan untuk melihat harga secara keseluruhan dan pertimbangkan nilai sebenarnya dari produk tersebut, bukan hanya perbedaan angkanya.

Dalam dunia marketing, banyak trik yang dirancang untuk membuat kalian membeli lebih banyak atau lebih sering. Penting untuk tetap waspada dan kritis terhadap berbagai penawaran yang tampak terlalu bagus untuk dilewatkan. Dengan memahami trik-trik ini, kalian bisa membuat keputusan yang lebih bijaksana dan menghindari jebakan yang bisa merugikan kalian di kemudian hari. Ingatlah, tidak semua yang terlihat menguntungkan benar-benar menguntungkan. Jadilah konsumen yang cerdas dan bijak dalam setiap keputusan pembelian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
YOOL ✶
EditorYOOL ✶
Follow Us