Sebelum ada medsos dan smartphone, ketika orang merasa bosan, capek, butuh hiburan serta rehat sejenak paling cuma ngobrol. Atau, tidur sebentar bila memungkinkan dan jalan-jalan. Sekarang orang lari ke aktivitas menggulir media sosial.
Bahkan meski tidak ada tujuan mencari kabar tertentu. Pokoknya asal scrolling sampai tak terasa sudah menghabiskan banyak waktu. Masalahnya ketika kamu doomscrolling lalu menemukan satu berita duka biasanya algoritma otomatis membawamu ke berita duka lainnya.
Terus seperti itu. Apalagi dirimu menunjukkan ketertarikan pada berita duka sebelumnya. Seperti dengan menonton atau menggeser slide sampai habis, memberikan tanda suka, mengomentari, atau repost. Padahal, terpapar berita duka secara terus-menerus dapat membuatmu merasa hopeless. Berikut penjelasannya.
