Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Buku Favorit Sydney Sweeney buat Cewek dengan Genre Young Adult

potret unggahan Sydney Sweeney memerankan Christy Martin
potret unggahan Sydney Sweeney memerankan Christy Martin (instagram.com/sydney_sweeney)

Sydney Sweeney memiliki selera bacaan yang beragam, sering kali dirinya menyukai novel dewasa muda (YA) yang emosional, thriller, dan fiksi kontemporer. Pemeran Cassie (Euphoria 3) ini sempat membagikan beberapa judul buku favoritnya melalui fitur "Shelf Portrait" di Marie Claire beberapa tahun lalu. "Shelf Portrait" merujuk pada sebuah konsep di mana rak buku pribadi, atau koleksi benda-benda yang dipilih dengan cermat, digunakan untuk mewakili identitas, kepribadian, dan kisah hidup seseorang. 

Buku-buku ini sangat relate dengan kehidupan nyata. Beberapa di antaranya membantu pembaca remaja merefleksikan diri dan melewati transisi kedewasaan. Rekomendasi ala Sydney Sweeney ini sangat cocok untuk cewek-cewek yang sedang melewati fase ini. Yuk, simak lima buku favoritnya di sini.

1. The Care and Keeping of You: The Body Book for Younger Girls oleh Valorie Schaefer

buku The Care and Keeping of You: The Body Book for Younger Girls
buku The Care and Keeping of You: The Body Book for Younger Girls (braveandkindbooks.com)

Dalam video Marie Claire, Sweeney mengungkapkan obsesinya pada buku ini sewaktu kecil. Buku karya Valorie Schaefer ini mungkin lebih familiar di kalangan millennials ataupun baby boomers saat ini. Namun, isinya tetap menarik untuk diulas oleh para gadis di luar sana. Bahasanya ringan disertai dengan illustrasi gambar yang menggemaskan.

The Care and Keeping of You: The Body Book for Younger Girls berisi tentang panduan komprehensif bagi gadis pra-remaja (usia 10+) tentang pubertas, kebersihan diri, dan kesehatan emosional. Buku ini membahas perubahan fisik, perawatan kulit/rambut, menstruasi, bra, dan nutrisi dengan gaya bahasa yang santai. 

Lebih detail lagi buku ini berisi dasar-dasar kebersihan (hygiene) seperti tips merawat rambut, kuku, kulit, mengatasi jerawat, dan kesehatan gigi. Lalu, ada penjelasan terperinci tentang menstruasi, penggunaan produk menstruasi (pembalut/tampon), dan pertumbuhan payudara. Pentingnya makan sehat, aktivitas fisik, dan menjaga postur tubuh.

Bahkan, ada tips mengelola perubahan suasana hati (mood), rasa percaya diri, dan hubungan sosial. Setiap bab juga dilengkapi dengan pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh anak perempuan. Jadi, buku ini cocok buat kamu yang masih remaja atau punya anak gadis usia pra remaja.

2. We Used to Be Friends oleh Amy Spalding

buku We Used to Be Friends
buku We Used to Be Friends (goodreads.com)

Salah satu novel YA kontemporer yang direkomendasikan oleh Sydney Sweeney dalam Shelf Portrait. Kisahnya diceritakan dalam dua alur waktu, setengah bab bergerak maju dan setengahnya bergerak mundur. We Used to Be Friends mengeksplorasi perpisahan paling traumatis dari semuanya: perpisahan sahabat masa kecil.

Di awal tahun terakhir mereka di sekolah menengah atas, James (seorang gadis dengan nama laki-laki) dan Kat tak terpisahkan, tetapi menjelang kelulusan, mereka bukan lagi teman. James bersiap untuk kuliah sambil merenungkan berakhirnya persahabatannya dengan Kat, sementara di bab-bab yang bergantian, Kat memikirkan tentang jatuh cinta lagi dengan pacar pertamanya dan memiliki masa depan yang terasa terbuka lebar.

Sepanjang tahun terakhir sekolah menengah atas, Kat tidak menginginkan apa pun selain James untuk terus menjadi sandarannya yang stabil. Sementara, James khawatir bahwa semua yang dia yakini tentang cinta dan masa depannya adalah kebohongan ketika orang tuanya yang merupakan kekasih sejak SMA mengumumkan bahwa mereka akan bercerai. We Used to Be Friends menceritakan tentang penderitaan tumbuh dewasa dan berpisah namun dikemas dengan lucu, jujur, dan penuh perasaan.

3. They Wish They Were Us oleh Jessica Goodman

buku They Wish They Were Us
buku They Wish They Were Us (amazon.com)

They Wish They Were Us karya Jessica Goodman Gold menjadi salah satu novel YA genre thriller mistery sekolah menengah favorit Sweeney. Dirinya bahkan ikut berkontribusi dalam proyek adaptasi novel menjadi serial tv dengan judul “The Players' Table” yang tayang di HBO. Disini Sydney Sweeney beradu akting dengan Halsey sebagai pemeran utama.

Untuk ceritanya sendiri bermula pada sebuah sekolah bernama Coast Prep yaitu sekolah bergengsi bagi anak-anak kaum jetset di Long Island. Pada tahun pertamanya di Gold Coast Prep, Jill Newman menyaksikan sahabatnya yang cemerlang, Shaila Arnold, tewas dibunuh. Graham kekasih Shaila mengakui perbuatannya dan kasus pun ditutup.

Kini Jill siswi senior, sekaligus seorang A1 yang tergabung dalam kelompok paling eksklusif di sekolah-Orang Dalam. A1 senior memegang kasta tertinggi, nilai terbaik, dan pesta terliar. Jill bersiap melewati tahun terakhir SMA-tahun terbaiknya-sebelum masuk Ivy League idamannya.

Namun, kesempurnaan itu terancam retak karena sebuah pesan meminta bantuan Jill untuk membuktikan Graham tidak bersalah. Ia pun terbelah antara keinginan untuk mempertahankan masa depan dan persahabatan, atau mengungkap pembunuh yang sebenarnya.

4. Again, But Better oleh Christine Riccio

buku Again, But Better
buku Again, But Better (soleildezwart.com)

Buku dari salah satu booktuber yang paling banyak diikuti saat ini, Christine Riccio hadir dengan buku “Again, but Better “, sebuah kisah tentang kesempatan kedua, menemukan jati diri, dan keberanian untuk mencoba lagi. Novel fiksi ringan yang berpusat pada seorang gadis bernama Shane.

Shane telah menjalani kuliah dengan cara yang salah. Pra-kedokteran, nilai cemerlang, dan orang tua yang bahagia. Kedengarannya ideal, tetapi Shane tidak punya teman sama sekali, pulang setiap akhir pekan, dan percintaan. apa itu?

Hidupnya hanya asrama, ruang makan, kelas, dan berulang. Waktu terus berjalan, dan dia butuh perubahan. Tidak ada yang lebih baik daripada pindah ke negara baru untuk benar-benar mengubah segalanya. Shane mendaftar untuk program semester di luar negeri di London. Dia akan memperbaiki semua kesalahan kuliahnya: berteman, mengejar laki-laki, dan menemukan petualangan!

Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Dia segera dihadapkan dengan kenyataan rumit hidup di luar dunianya, dan ketika keraguan diri menyelinap masuk, kehidupan barunya mulai berantakan.

Shane akhirnya menyadari bahwa, dengan keberanian dan tekad yang tepat, seseorang dapat menaklukkan apa pun. Tambahkan sedikit takdir dan sentuhan sihir-kemungkinannya tak terbatas.

5. The Grace Year oleh Kim Liggett

buku The Grace Year
buku The Grace Year (cierrascynosure.com)

The Grace Year oleh Kim Liggett adalah novel distopia YA tentang Tierney James yang berusia 16 tahun, yang diasingkan selama satu tahun ke hutan terpencil bersama gadis remaja lainnya. Mereka diwajibkan membuang "sihir" berbahaya yang diyakini bisa memikat pria dan membuat cemburu, sambil bertahan hidup dari kelaparan, penyakit, dan pemburu liar. 

Buku ini menyoroti misogini, persaingan antarperempuan, dan perjuangan mendapatkan kebebasan dalam masyarakat yang patriarkal. Selain itu juga mengeksplorasi bagaimana ketakutan dan aturan sosial dapat membuat manusia saling menghancurkan, dengan tujuan utama Tierney untuk bertahan hidup dan mengubah cara pandang masyarakatnya. 

6. The Housemaid oleh Freida McFadden

potret novel the housemaid dan Sydney Sweeney
potret novel the housemaid dan Sydney Sweeney (instagram.com/housemaidmovie|instagram.com/sydney_sweeney)

The Housemaid oleh Freida McFadden adalah novel psychological thriller populer yang mengisahkan Millie, seorang wanita dengan masa lalu kelam, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi keluarga kaya, Nina dan Andrew Winchester. Cerita penuh plot twist ini berfokus pada rahasia gelap keluarga tersebut, di mana Millie terjebak dalam permainan psikologis antara istri yang tampak gila dan suami yang ternyata abusif, mengungkap kebenaran yang mengejutkan tentang siapa yang sebenarnya berbahaya. Novel ini menonjolkan tema ketahanan perempuan dan permainan cat-and-mouse yang intens, membuatnya sangat populer di BookTok

Buku ini menjadi salah satu favorit Sweeney terbaru, di mana ia kembali berkontribusi untuk mengambil peran di dalam film adaptasi novel The Housemaid. Setelah sukses dengan film pertamanya, Sweeney dikabarkan akan kembali dalam sekuel film thriller tersebut.

Enam buku favorit Sydney Sweeney ini membuktikan kalau genre young adult bukan sekadar bacaan ringan, tapi juga ruang aman buat cewek-cewek memahami diri sendiri, relasi, dan realita hidup yang kadang rumit. Dari kisah pencarian jati diri, cinta yang nggak selalu mulus, sampai luka emosional yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, semuanya hadir dengan cara yang jujur dan relevan.

Cocok banget dibaca saat kamu butuh teman ngobrol versi buku yang nggak menggurui, tapi tetap bikin hati hangat dan pikiran terbuka. Jadi, kalau kamu lagi cari bacaan yang bisa bikin refleksi diri sekaligus nemenin me time, daftar buku ini layak masuk rak bacaan kamu berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Life

See More

Alasan Kenapa Rambut Rontok dan Ketombe Gak Membaik, Ini Kata Ahli!

27 Jan 2026, 16:06 WIBLife