Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Ide Prioritas Tahun Baru, Jangan Habiskan Uang untuk Liburan Saja

6 Ide Prioritas Tahun Baru, Jangan Habiskan Uang untuk Liburan Saja
ilustrasi bahagia penuh semangat (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Akhir tahun merupakan saat yang tepat buat merumuskan kembali prioritas hidupmu. Kalau kamu berpikir prioritas di akhir dan awal tahun hanyalah berlibur bersama keluarga, ini kurang tepat. Liburan boleh-boleh saja menjadi bagian dari prioritas dalam waktu dekat. Namun, sifatnya hanya jangka pendek.

Katakanlah dirimu berlibur paling lama seminggu sampai momen puncak perayaan tahun baru. Lalu setelahnya kamu mau apa lagi? Penting untukmu dapat memikirkan prioritas hidup yang manfaatnya lebih panjang. Bahkan akan sangat memengaruhi masa tuamu bersama keluarga. 

Enam ide prioritas hidup di bawah ini memang rasanya gak semenyenangkan pergi berlibur. Malah bisa bikin kamu agak pusing dan mesti mengendalikan banyak keinginan. Fokuslah pada keuntungan jangka panjangnya. Begitu memulai, secara naluri dirimu bakal terus tertantang untuk membuat kemajuan.

1. Memulai atau menambah usaha dan investasi

ilustrasi banyak uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi banyak uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Salah satu hal yang paling dicari menjelang tahun baru adalah berbagai prediksi. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi. Apakah tahun depan cukup bagus buat memulai usaha? Apa jenis usaha yang prospektif? Demikian pula dengan investasi.

Apa investasi terbaik jika mempertimbangkan prediksi ekonomi tahun depan? Masihkah investasi emas menguntungkan? Apakah kamu harus mencoba saham atau malah menghindarinya dulu? Bagus sekali apabila usaha dan investasi masuk dalam prioritasmu di tahun baru.

Kamu bahkan dapat mencuri start  dengan memulainya di minggu terakhir Desember. Tentu hanya bila pertimbangannya telah matang. Apabila momennya kurang pas, rencana usaha dan investasi baru dieksekusi di Januari tahun depan pun gak apa-apa. Terkadang sedikit menunggu lebih baik buat menghindari risiko.

2. Kepemilikan rumah pertama

ilustrasi membeli rumah (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi membeli rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Meski properti masuk dalam investasi yang harganya cenderung selalu meningkat, rumah pertama bukan termasuk investasi. Sebab rumah ini akan dihuni olehmu dan keluarga. Kamu memang mendapatkan manfaat berupa tempat bernaung. Namun, tidak memperoleh keuntungan ekonomi yang signifikan.

Selain membayar harga rumah agar bisa memilikinya, dirimu justru masih harus mengeluarkan uang lagi buat perawatannya. Jika pun kelak rumah itu dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari saat membeli, risikonya jelas. Kamu kehilangan tempat tinggal dan mesti mencari tempat bernaung yang baru. 

Maka properti kedua, ketiga, dan seterusnya yang lebih tepat dipandang sebagai investasi. Properti tersebut dapat disewakan, dijual kembali tanpa membuatmu kehilangan tempat tinggal, atau menjadi lahan produktif. Namun demikian, rumah pribadi tetap penting buat diprioritaskan. Kamu bisa mulai mengambil kredit rumah di tahun yang baru atau menabung uang mukanya.

3. Perjalanan ibadah

ilustrasi beribadah (pexels.com/Sohail Siddiqui)
ilustrasi beribadah (pexels.com/Sohail Siddiqui)

Aspek spiritual juga sebaiknya menjadi prioritas. Hidup tidak hanya mengejar kesenangan dunia. Kamu tetap perlu mengingat bahwa kematian bisa datang kapan saja. Tidak ada yang dapat memastikan seseorang akan kaya atau justru wafat duluan.

Bagi umat Islam misalnya, ada ibadah haji dan umrah. Tak sedikit orang yang mengunggah impiannya untuk tiba di Tanah Suci di tahun yang baru. Kamu juga dapat mengikutinya. Jangan sebatas untuk tren sesaat, melainkan diikuti dengan kesungguhan buat mewujudkannya.

Walaupun kamu gak bisa langsung berangkat, mungkin dirimu dapat mulai mendaftar. Perjalanan ibadah akan memberimu ketenangan dalam menjalani hidup. Sesuatu yang tidak dapat hanya dibeli dengan uang. Semoga perjalanan ini juga memperbaiki kualitas dirimu. 

4. Biaya anak yang akan masuk jenjang pendidikan baru

ilustrasi anak belajar (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi anak belajar (pexels.com/Yan Krukau)

Untukmu yang sudah berumah tangga dan memiliki anak, biaya pendidikannya wajib menjadi prioritas. Apalagi tahun depan ia akan masuk TK atau SD. Selambat-lambatnya kebutuhan ini disiapkan sejak Januari. Namun, lebih cepat tentu lebih baik agar bebannya terasa ringan.

Contohnya, anak masih setahun lagi baru masuk SD. Artinya, tahun depan kamu dapan menabung sebanyak mungkin guna biaya pendidikannya di tahun berikutnya. Apabila tahun ajaran baru 2026 dimulai sekitar bulan April, kamu bisa giat menyisihkan uang sejak Januari 2025 sampai Maret 2026. 

Target biaya pendidikan mesti dikejar dalam waktu tersebut. Jangan lengah oleh pemikiran seakan-akan masa tersebut masih sangat lama. Satu tahun akan terasa singkat.

Cegah kamu panik belakangan lantaran tahun ajaran baru sudah di depan mata, tapi uangnya sama sekali belum ada. Kebutuhan lain memang akan tetap ada, tetapi biaya pendidikan anak mesti didahulukan.

5. Menindaklanjuti hubungan asmara

ilustrasi pasangan (pexels.com/Lilen Diaz)
ilustrasi pasangan (pexels.com/Lilen Diaz)

Jika kamu sudah cukup lama menjalin hubungan asmara dengan seseorang, ambil langkah yang lebih berani buat kebaikan bersama. Hindari hubungan kalian seperti berjalan di tempat. Takutnya nanti salah satu atau dua-duanya mendadak merasa jenuh lalu ingin putus.

Padahal, kebosanan dalam hubungan itu tidak disebabkan oleh masalah yang serius. Juga bukan karena rasa cintamu padanya atau sebaliknya telah berkurang. Cuma gak ada kemajuan dalam relasimu dengannya. Baik tantangan maupun ikatannya sama-sama lemah. Kalian cenderung untuk saling meninggalkan.

Ajak kekasihmu membicarakannya baik-baik. Gak usah saling menunggu hanya agar orang lain yang mulai mendorong kalian buat bertunangan atau menikah. Semua hal butuh kepastian dari diri kalian sendiri sebagai pihak yang menjalani. Termasuk dalam hal cinta. Bila kamu dan dia sudah sama-sama siap, langsung saja menuju pernikahan.

6. Memperbaiki gaya hidup agar sehat jasmani, rohani, dan finansial

ilustrasi gaya hidup sehat (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi gaya hidup sehat (pexels.com/Gustavo Fring)

Perbaikan gaya hidup juga penting untuk diri sendiri. Sebaliknya setiap penundaan untukmu mengubah gaya hidup menjadi lebih baik bakal berujung kerugian. Seperti penyakit keburu datang, mengalami depresi berat, atau keuangan morat-marit. Mumpung tahun baru telah di depan mata, jadikan sebagai titik untuk menciptakan perubahan.

Menyegerakannya penting karena kamu bakal butuh penyesuaian yang lumayan panjang. Banyak sekali godaan dalam usahamu mengubah gaya hidup. Misalnya, lidah ingin kembali dimanjakan dengan aneka makanan yang lezat. Padahal, belum tentu kandungannya baik buat kesehatan.

Begitu pula keinginan berhenti berolahraga, kembali overthinking, dan belanja secara berlebihan. Dengan dirimu memulainya lebih awal, kamu bisa melatih konsistensimu. Hasil dari perubahan gaya hidup menjadi sudah tampak setahun kemudian. Perubahan ketiga hal di atas akan meningkatkan kualitas hidupmu. 

Memikirkan prioritas hidup selanjutnya penting supaya kamu gak kehilangan waktu di awal tahun. Bahkan sebelum tahun ini berakhir, dirimu perlu tahu apa yang akan dilakukan begitu memasuki Januari.

Kalau kamu hendak berlibur, sebaiknya sebelum liburanmu usai prioritas penting seperti di atas telah ditetapkan. Mungkin tidak semuanya perlu dikejar tahun depan. Pilih yang paling sesuai dengan keadaanmu sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us