Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Kebiasaan yang Menunjukkan Seseorang Tak Baik untuk Hidupmu, Catat!

6 Kebiasaan yang Menunjukkan Seseorang Tak Baik untuk Hidupmu, Catat!
ilustrasi sahabat saling curhat (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Artikel membahas enam kebiasaan yang menandakan seseorang membawa pengaruh negatif, seperti menguras energi emosional, membuat tidak nyaman, hingga sering bergosip tentang orang lain.
  • Dijelaskan bahwa hubungan tidak sehat bisa menurunkan kepercayaan diri dan memengaruhi motivasi, terutama jika seseorang sering meremehkan atau memberi komentar pesimis terhadap rencana hidupmu.
  • Pesan utama artikel menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan toksik dan menjaga jarak demi melindungi kesehatan mental serta keseimbangan emosional pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu merasa lelah, gak nyaman, atau kehilangan semangat setelah bertemu seseorang? Kadang penyebabnya bukan karena kamu sedang mengalami hari yang buruk, melainkan karena kehadiran orang tersebut memang membawa pengaruh negatif dalam hidupmu.

Sayangnya, tanda-tanda seperti ini sering kali sulit dikenali karena muncul secara perlahan. Banyak orang tetap mempertahankan hubungan yang gak sehat karena merasa gak enakan atau sudah terlalu dekat secara emosional.

Padahal, orang-orang yang kamu izinkan masuk ke dalam hidup bisa memengaruhi kondisi mental, emosi, bahkan kepercayaan dirimu, lho. Jika belakangan kamu merasakan beberapa hal berikut, mungkin sudah saatnya mengevaluasi hubungan tersebut.

1. Kamu selalu merasa kehabisan energi saat bersamanya

ilustrasi lelah
ilustrasi lelah (freepik.com/rawpixel.com)

Salah satu tanda paling gampang dikenali adalah kamu merasa sangat lelah setelah menghabiskan waktu dengannya. Padahal aktivitas yang dilakukan gak terlalu berat dan gak membutuhkan banyak tenaga. Namun entah mengapa, setiap selesai bertemu, tubuh dan pikiranmu terasa terkuras.

Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, ada tipe orang yang sering disebut sebagai "energy vampire", yaitu individu yang cenderung menguras energi emosional orang lain melalui perilaku tertentu. Mereka sering menghadirkan drama, keluhan, atau kebutuhan yang terus-menerus meminta perhatian. Akibatnya, kamu menjadi lebih cepat lelah dan sulit menjaga suasana hati tetap positif.

2. Ada sesuatu yang terasa gak beres meski sulit dijelaskan

ilustrasi merenung
ilustrasi merenung (pexels.com/@felipepelaquim -)

Kadang kamu bertemu seseorang yang tampak baik-baik saja di permukaan. Gak ada ucapan yang menyinggung atau tindakan yang jelas-jelas salah. Meski begitu, kamu tetap merasakan ketidaknyamanan setiap kali berada di dekatnya.

Perasaan seperti ini sering dikaitkan dengan intuisi. Dalam Psychology Today, dijelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menangkap berbagai sinyal sosial secara gak sadar. Itulah sebabnya terkadang tubuh dan perasaanmu bisa mendeteksi sesuatu lebih cepat daripada pikiran logis. Kalau perasaan gak nyaman itu terus muncul berulang kali, jangan langsung mengabaikannya, ya.

3. Ia gemar membicarakan keburukan orang lain

ilustrasi gosip
ilustrasi gosip (pexels.com/Keira Burton)

Setiap orang tentu pernah mengeluhkan perilaku orang lain. Akan tetapi, beda ceritanya jika seseorang hampir selalu menghabiskan waktunya untuk membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka. Kebiasaan seperti ini dapat menjadi tanda bahwa niatnya gak sepenuhnya tulus.

Ketika seseorang terlalu senang bergosip, ada kemungkinan ia juga melakukan hal yang sama terhadapmu saat kamu tidak berada di tempat. Daripada ikut terlibat, lebih baik menjaga jarak dari percakapan yang dipenuhi penilaian negatif. Menurut Verywell Mind, sikap empati dan kemampuan memahami orang lain dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat dibandingkan kebiasaan menghakimi.

4. Kepercayaan dirimu menurun setelah berinteraksi dengannya

ilustrasi minder
ilustrasi minder (pexels.com/Anna Shvets)

Hubungan yang sehat biasanya membuatmu merasa didukung dan dihargai. Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat sering membuatmu mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Setelah berbicara dengannya, kamu justru merasa kurang percaya diri atau mulai meragukan nilai dirimu.

Perasaan ini bisa muncul karena komentar-komentar kecil yang terdengar sepele tapi sebenarnya merendahkan. Bisa juga karena ia selalu membuat pencapaianmu terlihat gak penting. Jika kondisi seperti ini terjadi berulang kali, penting untuk menyadari bahwa harga dirimu gak boleh ditentukan oleh penilaian orang lain.

5. Ia selalu membawa pengaruh negatif terhadap rencanamu

ilustrasi teman dekat
ilustrasi teman dekat (pexels.com/Vitaly Gariev)

Membagikan impian dan target kepada orang terdekat memang terasa menyenangkan. Kamu berharap mendapatkan dukungan atau masukan yang membangun. Namun gak semua orang memiliki niat yang sama ketika mendengar rencana tersebut.

Beberapa orang justru merespons dengan pesimisme, kritik berlebihan, atau komentar yang membuatmu ragu melangkah. Penelitian yang dikutip oleh Ohio State University menunjukkan bahwa mengungkapkan tujuan kepada orang yang salah bisa memengaruhi motivasi dan komitmen seseorang terhadap targetnya. Karena itu, adakalanya lebih bijak menyimpan sebagian rencana untuk dirimu sendiri sampai waktunya tepat untuk dibagikan.

6. Ia sering meremehkan dirimu

ilustrasi meremehkan
ilustrasi meremehkan (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Meremehkan gak selalu dilakukan secara terang-terangan, lho. Terkadang bentuknya berupa pujian yang terasa menyindir atau komentar yang membuat pencapaianmu tampak tak berarti. Perilaku seperti ini sering kali sulit dikenali karena dibungkus dengan candaan atau kalimat yang terdengar halus.

Perhatikan bagaimana reaksinya ketika kamu mendapatkan kabar baik. Apakah ia ikut senang dan mendukungmu, atau justru terlihat gak antusias? Orang yang benar-benar peduli biasanya akan ikut bangga atas keberhasilanmu. Sebaliknya, mereka yang selalu meremehkan cenderung sulit melihat orang lain berkembang lebih baik daripada dirinya.

Gak semua orang yang hadir dalam hidupmu akan membawa pengaruh positif. Adakalanya kamu perlu lebih selektif dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan ruang dalam kehidupanmu. Jika seseorang terus-menerus membuatmu lelah, gak nyaman, kehilangan kepercayaan diri, atau merasa gak dihargai, jangan abaikan tanda-tanda tersebut.

Menjaga jarak bukan berarti membenci, lho, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan emosimu sendiri. Ingat, orang-orang yang berada di sekitarmu akan ikut memengaruhi arah hidup yang sedang kamu jalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More