7 Hal yang Mengurangi Kenikmatan Makan, Gak Cuma saat Sakit

Makan bukan sekadar kegiatan memasukkan makanan ke mulut untuk kemudian dicerna. Ketika kamu bersantap juga perlu betul-betul menikmati setiap menu yang tersedia. Kalau makanan tidak dinikmati, ada dua kemungkinan.
Dirimu menjadi malas makan atau justru kurang menyadari betapa banyaknya makanan yang sudah masuk ke perut. Hidangan hanya asal disuapkan, dikunyah, lalu ditelan. Seperti gerakan mekanis tanpa kamu menyadari apa saja yang disantap serta batas cukupnya.
Namun, kenikmatan dalam makan dapat berkurang tidak hanya oleh sakit. Ketika dirimu sehat pun, tujuh hal berikut bisa membuat makan atau tak makan terasa sama saja. Mana kebiasaan yang masih sering kamu lakukan? Setelah ini jangan lakukan lagi biar gak ada rasa lezat yang terlewatkan.
1. Makan sambil melakukan aktivitas lainnya

Makan ramai-ramai bersama teman atau keluarga memang menyenangkan. Akan tetapi, bila selama sesi bersantap disambi mengobrol yang gak ada habisnya pasti menurunkan selera makan. Apalagi pembicaraannya benar-benar menarik. Aneka hidangan lezat menjadi seperti kurang dianggap.
Terpenting bagimu adalah merespons perkataan kawan atau saudara serta sungguh-sungguh mendengarkannya. Demikian pula berbagai kegiatan lain yang memecah fokusmu seperti asyik bermain smartphone, menonton film atau televisi, dan bekerja. Hentikan dulu semua aktivitas tersebut agar kamu bisa fokus bersantap.
2. Makan di tempat yang gak proper

Memang terkadang situasinya tidak memungkinkan untukmu makan di meja makan. Contohnya, ketika kamu terpaksa jajan tetapi tak memperoleh tempat duduk saking banyaknya pengunjung. Dirimu terpaksa makan sambil berdiri, jongkok, atau duduk di kendaraan seperti dalam ilustrasi.
Meski sama-sama duduk, tempat yang gak proper pasti juga mempersulit kegiatanmu bersantap. Jok mobil tidak rata seperti bangku atau kursi yang didesain untuk makan. Jika posisimu menghadap ke setir, sedikit banyak pahamu akan naik dan terasa mendesak perut. Apalagi ketika ada makanan masuk.
Sedang bila dirimu duduk menghadap samping seperti dalam gambar, berat badanmu cenderung mendesak ke sisi kanan. Kamu harus mengeluarkan usaha ekstra biar lebih nyaman dalam bersantap. Belum lagi jika di sekitar tempat makan ada sumber bau yang sulit dihindari seperti sepanjang saluran air. Meski saluran airnya cukup jauh dari lokasimu makan, bau gak sedapnya tetap tersebar.
3. Mendengar kabar buruk saat makan

Ini sebabnya apabila kamu hendak menyampaikan kabar buruk, usahakan tidak ketika seseorang sedang bersantap. Tunggu sampai dia selesai makan beberapa saat. Kalau dirimu langsung mengabarkan hal-hal buruk di tengah kegiatannya makan, bisa-bisa ia tidak sekadar berhenti makan.
Dia juga dapat tersedak atau muntah. Begitu pula apabila kamu yang menerima kabar buruk itu. Terkadang kejadian seperti ini tak terhindarkan karena dirimu mengira hanya telepon biasa. Namun, saat telepon diangkat ternyata ada kabar buruk. Kenikmatan dalam bersantap seketika rusak.
4. Kurang mensyukuri hidangan yang ada

Segala sesuatu apabila tidak disyukuri maka tak akan terasa menyenangkan. Apalagi terkait makanan yang langsung dinikmati. Selayak apa pun makanan yang ada di hadapanmu bakal terasa kurang terus. Kamu membandingkan makanan tersebut dengan makanan lain yang tidak ada di depanmu.
Seperti makanan yang lebih mahal dan hanya bisa dinikmati oleh segelintir temanmu. Nasi dengan lauk telur serta sayuran sebetulnya sudah bergizi. Namun, menjadi terasa gak nikmat karena kamu membandingkannya dengan hidangan berbahan salmon yang lebih mahal, serta hanya dijual di restoran tertentu. Jangan berpaling ke hidangan-hidangan lain. Menunduk dan santaplah apa yang tersaji di hadapanmu kini. Itulah rezekimu hari ini.
5. Terlalu ribet soal kriteria makanan sehat

Tentu kamu harus berusaha agar hanya menyantap makanan-makanan sehat. Jangan sampai sehabis kamu makan dan kenyang malah timbul penyakit yang seharusnya dapat dicegah. Namun, tak usah sampai terlalu ribet dalam menilai seberapa sehat suatu makanan.
Gunakan patokan yang lebih simpel, seperti rasanya tidak terlalu manis, asin, atau pedas. Proses memasaknya juga jangan terlampau lama karena dapat merusak nutrisinya. Gorengan boleh, tetapi kurangi frekuensi menyantapnya dan pastikan minyak tidak dipakai berulang kali sampai menghitam.
Porsi makanan juga secukupnya saja meski rasanya enak sekali. Pun tidak mengandung bahan yang harus dipantang olehmu seperti jeroan jika kamu menderita hipertensi atau asam urat. Dengan begini, dirimu masih bisa menikmati makanan tanpa terlalu cemas akan dampaknya pada kesehatan.
6. Mencemaskan harga yang harus dibayar

Di poin sebelumnya kenikmatan dalam bersantap menurun gara-gara kamu terlalu memikirkan kriteria makanan yang sehat. Kali ini dirimu mengkhawatirkan perihal tagihan selepas makan. Misalnya, ketika kamu baru pertama kali makan di sebuah restoran. Dirimu penasaran akan rasanya, tetapi belum tahu harganya termasuk mahal atau murah menurut kocekmu.
Pun di buku menu gak tertera harganya atau ada harga tetapi belum termasuk pajaknya. Jika kamu tidak membawa banyak uang dalam bentuk tunai atau nontunai, dirimu jadi takut kalau-kalau ternyata tak bisa membayarnya. Atau, kamu bermaksud mentraktir teman dan mereka memesan macam-macam menu di luar bayanganmu.
7. Terlalu dilayani sehingga gak tahu proses penyiapan hidangan

Banyak orang berpikir selalu dilayani seperti raja atau ratu akan sangat menyenangkan. Kamu gak perlu capek-capek melakukan apa pun. Tak terkecuali dalam hal makan. Sudah ada orang yang memasak untukmu, menatanya di depanmu, lalu membereskannya setelah kamu selesai.
Akan tetapi, akibat yang kurang disadari adalah kemungkinan dirimu menjadi sulit menikmati hidangan tersebut. Terlalu mudah buatmu menemukan cela dari masakan apa pun. Ini disebabkan energimu belum terpakai. Lain dengan bila kamu memasak sendiri atau minimal membantu di dapur sampai makanan terhidang. Makanan sederhana sekalipun terasa lebih lezat karena kamu telah bekerja keras.
Kenyang dan sehat adalah tujuan utama manusia bersantap. Akan tetapi, menikmati hidangan serta momen makan juga tak kalah pentingnya. Apa pun menunya, nikmati sepenuh hati sampai suapan yang terakhir. Kamu akan lebih puas atas rezeki berupa makanan tersebut.