Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Jangan Picky Eater setelah Menikah, Ribet Urusan Perut

Perubahan nafsu makan.
Perubahan nafsu makan. (pexels.com/Karola G)
Intinya sih...
  • Picky eater bukan hanya masalah anak-anak
  • Berpotensi mempengaruhi pengeluaran bulanan keluarga
  • Memengaruhi perilaku anak dan fokus rumah tangga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Picky eater atau sangat pemilih terkait makanan banyak terjadi pada anak-anak. Ini karena mereka belum terbiasa dengan beragam rasa dan bahan makanan. Tidak mudah untuk orangtua memperkenalkan variasi menu ke anak.

Biasanya anak langsung melakukan GTM atau gerakan tutup mulut kalau menu yang disajikan bukan kesukaannya. Namun, ternyata orang dewasa juga ada yang picky eater. Saat kamu masih lajang, mungkin kebiasaan cuma mau makan makanan tertentu gak terlalu bikin orang pusing.

Dirimu bebas memasak atau membeli hidangan yang dikehendaki serta menghindari selain itu. Orangtua juga telah mengetahui seleramu sehingga menganggapnya biasa. Akan tetapi, jangan melanjutkan sikap terlalu pilih-pilih makanan setelah kamu menikah. Ini alasannya.

1. Bikin pusing pasangan yang bertugas memasak

keluarga
ilustrasi keluarga (pexels.com/Vanessa Loring)

Kamu boleh saja selamanya pilih-pilih makanan. Akan tetapi, keinginan harus sebanding dengan usahamu. Jangan dirimu cuma mau menikmati menu yang diinginkan, tapi gak bisa membuatnya sendiri.

Kalau di rumah bukan kamu yang memasak, belajarlah untuk menyesuaikan diri. Santap saja apa pun menu yang disajikan pasangan. Toh, sekalipun jenis masakannya bukan kesukaanmu pasti juga tak bakal meracunimu.

Semua bahan dipersiapkan dengan baik dan diproses sebersih mungkin. Kasihan pasanganmu jika setiap hari seperti dipaksa berpikir begitu keras hanya untuk memuaskan lidahmu. Apalagi kalau setiap menunya lain dari keinginanmu, sikapmu langsung kasar. Soal makan doang, jangan pasangan yang dikorbankan.

2. Berpengaruh besar ke pengeluaran

keluarga bersantap
ilustrasi keluarga bersantap (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Ada harga untuk setiap keinginan. Bukan cuma barang branded yang pemenuhannya butuh duit. Sesimpel pilihan makanan sehari-hari juga berpengaruh ke pengeluaran bulanan keluargamu. Malah biaya ini yang terbesar karena dikeluarkan setiap hari.

Dirimu gak pilih-pilih makanan saja, barangkali setidaknya 50 persen pendapatan habis untuk belanja sehari-hari. Jika kamu picky eater, pengeluaran buat makan menjadi berlipat-lipat. Terlebih pilihanmu selalu jatuh ke menu-menu mahal.

Dirimu atau pasangan hendak membuatnya sendiri di rumah pun, harga bahan utamanya telah tinggi. Berapa uang yang akan dihabiskan cuma buat memuaskan selera? Ingat, kebutuhan rumah tangga bukan hanya makanan, lho. Gawat kalau gara-gara picky eater, kamu dan pasangan sampai gak bisa menabung.

3. Jadi contoh yang buruk buat anak

ayah dan putranya
ilustrasi ayah dan putranya (pexels.com/Kampus Production)

Ketika kamu sudah menjadi orangtua, seluruh perilaku dan ucapan harus amat dijaga. Sebab di dekatmu selalu ada peniru ulung. Ia adalah anakmu. Jangan berpikir anak sekecil itu tak mengerti apa yang terjadi di sekitarnya.

Pemahamannya memang masih amat kurang. Namun, anak-anak adalah pengamat yang andal. Terlebih perilaku orangtua yang telah memenangkan cintanya sejak pertama kali ia mulai mengenalimu.

Kamu kasar, anakmu mungkin juga bakal kasar. Dirimu sangat pemilih soal makanan, anakmu lebih-lebih. Padahal, picky eater bisa bikin nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Kalau makanan yang dipilih gak sehat justru dapat membahayakan kesehatannya.

Pun makanan yang selalu diinginkannya belum tentu sama denganmu. Orang yang bertugas memasak di rumah menjadi jauh lebih repot. Ia pun akan cenderung tumbuh menjadi anak manja yang keinginannya kudu selalu dipenuhi.

4. Fokus rumah tangga soal makanan melulu

keluarga bersantap
ilustrasi keluarga bersantap (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Lajang saja punya banyak masalah. Apalagi setelah kamu berumah tangga. Bukan artinya perkawinan tidak membahagiakan. Namun, tantangan yang dihadapi lebih beragam. Jangan habiskan energimu hanya untuk meributkan makanan.

Pasalnya, ketika kamu ribet terkait menu sehari-hari, pasangan juga gak bisa sepenuhnya cuek. Pikiran kalian berdua terlalu banyak habis di sini. Masalah-masalah lain yang lebih urgen pun tak memperoleh perhatian yang cukup.

Percakapanmu dengan pasangan didominasi oleh pertanyaan, besok mau makan apa? Itu saja tidak kunjung mencapai kata sepakat sehingga kerap diwarnai perdebatan. Ketika ada persoalan lain yang lebih penting kalian malah gagap.

5. Umur bertambah, utamakan makan untuk sehat bukan sekadar suka

keluarga di dapur
ilustrasi keluarga di dapur (pexels.com/Vanessa Loring)

Semuda apa pun kamu sekarang, usiamu terus bertambah. Apalagi dirimu sudah menikah. Katakanlah kamu menikah umur 27 tahun. Tiga tahun lagi, dirimu telah 30 tahun. 10 tahun kemudian berarti 40 tahun dan seterusnya.

Mau sampai kapan kamu sangat pemilih soal makanan? Pun sikap pilih-pilihmu bukan tentang suatu makanan sehat atau tidak. Akan tetapi, semata-mata suka atau gak dan enak atau tidak menurutmu.

Kelihatannya ini persoalan sepele. Namun, diam-diam kesehatanmu sedang dipertaruhkan. Contoh, kamu gak mau makan sedikit pun sayuran. Tanpa sadar, dirimu sedang memperbesar risiko kanker usus. Kamu butuh makanan yang bervariasi agar memperoleh nutrisi lengkap.

Anak yang picky eater meski umum terjadi saja sudah bikin seorang ibu stres. Lebih-lebih kalau di usiamu yang telah dewasa masih ribet sekali soal makanan. Jangan bikin pasanganmu tidak bahagia. Latih dirimu agar lebih fleksibel soal menu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Kesalahan Kecil pada Minggu Pertama Tahun Baru, Relate?

02 Jan 2026, 23:44 WIBLife