Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berdialog dengan masa lalu
ilustrasi berdialog dengan masa lalu (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Menemukan pemahaman tentang diri sendiri

    • Berbicara dengan diri di masa lalu mengingatkan alasan perilaku saat ini

  • Psikoterapis Anna Mathur: koneksi kuat dengan perasaan sendiri

  • Kekhawatiran di masa muda membantu tumbuh menjadi pribadi dewasa

  • Mendapatkan penyembuhan

    • Berdialog dengan masa lalu membawa pada penyembuhan luka batin

  • Memahami perasaan versi muda diri dan memaafkan kesalahannya

  • Memberikan kenyamanan dan dukungan pada diri sendiri dari masa lalu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Suatu saat kamu mungkin melamun, dan tiba-tiba teringat momen memalukan atau justru pencapaian hebatmu beberapa tahun lalu. Perasaanmu pasti campur aduk. Kamu mungkin ingin tertawa atau justru bangga dengan perjuanganmu saat itu.

Bukan sekadar nostalgia receh, 'ngopi' bareng diri kita dari masa lalu bakal bikin kamu sadar seberapa jauh kamu sudah melangkah. Kamu bisa belajar memaafkan kesalahan-kesalahanmu serta lebih menghargai proses pendewasaan telah kamu lalui.

Nah, sekarang kamu mungkin penasaran tentang manfaat bedialog dengan past self. Yuk, simak bersama alasan kenapa kamu perlu ngopi dengan dirimu dari masa lalu!

1. Menemukan pemahaman tentang diri sendiri

ilustrasi berdialog dengan masa lalu (pexels.com/cottonbro studio)

Apakah kamu tahu bahwa sikapmu di masa kini merupakan hasil dari banyak hal yang kamu alami di masa lalu? Di masa kini, kamu mungkin merasa marah karena satu hal sepele dan bahagia karena hal lainnya. Berbicara dengan dirimu di masa lalu jelas akan mengingatkanmu tentang alasan-alasan perilakumu di masa kini.

Ambil waktu sejenak dan bayangkan kamu sedang mengobrol dengan dirimu sendiri dari masa lalu. Kamu bisa memvisualisasikan kalian sedang bercerita atau ngopi bareng. Lantas, kamu akan mengingat-ingat kembali apa yang kamu alami serta bagaimana perasaanmu terhadap hal tersebut.

Dilansir Teen Vogue, psikoterapis dan penulis asal Inggris, Anna Mathur, mengungkapkan bahwa berbicara dengan diri sendiri di masa lalu dapat membantu kamu membangun koneksi yang lebih kuat dengan perasaanmu sendiri. Mathur mengatakan, bahwa banyak yang menganggap kekhawatiran diri di masa muda sebagai hal yang kekanak-kanakan. Namun, kekhawatiran tersebut justru mengungapkan perasaanmu yang sebenarnya.

Lewat kekhawatiran tersebut kamu mungkin tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Memahami kekhawatiran dan sifat kekanakan ini pun ternyata bermanfaat bagimu.

"Dengan terlibat dalam hal ini, kita dapat mengingatkan diri kita sendiri tentang bagaimana dan mengapa kita mungkin melakukan hal-hal yang kita lakukan hari ini, karena banyak penelitian menunjukkan bahwa perilaku kita sering kali merupakan hasil dari pola pikir yang dikembangkan sejak usia muda," kata Tina Mistry, PhD, dikutip dari Teen Vogue.

2. Mendapatkan penyembuhan

ilustrasi berdialog dengan masa lalu (pexels.com/Kelvin Valerio)

Kamu mungkin punya beberapa penyesalan di masa lalu. Selain lebih memahami perasaan, berdialog dengan masa lalu juga bisa membawa kamu pada penyembuhan luka batinmu.

Kamu akan bertemu dengan versi muda dirimu, memahami perasaanya, kemudian mencoba memaafkan kesalahannya. Ketika kata maaf tersebut muncul, kamu akan bisa lebih menyayangi dirimu sendiri serta tidak terus larut dalam penyesalan.

Mungkin ketika kamu kesulitan atau melakukan kesalahan, tidak ada orang terdekat yang mendukungmu. Dengan praktik berdialog dengan diri kita dari masa lalu, kamu juga bisa memberikan kenyamanan pada dirimu sendiri seperti harapanmu kala itu.

"Bertemu dengan diri kita di masa lalu memberi kita kenyamanan seolah-olah kita memberi diri kita pelukan yang menenangkan dan kata-kata dukungan dari masa lalu," kata Dr. Sanam Hafeez, ahli neuropsikologi NYC dan direktur Comprehend the Mind, dikutip dari Verywell Mind.

3. Lebih menyayangi diri sendiri

ilustrasi berdialog dengan masa lalu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain menengok ke masa-masa sulit, ada baiknya kamu juga bertemu dengan dirimu di masa gemilang dari masa lalu. Lakukan dialog tentang perasaanmu saat itu, tentang apa yang menyenangkan dan berharga bagimu. Dialog ini pada akhirnya akan memberimu kekuatan untuk lebih berbahagia.

Memahami dirimu di masa lalu, memaafkan kesalahannya, memeluk rasa penyesalannya, serta bersyukur atas apa yang telah ia raih akan membantumu lebih menyayangi diri sendiri. Alyssa Petersel, LCSW mengungkapkan dalam Real Simple, bahwa praktik berdialog dengan diri sendiri dari masa lalu adalah cara unik yang mampu menjembatani waktu. Praktik ini menawarkan kebijaksanaan serta penegasan akan perjuangan seseorang di masa lalu yang patut untuk dihargai.

“Dengan terlibat dalam dialog ini, kita menumbuhkan welas asih terhadap diri sendiri , mengenali ketahanan kita, dan menghargai pelajaran yang membentuk kita. Hal ini mengubah nostalgia menjadi sumber pemberdayaan," jelas Petersel, dikutip dari Real Simple.

Kamu juga bisa mencoba praktik berdialog dengan diri sendiri dari masa lalu. Lakukan teknik ini dalam kondisi yang tenang dan rileks seperti meditasi. Kamu bisa melatihnya beberapa kali hingga merasa bisa untuk memanggil versi dirimu dari masa lalu dan ngobrol bersama.

Cara lain untuk mengobrol dengan diri sendiri dari masa lalu adalah dengan menulis surat. Hal ini juga bisa membantumu menemukan siapa kamu sebenarnya. Melihat berbagai manfaatnya, praktik ini layak banget dicoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team