ilustrasi berdialog dengan masa lalu (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Selain menengok ke masa-masa sulit, ada baiknya kamu juga bertemu dengan dirimu di masa gemilang dari masa lalu. Lakukan dialog tentang perasaanmu saat itu, tentang apa yang menyenangkan dan berharga bagimu. Dialog ini pada akhirnya akan memberimu kekuatan untuk lebih berbahagia.
Memahami dirimu di masa lalu, memaafkan kesalahannya, memeluk rasa penyesalannya, serta bersyukur atas apa yang telah ia raih akan membantumu lebih menyayangi diri sendiri. Alyssa Petersel, LCSW mengungkapkan dalam Real Simple, bahwa praktik berdialog dengan diri sendiri dari masa lalu adalah cara unik yang mampu menjembatani waktu. Praktik ini menawarkan kebijaksanaan serta penegasan akan perjuangan seseorang di masa lalu yang patut untuk dihargai.
“Dengan terlibat dalam dialog ini, kita menumbuhkan welas asih terhadap diri sendiri , mengenali ketahanan kita, dan menghargai pelajaran yang membentuk kita. Hal ini mengubah nostalgia menjadi sumber pemberdayaan," jelas Petersel, dikutip dari Real Simple.
Kamu juga bisa mencoba praktik berdialog dengan diri sendiri dari masa lalu. Lakukan teknik ini dalam kondisi yang tenang dan rileks seperti meditasi. Kamu bisa melatihnya beberapa kali hingga merasa bisa untuk memanggil versi dirimu dari masa lalu dan ngobrol bersama.
Cara lain untuk mengobrol dengan diri sendiri dari masa lalu adalah dengan menulis surat. Hal ini juga bisa membantumu menemukan siapa kamu sebenarnya. Melihat berbagai manfaatnya, praktik ini layak banget dicoba!