Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kamu Sering Mengalami Ruminasi, Pikiran Negatif Terus!

ilustrasi perempuan sedih
ilustrasi perempuan sedih (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Terlalu keras menuntut diri sendiri. Standar yang terlalu tinggi membuat sulit menerima kesalahan kecil. Pikiran negatif mulai berulang dan sulit dihentikan.
  • Sulit mengekspresikan emosi yang dirasakan. Emosi yang gak tersalurkan akhirnya mencari jalan lain lewat pikiran. Ruminasi sering muncul sebagai bentuk “dialog batin” yang gak selesai-selesai.
  • Pengalaman masa lalu yang belum selesai. Trauma kecil maupun besar bisa meninggalkan jejak dalam cara berpikir seseorang. Kejadian lama yang belum benar-benar diproses sering muncul kembali dalam bentuk ruminasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih kamu merasa pikiranmu muter di situ-situ saja, memikirkan satu kejadian buruk berulang kali tanpa solusi yang jelas? Semakin dipikirkan, justru perasaan makin berat dan sulit tenang. Kondisi ini sering bikin kamu kelelahan secara emosional, meski secara fisik gak melakukan apa-apa. Dalam kesehatan mental, kebiasaan ini dikenal sebagai ruminasi.

Ruminasi bukan sekadar overthinking biasa, tapi pola pikir yang membuat seseorang terjebak pada pikiran negatif terus-menerus. Banyak orang gak sadar sedang mengalaminya karena terlihat seperti proses “mencari jawaban”. Padahal, alih-alih menyelesaikan masalah, ruminasi justru memperpanjang stres dan kecemasan. Yuk, pahami lima alasan umum kenapa kamu sering mengalami ruminasi agar lebih sadar dan bisa mulai mencari cara mengatasinya.

1. Terlalu keras menuntut diri sendiri

ilustrasi perempuan overthinking
ilustrasi perempuan overthinking (freepik.com/freepik)

Standar yang terlalu tinggi sering membuat seseorang sulit menerima kesalahan kecil. Saat sesuatu gak berjalan sesuai harapan, pikiran langsung menyalahkan diri sendiri. Dari sini, pikiran negatif mulai berulang dan sulit dihentikan. Kamu terus memutar kejadian yang sama sambil mencari di mana letak kegagalannya.

Kebiasaan ini membuat otak terbiasa fokus pada kekurangan, bukan proses belajar. Semakin keras kamu menekan diri, semakin kuat dorongan untuk mengulang pikiran buruk. Lama-kelamaan, ruminasi terasa seperti kebiasaan otomatis. Padahal, menerima bahwa manusia bisa salah adalah bagian penting dari menjaga kesehatan mental.

2. Sulit mengekspresikan emosi yang dirasakan

ilustrasi perempuan overthinking (freepik.com/gpointstudio)
ilustrasi perempuan overthinking (freepik.com/gpointstudio)

Banyak orang terbiasa memendam perasaan karena takut dianggap lemah atau berlebihan. Emosi yang gak tersalurkan akhirnya mencari jalan lain lewat pikiran. Di sinilah ruminasi sering muncul sebagai bentuk “dialog batin” yang gak selesai-selesai. Pikiran negatif pun terus berulang tanpa kejelasan.

Saat emosi gak diakui, otak terus mencoba memprosesnya dengan cara yang sama. Alih-alih mereda, beban mental justru menumpuk. Membiasakan diri mengenali dan menamai emosi bisa membantu menghentikan siklus ini. Langkah kecil ini sering jadi awal cara mengatasi pikiran negatif yang lebih sehat.

3. Pengalaman masa lalu yang belum selesai

ilustrasi perempuan sedih
ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Trauma kecil maupun besar bisa meninggalkan jejak dalam cara berpikir seseorang. Kejadian lama yang belum benar-benar diproses sering muncul kembali dalam bentuk ruminasi. Kamu mungkin merasa kejadian itu sudah lewat, tapi pikiranmu masih terus mengulangnya. Hal ini membuat pikiran negatif terasa sangat nyata.

Pengalaman masa lalu yang belum selesai sering memengaruhi cara melihat diri dan dunia. Otak berusaha melindungi diri dengan terus mengingat hal buruk agar gak terulang. Sayangnya, cara ini justru membuat kamu terjebak dalam kecemasan. Menyadari akar masalah adalah langkah awal penting dalam menjaga kesehatan mental.

4. Kebiasaan mencari kepastian berlebihan

ilustrasi pasangan bertengkar (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan bertengkar (freepik.com/freepik)

Keinginan untuk selalu tahu jawaban atas segala hal bisa memicu ruminasi. Kamu terus memikirkan skenario terburuk karena ingin merasa aman. Namun, hidup gak selalu bisa diprediksi dengan pasti. Saat kepastian gak didapat, pikiran negatif pun berputar tanpa henti.

Kebiasaan ini membuat otak terus waspada, seolah ada ancaman yang harus dipecahkan. Padahal, gak semua hal butuh jawaban sekarang juga. Belajar menerima ketidakpastian bisa membantu menenangkan pikiran. Ini termasuk bagian penting dari cara mengatasi pikiran negatif yang sering diabaikan.

5. Kurangnya jeda mental dalam keseharian

ilustrasi perempuan burnout
ilustrasi perempuan burnout (pexels.com/Anna Shvets)

Rutinitas padat tanpa waktu istirahat mental membuat pikiran gampang lelah. Saat tubuh istirahat tapi pikiran terus aktif, ruminasi mudah muncul. Kamu jadi lebih sensitif terhadap hal kecil dan mudah terjebak pikiran negatif. Kondisi ini sering dianggap sepele padahal dampaknya besar.

Memberi jeda pada pikiran sama pentingnya dengan istirahat fisik. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai atau melakukan hobi bisa membantu. Dengan jeda yang cukup, pikiran punya ruang untuk bernapas. Perlahan, intensitas ruminasi pun bisa berkurang.

Memahami apa itu ruminasi membantu kamu lebih peka terhadap kondisi mental sendiri. Pikiran negatif yang berulang bukan tanda lemah, tapi sinyal bahwa ada hal yang perlu diperhatikan. Dengan kesadaran dan langkah kecil yang konsisten, kesehatan mental bisa dijaga lebih baik. Yuk, mulai dengarkan pikiranmu dengan lebih lembut dan cari cara yang lebih sehat untuk berdamai dengannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tanaman Penghasil Oksigen Tinggi untuk Ruang Kerja, Bikin Fokus!

13 Jan 2026, 14:15 WIBLife