Perkembangan teknologi keuangan telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi sehari-hari. Jika dahulu sebagian besar pembayaran dilakukan menggunakan uang tunai, kini berbagai metode cashless seperti dompet digital, mobile banking, kartu debit, kartu kredit, hingga pembayaran melalui kode QR semakin mendominasi aktivitas belanja.
Sistem pembayaran tanpa uang tunai menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari proses transaksi yang lebih cepat, praktis, aman, hingga didukung oleh berbagai program promo dan cashback. Tidak mengherankan apabila penggunaan pembayaran digital terus meningkat di berbagai kalangan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas belanja secara daring.
Meskipun memberikan banyak manfaat, kemudahan transaksi cashless juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah meningkatnya risiko doom spending, yaitu kebiasaan mengeluarkan uang secara berlebihan sebagai respons terhadap rasa cemas, stres, atau ketidakpastian mengenai kondisi masa depan.
Dalam sistem pembayaran digital, proses mengeluarkan uang terasa lebih mudah dan hampir tidak memberikan rasa kehilangan seperti ketika membayar menggunakan uang tunai. Akibatnya, seseorang dapat melakukan pembelian secara impulsif tanpa benar-benar mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi keuangan. Nah, berikut ini beberapa alasan pembayaran digital dan cashless bisa memicu doom spending. Scroll dibawah ini!
