Momen bukber reuni sering jadi ajang nostalgia yang hangat sekaligus canggung. Ada yang datang dengan tawa lepas, ada juga yang datang membawa ceritapencapaian. Obrolan yang awalnya ringan bisa berubah jadi sesi update gaji, jabatan, sampai rencana liburan ke luar negeri. Fenomena pamer saat bukber ini kadang bikin suasana terasa kompetitif tanpa disadari.
Kamu mungkin pernah duduk di meja makan sambil mendengar teman lama sibuk menyebut brand, proyek besar, atau koneksi pentingnya. Sekilas terlihat percaya diri, bahkan menginspirasi. Tapi di balik cerita yang terdengar wow, tidak jarang ada dorongan lain yang lebih personal. Berikut lima alasan kenapa pamer saat bukber bisa jadi tanda insecure dan kebutuhan validasi yang tinggi.
