Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Menu yang Sebaiknya Kamu Abaikan saat Bukber All You Can Eat

5 Menu yang Sebaiknya Kamu Abaikan saat Bukber All You Can Eat
ilustrasi menu all you can eat (vecteezy.com/Denys Hrishyn)
Intinya Sih
  • Menu tinggi gula, lemak, dan garam saat bukber all you can eat bisa mengganggu pencernaan setelah seharian berpuasa.

  • Minuman manis, gorengan, dan daging olahan berisiko memicu kembung, haus berlebihan, dan lonjakan kalori.

  • Pilih porsi secukupnya dan utamakan makanan lebih ringan agar tubuh tetap nyaman hingga sahur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan puasa sering identik dengan agenda bukber all you can eat yang menggoda. Itu karena pilihan menunya melimpah dan terlihat menguntungkan secara harga. Setelah seharian menahan lapar, keinginan mengambil banyak makanan terasa wajar, apalagi saat meja prasmanan penuh daging panggang, kudapan manis, dan minuman berwarna cerah.

Namun, saat bulan puasa, kondisi tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan jam makan sehingga keputusan memilih menu perlu lebih bijak. Bukan soal menahan diri secara berlebihan, melainkan memahami mana pilihan yang berisiko mengganggu pencernaan dan membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah makan. Berikut lima menu yang sebaiknya kamu abaikan saat bukber all you can eat.

1. Minuman manis berkarbonasi mengganggu kerja lambung

ilustrasi soda
ilustrasi soda (pexels.com/alleksana)

Minuman bersoda, es kola, atau minuman berperisa dengan tambahan sirop kental sering jadi pilihan pertama karena terasa segar setelah seharian berpuasa. Kandungan gula sederhana dalam jumlah tinggi membuat kadar gula darah melonjak cepat, lalu turun drastis dalam waktu singkat sehingga tubuh terasa lemas kembali. Gas karbonasi juga meningkatkan produksi udara di lambung yang masih kosong sehingga memicu rasa kembung dan tidak nyaman.

Saat berbuka, lambung butuh asupan yang ringan dan mudah dicerna terlebih dahulu agar proses pencernaan berjalan lebih tenang. Minuman manis berlebihan justru membuat perut terasa penuh sebelum makanan utama masuk. Jika kebiasaan ini berulang selama bulan puasa, risiko kenaikan berat badan dan gangguan lambung bisa meningkat. Air putih atau infused water jauh lebih aman sebagai pembuka.

2. Gorengan tepung tebal memperlambat pengosongan lambung

ilustrasi tempura
ilustrasi tempura (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)

Ayam goreng tepung, udang tempura, kentang goreng, hingga onion ring sering terlihat renyah dan sulit ditolak saat bukber. Lapisan tepung yang digoreng dalam minyak panas menyerap lemak dalam jumlah tinggi, apalagi jika minyak digunakan berulang kali. Lemak jenuh dan minyak oksidatif membuat proses pengosongan lambung berjalan lebih lambat sehingga muncul rasa begah lebih lama.

Kondisi ini bisa memicu mual atau rasa tidak nyaman saat salat Tarawih karena perut terasa penuh. Selain itu, konsumsi gorengan dalam jumlah besar meningkatkan asupan kalori tanpa disertai serat yang cukup. Jika ingin tetap menikmati, ambil satu potong kecil, lalu imbangi dengan sayuran segar agar pencernaan lebih terbantu. Mengurangi porsi jauh lebih realistis dibanding menghindari sepenuhnya.

3. Daging olahan tinggi garam membebani tubuh

ilustrasi sosis
ilustrasi sosis (vecteezy.com/Andrey Starostin)

Sosis, bakon sapi, daging asap, nuget, hingga ham ayam sering tersaji dalam sesi barbeku all you can eat. Produk olahan seperti ini mengandung natrium tinggi untuk menjaga rasa dan daya simpan. Asupan garam berlebih setelah puasa dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga muncul rasa haus berlebihan pada malam hari.

Selain itu, daging olahan umumnya mengandung pengawet dan lemak tambahan yang tidak sedikit. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko tekanan darah meningkat dan kerja ginjal menjadi lebih berat. Lebih aman memilih daging segar, seperti irisan ayam tanpa kulit atau daging sapi tanpa lemak yang dipanggang tanpa saus berlebihan. Tubuh tetap mendapat protein tanpa tambahan zat yang tidak perlu.

4. Saus krim dan keju berlebih meningkatkan asupan lemak

pasta karbonara
pasta karbonara (vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn)

Saus karbonara, saus keju saus krim pada pasta, atau pugasan (topping) keju leleh di atas steik sering terlihat menarik dan terasa gurih. Kombinasi krim, mentega, dan keju menghasilkan kandungan lemak yang cukup tinggi dalam satu porsi. Setelah lambung kosong seharian, makanan tinggi lemak dapat memicu rasa enek dan memperberat kerja sistem pencernaan.

Kalori dari saus sering tidak terasa karena bercampur dengan makanan utama. Tanpa sadar, total energi yang masuk bisa jauh melebihi kebutuhan harian. Jika tetap ingin menikmati pasta atau steik, pilih saus berbasis tomat atau minta saus dipisah agar takarannya lebih terkontrol.

5. Kudapan manis berlapis gula memicu lonjakan kalori

ilustrasi cake cokelat
ilustrasi cake cokelat (vecteezy.com/Bigc Studio)

Aneka keik cokelat, tiramisu, puding karamel, es krim, hingga wafel dengan sirop mapel kerap menjadi penutup favorit saat bukber. Kombinasi gula, krim, dan tepung olahan membuat hidangan penutup mengandung kalori tinggi meski dalam porsi kecil. Setelah makan besar, tambahan gula ini mudah menumpuk sebagai cadangan lemak jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Konsumsi gula berlebihan dalam waktu singkat juga dapat menimbulkan rasa cepat mengantuk dan lemas. Alih-alih mengambil beberapa jenis sekaligus, pilih satu kudapan favorit dalam ukuran kecil, lalu nikmati perlahan. Buah potong segar bisa menjadi alternatif penutup yang lebih ringan. Dengan cara ini, keinginan makan manis tetap terpenuhi tanpa membebani tubuh.

Bulan puasa seharusnya menjadi momen menjaga asupan agar tubuh tetap bugar hingga sahur keesokan hari. Bukber all you can eat boleh saja dinikmati, selama pilihan menunya lebih terkontrol dan tidak berlebihan. Dari lima menu tadi, mana yang paling sering sulit kamu abaikan saat berbuka?

Referensi
"Be Wise in Choosing Sweet Foods and Beverages During Ramadan." Unsoed. Diakses Februari 2026.
"Ramadan: 12 foods to eat, avoid during Sahur, Iftar." Daily Trust. Diakses Februari 2026.
"What to Eat and What to Avoid During Ramadan". Herbalife. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More