Comscore Tracker

Sayangi Diri dan Maknai Hidup Lebih Dalam bersama Menjadi Manusia

Apa kamu juga pernah merasa sendiri saat hadapi masalah?

Jakarta, IDN Times - Bulan Juli dua tahun yang lalu, tiga pemuda dengan latar belakang yang berbeda memutuskan untuk berkolaborasi, membuat sebuah platform kontemplasi yang kemudian mereka namai Menjadi Manusia. Perlahan, platform tersebut juga menjadi wadah bagi mereka yang sedang dirundung kebimbangan mengenai hidup.

Perspektif-perspektif yang disajikan di Menjadi Manusia dapat memotivasi dan membuktikan bahwa setiap kita sebenarnya tak pernah sendiri. Dalam wawancara bersama IDN Times, Levina Purnamadewi (Vinny), Co-Founder Menjadi Manusia, menceritakan bagaimana Menjadi Manusia berawal serta apa saja yang ia harapkan bagi masyarakat Indonesia.

1. Tiga sosok di balik berdirinya Menjadi Manusia

Sayangi Diri dan Maknai Hidup Lebih Dalam bersama Menjadi ManusiaDok. Menjadi Manusia

Adam, Rhaka, dan Vinny: tiga nama di balik Menjadi Manusia. Saat itu, Adam sedang berada pada titik terstabilnya, namun sesuatu masih saja terasa kosong. Ia tahu ia tak ingin berhenti di situ. Rhaka tengah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Bahkan, ia baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena ditemukan overdosis tembakau gorila. Vinny sedang kebingungan. Ia tak mengenal dirinya sendiri, apa objektif dalam hidupnya.

Raka telah berteman dengan Vinny semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar, sedangkan Rhaka dan Adam adalah kawan kuliah. Akhirnya, mereka memutuskan untuk bertemu, menyatukan apa yang sebenarnya menjadi keinginan mereka. Dengan kegemaran dan kemampuan mereka masing-masing, ditambah dengan maraknya sikap judgmental sebagian besar masyarakat, Menjadi Manusia akhirnya diinisiasi.

2. Mengajak orang berpikiran terbuka dan tak merasa sendiri

Sayangi Diri dan Maknai Hidup Lebih Dalam bersama Menjadi ManusiaDok. Menjadi Manusia

Judgements begitu mudah dilontarkan, padahal mereka belum tahu cerita apa yang ada di balik orang tersebut. Oleh karenanya, kami bertekad untuk buat sesuatu yang positif, yang bisa memperkaya sudut pandang kita akan suatu hal. Kami ingin buat sesuatu yang membuat orang tak merasa sendiri. Dari situlah, kami membuat wadah untuk berkontemplasi dan saling berbagi perspektif,” ujar Vinny.

Ketika ditanya lebih dalam mengenai tujuannya membangun Menjadi Manusia, Vinny menyatakan, “Kami ingin orang Indonesia jadi lebih berpikiran terbuka, melihat suatu hal dari berbagai macam sudut pandang. Selain itu, dengan mengonsumsi konten kami, kami pun ingin agar orang tak merasa sendiri dalam menghadapi masalah: masih ada banyak pihak yang mau mendukung mereka.”

3. Bagaimana Menjadi Manusia merealisasikan tujuannya?

Sayangi Diri dan Maknai Hidup Lebih Dalam bersama Menjadi ManusiaDok. Menjadi Manusia

Menurut ketiga sosok di balik berdirinya Menjadi Manusia, ada tiga tahap yang harus dilalui untuk dapat menjadi manusia yang utuh. “Pertama, acknowledgment, sebuah masa untuk mengenali diri kita sendiri. Menjadi Manusia membantu audiensnya melalui konten-konten relevan yang didapatkan dari testimoni narasumber-narasumber inspiratif. Harapannya, hal ini dapat mempermudah perjalanan audiens Menjadi Manusia dalam menemukan jati diri mereka,” kata Vinny.

Kedua, connection. Vinny mengimbuhkan, “Tak berhenti di proses acknowledgment, Menjadi Manusia pun ingin mewadahi mereka yang mungkin sedang mengalami tantangan yang sama. Connection: mereka dipertemukan melalui platform yang sama, di mana mereka bisa mendapatkan support group melalui komunitas yang kami bentuk dan talkshow yang biasa kami adakan.”

Development merupakan tahap terakhir ketika seseorang sudah memahami dirinya sendiri secara utuh dan telah memperoleh dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Menjadi Manusia juga sedang mengembangkan sebuah program baru: Belajar Hidup. “Ide ini berangkat dari kenyataan bahwa sekolah, sebagai wadah belajar, tidak mengajarkan kita untuk bangkit dari kegagalan ataupun perasaan patah hati, makanya kami inisiasikan Belajar Hidup,” terang Vinny.

4. Cerita mati suri karena terlalu lelah bekerja jadi favorit Vinny

Sayangi Diri dan Maknai Hidup Lebih Dalam bersama Menjadi ManusiaDok. Menjadi Manusia

Berlika liku一mungkin itulah satu kata yang Vinny lontarkan saat ditanya mengenai perjalanan Menjadi Manusia. “Awalnya, Menjadi Manusia hanya pinjam alat-alat seadanya, narasumber juga masih terbatas. Namun, suatu ketika, video kami #BerbagiPerspektif bersama Beno tiba-tiba muncul di homepage. Cukup terkejut, ternyata banyak juga yang notice dan menerima. Kami seriusin sejak saat itu,” akunya.

Dari sekian banyak narasumber yang sempat Menjadi Manusia wawancarai, Vinny mengaku bahwa Lisa Samadikun merupakan seseorang yang paling menginspirasi baginya. “Dia menegaskan bahwa target akan selalu menciptakan adrenalin. Padahal, kalau adrenalin meninggi, sistem imun di tubuh kita pun akan semakin lemah. Untuk menurunkan adrenalin, diperlukan pelepasan endorfin. Caranya, yah, dengan melakukan apapun yang kita senangi secara reguler,” ia menyimpulkan.

Lisa, terang Vinny, sempat mati suri karena terlalu keras bekerja. “Paling tidak, kita jadi tahu bahwa bila kita tak rutin melakukan hal yang kita gemari, energi positif tak akan tersalurkan ke dalam tubuh kita. Akibatnya macam-macam, dari sakit, lumpuh, sampai mati suri seperti kasus Lisa,” jelas Vinny.

Kita memang tak boleh mudah menyerah dalam menggapai asa, namun terus-terusan mengejar target sampai lupa untuk menyayangi diri kita sendiri juga tak bisa dibenarkan. "Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain, ya, soalnya itu nggak akan pernah sama一kita punya jalan hidup masing-masing. dalam menjalani hidup, jangan lupa untuk always live balanced juga, ya,” pesan Vinny.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya